Lari Puluhan Jam Sejauh Ratusan Kilometer, Begini Cara Pelari Ultra Maraton Bagi Waktu Istirahat Saat Tanding

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 20 Juli 2022 | 15:10 WIB
Lari Puluhan Jam Sejauh Ratusan Kilometer, Begini Cara Pelari Ultra Maraton Bagi Waktu Istirahat Saat Tanding
Pelari ultra marathon Sianti Chandra (Suara.com/Lilis Varwati)

Suara.com - Ikut dalam pertandingan lari ultra marathon mengharuskan pesertanya berlari lebih dari 42 km bahkan bisa sampai ratusan km. Pada pertandingan ultra marathon dengan jarak ratusan kilometer, peserta bahkan bisa lari selama berhari-hari. 

Setiap pertandingan lari jarak jauh, mulai dari 5 km, selalu ada area istirahat minum atau dikenal dengan istilah water station. Di area tersebut, pelari bisa istirahat sejenak untuk minum maupun meregangkan otot. Pada pertandingan ultra marathon juga akan disediakan area serupa, hanya saja jarak antar water station lebih jauh dan banyak. 

Pelari ultra marathon Sianti Chandra bercerita, saat ikut lomba lari dengan jarak lebih dari 100 km, biasanya pelari menyempatkan diri untuk beristirhata, makan, ganti baju, ganti sepatu, hingga tidur selama beberapa menit setelah menempuh lebih dari 50 km.

"Stop ada, tapi untuk isi makan. Kaya lari biasa per 2 km ada water station, di ultra marathon juga ada cuma lebih jauh. Biasanya ada 2 stasiun besar di jarak 50 km dan 100 km, itu makan besar, makan berat nasi gitu," kata Sianti ditemui usai konferensi pers Run for Care bersama SOS, di Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Sianti sendiri mengaku baru istirahat di water station besar setelah melewati jarak 50 km. Tetapi, di area istirahat tersebut hanya digunakannya untuk makan. Baru saat sudah sampai di jarak 100 km, ia akan menyempatkan untuk tidur.

"Di kilometer 100 bisa tidur 15-30 menit, makan, lalu lanjut untuk sisa 50 km (apabila jarak tempuh lomba ultra marathon 150 km)," ujarnya.

Menurut Sianti, jarak 50 km terakhir biasanya menjadi yang paling krusial. Karena waktu lomba sudah masuk hari kedua, sehingga rata-rata pelari kurang tidur. Akibatnya, tantangan yang kerap dirasakan, selain kelelahan, para pelari juga sering kali berlari sambil menahan kantuk.

Rata-rata waktu tempuh lari ultra marathon dengan jarak 150 km diberi waktu maksimal 33-36 jam, tergantung dari pihak penyelenggara. Lantaran harus berlari sejauh dan selama itu, Sianti mengatakan bahwa ketahanan tubuh menjadi kunci utama agar bisa sampai jarak akhir. 

"Ultra marathon itu bukan soal kecepatan. Karena jaraknya jauh, jadi ini tentang endurance," ujarnya.

baca juga

Rutin ikut pertandingan ultra marathon sejak 2019, Sianti mengaku kalau jarak lari di atas 100 km memang tidak mudah. Hingga saat ini pun dirinya baru mengikuti lomba ultra marathon berjarak di atas 100 km kurang dari sepuluh kali. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepatu Lari Ini Telah Membantu Banyak Atlet Memenangkan Medali di Kompetisi Internasional

Sepatu Lari Ini Telah Membantu Banyak Atlet Memenangkan Medali di Kompetisi Internasional

Lifestyle | Rabu, 20 Juli 2022 | 12:42 WIB

6 Manfaat Olahraga Lari, Bisa Dirasakan Jika Dilakukan Rutin

6 Manfaat Olahraga Lari, Bisa Dirasakan Jika Dilakukan Rutin

Health | Rabu, 20 Juli 2022 | 07:41 WIB

Pelari Cantik Ini Bikin Heboh Medsos, Warganet: Mirip Karina aespa

Pelari Cantik Ini Bikin Heboh Medsos, Warganet: Mirip Karina aespa

Fresh | Senin, 18 Juli 2022 | 14:14 WIB

Terkini

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:22 WIB

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Tak Seindah Ekspektasi: Novel 'Sisi Tergelap Surga' Buka-bukaan Fakta Pahit Kerasnya Jakarta

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:18 WIB

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Purbaya Dicopot Pas Lagi Rapat RAPBN, Akademisi UMY Soroti Etika dan Kepatutan Penguasa

Jogja | Rabu, 16 September 2026 | 16:16 WIB

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

Disimpan di Gudang Jakut, Penyelundupan Kacang Tanah 49,50 Ton Asal India Terbongkar

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:13 WIB

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

Sudah Sukses, Jangan Lupa! Alumni Penerima KIP Kuliah Diminta Balas Budi ke Adik Kelas

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:12 WIB

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

Kedubes AS di Arab Saudi: Warga Amerika Jangan ke Perbatasan Yaman, Risiko Terorisme

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Kepergok Curi Sawit-Bacok Warga, Pria Ini Ditangkap saat Sembunyi Bersama Istri Siri

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Peneliti Ubah Kotoran Sapi Menjadi Bahan Baku Lilin: Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 16:10 WIB

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

Prabowo: Kalau Tak Kuat Jadi Petugas Rakyat, Harus Minggir

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:09 WIB

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis Waralaba RI Tembus Rp143 Triliun, Tumbuh 10-15% per Tahun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:06 WIB

×