Walau Letupannya Indah, Kembang Api Bikin Kualitas Udara Buruk dan Meningkatkan Risiko Penyakit

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Selasa, 05 Juli 2022 | 19:30 WIB
Walau Letupannya Indah, Kembang Api Bikin Kualitas Udara Buruk dan Meningkatkan Risiko Penyakit
Ilustrasi Kembang Api (pexels.com/Marc Schulte)

Suara.com - Sudah menjadi hal umum bahwa sebuah perayaan besar, seperti hari raya atau tahun baru, pasti terdapat kembang api. Tetapi ternyata hal-hal tersebut justru menyebabkan kualitas udara memburuk.

Hal itu dibuktikan dalam studi terbaru yang dilakukan oleh Ahli Meteorologi dan Manajer Umum BreezoMeter.com, Paul Walsh.

"Jika Anda kebetulan melawan arah angin dari acara kembang api besar, itu sangat berbahaya," Walsh, dilansir New York Post.

Selain itu, kembang api juga melepaskan partikel halus yang mencakup logam berat, dan itu sangat buruk bila terhirup.

Studi ini mengambil contoh perayaan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat pada Senin (4/7/2022). Peneliti menilai tingkat kualitas udara akan tetap berbahaya hingga sore keesokan harinya, yakni Selasa (5/7/2022).

Ilustrasi pesta kembang api. (Shutterstock)
Ilustrasi pesta kembang api. (Shutterstock)

"Tahun lalu di New York City, selama 4 Juli, tepat setelah kembang api, itu adalah kota paling tercemar ketiga di dunia," kutip Walsh dari data yang diterbitkan oleh IQAir.

Walsh menjelaskan bahwa menghirup partikel halus dapat menyebabkan dampak buruk pada kesehatan kardiovaskular atau jantung serta pernapasan, seperti asma, penurunan fungsi paru-paru, batuk, atau kesulitan bernapas.

"(Partikel halus) dapat menyebabkan kematian dini pada orang dengan penyakit jantung atau paru-paru."

Kembang api sebagian besar terbuat dari bubuk mesiu, pewarna kimia, logam, kertas dan plastik. Ketika meledak, kembang api akan melepaskan gas dan partikel halus ke udara, beserta asap, warna, dan suara.

baca juga

Beberapa gas dan partikulat mengendap kembali ke permukaan, atau diangkut oleh angin ke wilayah lain.

Tembaga, timbal, belerang, kadmium, aluminium, mangan, arsenik, debu besi, strontium, barium, antimon, dan benzena toluena hanyalah beberapa logam dan garam berbahaya yang dilepaskan kembang api.

Semua kandungan tersebut sangat buruk bagi kesehatan, terutama pernapasan.

Sebuah studi tahun 1975 yang terbit di National Library of Medicine menemukan adanya peningkatan 113 persen dalam pengobatan penyakit pernapasan setelah peluncuran kembang api.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupa-Rupa: Asyik Jalan-jalan di Pameran Seni ARTJOG 2022 Expanding Awareness

Rupa-Rupa: Asyik Jalan-jalan di Pameran Seni ARTJOG 2022 Expanding Awareness

Video | Sabtu, 20 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Peneliti Menemukan Sumber Penyebab Masalah Pernapasan Penderita Long Covid

Peneliti Menemukan Sumber Penyebab Masalah Pernapasan Penderita Long Covid

Health | Sabtu, 02 Juli 2022 | 13:30 WIB

Kualitas Udara Jakarta pada Juni di Kondisi Sedang

Kualitas Udara Jakarta pada Juni di Kondisi Sedang

Tekno | Jum'at, 01 Juli 2022 | 23:24 WIB

Terkini

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

×