Komplikasi Diabetes Melitus, Menyerang Mata hingga Ginjal

Yasinta Rahmawati

Rabu, 06 Juli 2022 | 07:57 WIB
Komplikasi Diabetes Melitus, Menyerang Mata hingga Ginjal
Ilustrasi gambar komplikasi diabetes melitus. (freepik)

Suara.com - Diabetes melitus adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula (glukosa) darah yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Penderitanya biasanya dapat mengalami komplikasi. Lantas, apa saja komplikasi yang bisa terjadi? Simak ulasannya berikut ini. 

Diketahui, atau yang biasa disebut diabetes pertama kali diidentifikasi sebagai penyakit yang berhubungan dengan "air seni yang manis", dan kehilangan otot yang berlebihan di dunia kuno. Peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia ) menyebabkan tumpahan glukosa ke dalam urin, sehingga membuatnya disebut urine manis.

Biasanya, kadar glukosa darah dikontrol ketat oleh insulin, hormon yang diproduksi oleh pankreas. Insulin menurunkan kadar glukosa darah. Ketika glukosa darah meningkat (misalnya, setelah makan), insulin dilepaskan dari pankreas untuk menormalkan kadar glukosa dengan mendorong pengambilan glukosa ke dalam sel-sel tubuh. 

Pada pasien dengan diabetes, tidak adanya produksi yang tidak mencukupi atau kurangnya respons terhadap insulin menyebabkan hiperglikemia. Itulah mengapa diabetes ini jadi salah satu kondisi medis kronis, yang berarti bahwa meskipun dapat dikendalikan, namun itu berlangsung seumur hidup.

Lantas, apa saja komplikasi diabetes melitus? Untuk selengkapnya, simak ulasan di bawah ini yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Komplikasi mata

Komplikasi mata ini terjadi akibat adanya komplikasi diabetes, kondisi ini disebut juga sebagai retinopati diabetik. Retinopati diabetik terjadi pada pasien yang telah menderita diabetes setidaknya selama lima tahun. Pembuluh darah kecil yang sakit di bagian belakang mata menyebabkan kebocoran protein dan darah di retina. 

Penyakit pada pembuluh darah ini juga menyebabkan terbentuknya aneurisma kecil (mikroaneurisma), dan pembuluh darah baru namun rapuh (neovaskularisasi). Pendarahan spontan dari pembuluh darah baru dan rapuh dapat menyebabkan jaringan parut retina dan ablasi retina, sehingga mengganggu penglihatan.

Ilustrasi penderita diabetes memeriksa gula darah. (Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels)
Ilustrasi penderita diabetes melitus memeriksa gula darah. (Foto oleh PhotoMIX Company dari Pexels)

2. Kerusakan ginjal

baca juga

Kerusakan ginjal juga akibat adanya komplikasi diabetes atau disebut juga nefropati diabetik. Awalnya, penyakit pembuluh darah kecil di ginjal menyebabkan kebocoran protein dalam urin . Kemudian, ginjal kehilangan kemampuannya untuk membersihkan dan menyaring darah. Akumulasi produk limbah beracun dalam darah ini menyebabkan kebutuhan untuk dialisis. 

Dialisis melibatkan penggunaan mesin yang melayani fungsi ginjal dengan menyaring dan membersihkan darah. Pada pasien yang tidak ingin menjalani cuci darah kronis, transplantasi ginjal dapat dipertimbangkan.

3. Kerusakan saraf

Kerusakan saraf juga salah akibat dari komplikasi  diabetes atau disebut neuropati diabetik. Kondisi ini disebabkan oleh penyakit pembuluh darah kecil. Intinya, kondisi ini terjadi karena aliran darah ke saraf terbatas dan meninggalkan saraf tanpa aliran darah, sehingga mereka rusak atau mati atau disebut juga  iskemia.

