Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Penderita TBC, Apa Saja?

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 12 Juli 2022 | 20:54 WIB
Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Penderita TBC, Apa Saja?
Daftar Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Penderita TBC. (Freepik)

Suara.com - Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis pada paru-paru. TBC menyerang paru-paru ini dapat menyebabkan masalah pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Tapi tahukah Anda, ada makanan yang tidak boleh dimakan penderita TBC?

Penderita TBC memang harus memiliki cukup nutrisi dengan mengonsumsi beberapa makanan untuk mempercepat penyembuhannya. Makanan yang dianjurkan untuk penderita TBC ini seperti kalori, protein, vitamin, karbohidrat, lemak tidak jenuh, dan mineral.

Namun, terdapat beberapa makanan yang tidak boleh dimakan penderita TBC agar penyakit tidak makin parah. Berikut ini makanan dan minuman yang tidak boleh dimakan dan diminum oleh penderita TBC. Simak ulasannya berikut ini. 

Makanan yang tidak boleh dimakan penderita TBC

1. Makanan mengandung garam yang tinggi

Makanan yang mengandung garam tinggi ini dapat menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Kondisi inilah yang dapat menurunkan tingkat kesehatan penderita TBC. 

2. Makanan karbohidrat olahan

Penderita TBC juga dilarang untuk memakan makanan olahan. Produk makanan olahan tersebut terdiri seperti roti putih, nasi putih, tepung kue, kue kering, puding, dan makanan kaleng lainnya. Para penderita TBC diwajibkan untuk tidak mengonsumsi makanan ini agar tidak timbul kembali gejala-gejala TBC. Sebaiknya penderita TBC dapat makan makanan kaya akan serat seperti gandum dan sayuran hijau.

Ilustrasi seorang batuk dan bersin sebagai gejala Tuberkulosis. (Foto oleh Edward Jenner dari Pexels)
Ilustrasi seorang batuk dan bersin sebagai gejala Tuberkulosis. (Foto oleh Edward Jenner dari Pexels)

3. Daging merah

Penderita TBC dilarang untuk memakan makanan seperti daging merah yang termasuk daging sapi dan daging kambing. Daging merah ini mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol penderita TBC. 

4. Makanan berminyak

Selain daging merah, makanan berminyak juga berkontribusi untuk memberikan lemak jenuh pada tubuh. Oleh karena itu, para penderita TBC dilarang untuk mengonsumsi makanan seperti jenis gorengan. Lemak jenuh ini berisiko untuk meningkatkan diabetes dan penyakit jantung.

5. Minuman berkafein

Minuman berkafein salah satunya kopi tidak baik bagi kesehatan penderita TBC. Pasalnya minuman berkafein dapat menurunkan tingkat kesehatan dan menyebabkan keparahan penyakit TBC yang diderita.

6. Minuman berkarbonasi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Walau Letupannya Indah, Kembang Api Bikin Kualitas Udara Buruk dan Meningkatkan Risiko Penyakit

Walau Letupannya Indah, Kembang Api Bikin Kualitas Udara Buruk dan Meningkatkan Risiko Penyakit

Health | Selasa, 05 Juli 2022 | 19:30 WIB

Peneliti Menemukan Sumber Penyebab Masalah Pernapasan Penderita Long Covid

Peneliti Menemukan Sumber Penyebab Masalah Pernapasan Penderita Long Covid

Health | Sabtu, 02 Juli 2022 | 13:30 WIB

5 Jenis Sakit Infeksi Paru

5 Jenis Sakit Infeksi Paru

| Jum'at, 01 Juli 2022 | 15:33 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB