Dokter Sebut Depresi Bisa Hambat Pengobatan Pasien Stroke

Senin, 01 Agustus 2022 | 22:20 WIB
Dokter Sebut Depresi Bisa Hambat Pengobatan Pasien Stroke
Ilustrasi stroke. (shutterstock)

Suara.com - Penyakit stroke mengakibatkan terganggunya aliran darah akibat ada pembuluh darah yang tersumbat ataupun bocor. Gangguan pembuluh darah tersebut bisa menyebabkan disfungsi neurologi atau kecacatan, terutama bila terjadi stroke iskemik.

Stroke iskemik terjadi karena adanya gangguan aliran darah ke otak. Tersumbatnya pembuluh darah itu menyebabkan banyak sel otak mati, sehingga terjadi disfungsi neurologi.

Dikutip dari situs Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), stroke tercatat sebagai penyebab kecacatan tertinggi pada populasi di atas 65 tahun di Indonesia.

Selain perlu dilakukan pengobatan dan terapi, kondisi psikologis pasien stroke juga perlu dijaga. Dokter spesialis saraf dr. Winda Kusumadewi, Sp.S., mengatakan bahwa bila pasien stroke alami depresi bisa menganggu proses pemulihan.

Dokter Winda menjelaskan bahwa proses pemulihan pasca stroke tidak hanya dilihat dari gangguan pembuluh darah yang terjadi, tapi juga kemungkinan adanya penyakit lain, termasuk gangguan psikologis.

"Ada penyakit lain atau tidak yang menyertai, misalnya apakah ada depresi karena itu juga kadang mempengaruhi semangat pasien untuk penyembuhan," ujarnya dalam siaran radio kesehatan Kementerian Kesehatan, Senin (1/8/2022).

Menurutnya, pasien stroke yang alami disfungsi neurologi masih ada kemungkinan kembali normal. Hanya saja perlu dipastikan berbagai faktor penentunya.

"Banyak faktor penentu, misal usia yang lebih muda dibandingkan tua. Kalau sudah tua, penyembuhannya lebih sulit. Tergantung juga operasinya, lalu seberapa besar pengaruh stroke sumbatannya atau pendarahannya," imbuh dokter Rumah Sakit Pusat Otak Jakarta itu.

Status kesehatan lain, seperti kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah juga harus terkontrol bagi pasien stroke. Dokter Winda membenarkan bahwa pengobatan dan pemulihan pasca stroke memang sangat banyak dan panjang.

Baca Juga: Yolanda Hadid Comeback di Instagram Setelah 9 Bulan Vakum, Akui Berjuang Melawan Depresi dan Penyakit Lyme

Itu sebabnya, pasien diminta tetap semangat menjalani setiap tahapan pengobatan. Juga peran keluarga dan kerabat yang mendampingi sangat penting.

"Jangan langsung berputus asa karena ada periode di mana ketika kita melakukan pengobatan yang tepat kemudian fisioterapi maka bisa terjadi perbaikan pascastroke," kata dokter Winda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI