Munculnya Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes Mendatang, Apa Itu?

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 05 Juli 2022 | 08:17 WIB
Munculnya Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes Mendatang, Apa Itu?
Ilustrasi skin tag. [shutterstock]

Suara.com - Anda mungkin pernah melihat daging tumbuh di permukaan kulit yang disebut skin tag di sekitar leher dan ketiak.

Skin tag ini biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan. Tapi, ada orang yang memiliki skin tag dan ada pula yang tidak.

Menurut Dr. Soumya Jagadeesan, Associate Professor, Dermatology, Amrita Hospital, Kochi, skin tag disebut sebagai acrochordon adalah pertumbuhan jinak dari kulit yang berwarna gelap.

Skin tag ini paling sering terletak di leher, aksila, dan lipatan inguinal (biasanya di daerah intertriginosa), meskipun mereka dapat muncul di hampir semua bagian kulit.

Warna, tekstur, ukuran dan lebar alasnya bisa bervariasi. Biasanya mereka tidak menimbulkan gejala apapun dan pertumbuhannya sangat sangat lambat.

Tapi dilansir dari Times of India, Anda harus tahu bahwa skin tag bisa terjadi karena Tag kulit terjadi karena resistensi insulin dalam tubuh.

Iludtrasi diabetes (freepik)
Iludtrasi diabetes (freepik)

"Skin tag paling umum muncul di leher dan ketiak. Saat insulin tidak bisa bertindak sebagaimana mestinya, skin tag ini bisa menandakan diabetes yang akan datang," kata Dr Dheeraj Kapoor, Kepala Endokrinologi, Rumah Sakit Artemis, Gurgaon.

Skin tag biasanya muncul bertahun-tahun sebelum onset. Karena itu, skin tag ini disebut sebagai tanda peringatan diabetes yang akan datang.

Tapi, munculnya skin tag ini tidak selalu menandakan kontrol insulin yang buruk. Tanda insulin yang buruk adalah adanya penggelapan dan penebalan kulit di daerah leher, yang disebut Acanthosis nigricans.

baca juga

Pengujian harus dilakukan segera setelah timbulnya skin tag. Kondisi ini biasanya terlihat pada orang yang kelebihan berat badan.

Jika pasien bukan diabetes, maka pemeriksaan tahunan sangat penting bagi orang dalam kondisi pra diabetes.

“Pasien yang mendapatkan skin tag ini sering memiliki penyakit penyerta termasuk obesitas, diabetes, atau pradiabetes," kata Dr Soumya.

Karena itu, dokter biasanya menyarankan pola makan sehat, olahraga, dan perilaku lainnya. Skin tag tertentu mungkin tidak dapat dibedakan dari tumor jinak tertentu yang terjadi sebagai bagian dari sindrom bawaan atau varian dari karsinoma sel basal, oleh karena itu pendapat ahli dapat dicari dalam kasus atipikal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Penyakit Kulit Jemaah Haji, Ini Tips dari Dokter Kulit

Cegah Penyakit Kulit Jemaah Haji, Ini Tips dari Dokter Kulit

Health | Senin, 04 Juli 2022 | 15:54 WIB

Manfaat Kolagen Topikal, Dapat Bantu Melawan Tanda-Tanda Penuaan Kulit

Manfaat Kolagen Topikal, Dapat Bantu Melawan Tanda-Tanda Penuaan Kulit

Lifestyle | Senin, 04 Juli 2022 | 14:30 WIB

5 Kebiasaan Remeh yang dapat Merusak Kulit Wajah, Yuk Hindari

5 Kebiasaan Remeh yang dapat Merusak Kulit Wajah, Yuk Hindari

Your Say | Senin, 04 Juli 2022 | 13:30 WIB

Terkini

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

×