Adapun gejala kerusakan saraf diabetes termasuk mati rasa, rasa terbakar, dan nyeri pada kaki dan ekstremitas bawah. Ketika penyakit saraf menyebabkan hilangnya sensasi sepenuhnya pada kaki, pasien mungkin tidak menyadari cedera pada kaki, dan gagal melindunginya dengan benar.

4. Cedera pada kaki dan kulit

Permasalahan pada kulit dan luka pada kaki juga umum terjadi pada penderita komplikasi diabetes. Hal ini merupakan imbas kerusakan pembuluh darah dan saraf dan terbatasnya aliran darah ke kaki. Karenanya, cedera kulit yang tampaknya ringan harus segera ditangani untuk menghindari infeksi serius. Karena sirkulasi darah yang buruk, cedera kaki diabetik mungkin tidak sembuh. Terkadang, cedera kaki ringan dapat menyebabkan infeksi serius, bisul, dan bahkan gangren, memerlukan operasi amputasi jari kaki, kaki, dan bagian lain yang terinfeksi.

5. Penyakit kardiovaskular

Kerusakan pada pembuluh darah karena kadar gula darah yang tinggi tentunya akan menyebabkan gangguan sirkulasi darah di seluruh tubuh, termasuk jantung. Komplikasi yang menyerang jantung dan pembuluh darah termasuk penyakit jantung, stroke, serangan jantung hingga penyempitan arteri.

Selain kelima komplikasi di atas, kondisi lainnya bisa berupa gangguan pendengaran, melemahnya imunitas tubuh, Alzheimer maupun masalah gigi dan mulut.

Demikian ulasan mengenai komplikasi diabetes melitus yang penting untuk diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Hanya Hipertensi, Konsumsi Garam Terlalu Banyak Juga Bisa Sebabkan Diabetes

Bukan Hanya Hipertensi, Konsumsi Garam Terlalu Banyak Juga Bisa Sebabkan Diabetes

Health | Selasa, 05 Juli 2022 | 14:49 WIB

Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes

Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes

Tantrum | Selasa, 05 Juli 2022 | 11:11 WIB

Munculnya Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes Mendatang, Apa Itu?

Munculnya Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes Mendatang, Apa Itu?

Health | Selasa, 05 Juli 2022 | 08:17 WIB

Terkini

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Mengenal TRIPTIS: Ruang 'Haha-Hihi' Buat Dewasa Muda yang Mulai Kehilangan Teman Nongkrong

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:06 WIB

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

Video | Selasa, 29 September 2026 | 17:05 WIB

Bappisus: Hasil Investigasi Temuan di Lapas Cibinong Selesai Jumat Ini

Bappisus: Hasil Investigasi Temuan di Lapas Cibinong Selesai Jumat Ini

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:02 WIB

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Health | Selasa, 29 September 2026 | 17:01 WIB

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

10 Hari Menikah, Aktor Kentaro Sakaguchi Dilaporkan Berselisih dengan Istri

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 17:00 WIB

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Skandal Pebulutangkis Cantik Thailand Pitchamon Opatniputh Terancam Hukuman 2 Tahun

Sport | Selasa, 29 September 2026 | 16:58 WIB

'Kayak ke Salon Ada Before-After', Bappisus Cium Kejanggalan Beda Temuan di Lapas Cibinong

'Kayak ke Salon Ada Before-After', Bappisus Cium Kejanggalan Beda Temuan di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:57 WIB

John Herdman Tak Mau Larut Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia, Bangladesh Jadi Target Berikutnya

John Herdman Tak Mau Larut Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia, Bangladesh Jadi Target Berikutnya

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:52 WIB

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

BPJS Kesehatan Dirombak: Rumah Sakit Dilarang Beda-bedakan Pasien Umum dan BPJS!

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:52 WIB

1.900 Manajer KDMP Ditempatkan Secara Acak, Ini Detailnya

1.900 Manajer KDMP Ditempatkan Secara Acak, Ini Detailnya

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:50 WIB

×