Bukan Hanya Hipertensi, Konsumsi Garam Terlalu Banyak Juga Bisa Sebabkan Diabetes

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 05 Juli 2022 | 14:49 WIB
Bukan Hanya Hipertensi, Konsumsi Garam Terlalu Banyak Juga Bisa Sebabkan Diabetes
Ilustrasi garam. (Pixabay.com/Bruno /Germany)

Suara.com - Kebanyakan masyarakat mungkin telah menyadari kalau terlalu banyak konsumsi garam berpotensi sebabkan penyakit hipertensi. Tapi, sebenarnya bukan hanya itu. 

Berlebihan konsumsi makanan yang mengandung tinggi garam juga bisa menyebabkan penyakit diabetes, lho.

"Konsumsi garam jangka panjang bisa menyebabkan diabetes karena garam menarik cairan ke dalam pembuluh darah. Dengan ditariknya cairan ke dalam pembuluh darah biasanya gula juga akan ikut ke pembuluh darah," jelas Medical Doctor & Health Content Creator dr. Kevin Mak dalam webinar bersama Ajinomoto, Selasa (5/7/2022). 

Penumpukan gula yang ikut terbawa ke pembuluh darah lambat laun akan menyebabkan kadar gula dalam darah terlalu tinggi hingga menyebabkan resistensi insulin.

"Kalau dibiarkan dalam jangka panjang akan mengganggu hormon insulin. Karena insulin itu hormon utama yang menjaga kadar gula kita tetap stabil," ujarnya.

Ilustrasi diabetes. (Pexels/NataliyaVaitkevich)
Ilustrasi diabetes. (Pexels/NataliyaVaitkevich)

Berdasarkan anjuran dari Kementerian Kesehatan, batas maksimal konsumsi garam cukup 1 sendok teh atau 5 gram per hari. Batas tersebut disesuaikan dengan kebutuhan harian tubuh terhadap sodium, yakni 115 miligram per hari, berdasarkan rekomendasi nutrisi dari Health Canada.

Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan disebutkan bahwa takaran batas maksimal garam tiap negara bisa berbeda-beda, tergantung iklimnya. Negara dengan iklim lebih panas, seperti di Indonesia, butuh garam lebih banyak. Karena saat tubuh berkeringat, juga akan mengeluarkan sodium atau garam. 

Anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan batas konsumsi sodium 2.400mg atau sekitar 1 sendok teh garam per hari. Konsumsi garam berlebih dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan berbagai penyakit, selain diabetes dan hipertensi. Lainnya, stroke, jantung, dan gangguan ginjal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes

Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes

| Selasa, 05 Juli 2022 | 11:11 WIB

Munculnya Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes Mendatang, Apa Itu?

Munculnya Skin Tag Bisa Jadi Tanda Diabetes Mendatang, Apa Itu?

Health | Selasa, 05 Juli 2022 | 08:17 WIB

Pakar Soroti Pentingnya Peran Keluarga dalam Mendukung Pemulihan Pasien Diabetes

Pakar Soroti Pentingnya Peran Keluarga dalam Mendukung Pemulihan Pasien Diabetes

Health | Selasa, 05 Juli 2022 | 01:10 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB