Orangtua Bisa Ajak Anak Ikut Imunisasi Kejar Saat Terlewat GIliran

Bimo Aria Fundrika | Fajar Ramadhan | Suara.com

Minggu, 07 Agustus 2022 | 13:30 WIB
Orangtua Bisa Ajak Anak Ikut Imunisasi Kejar Saat Terlewat GIliran
Imunisasi campak-rubela di Balikpapan. [Inibalikpapan.com]

Suara.com - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kembali jalankan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) tahan II. Sebelumnya pada Mei 2022 lalu telah dilaksanakan BIAN tahap pertama pada 27 provinsi di luar Jawa-Bali.

Sementara itu, BIAN tahap II ini sendiri difokuskan untuk imunisasi anak di wilayah Jawa-Bali. Program BIAN tahap II bulan ini akan dilaksanakan di 7 provinsi pulau Jawa dan Bali, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY Jakarta, dan Bali.

Program ini sendiri untuk membuat masyarakat mengetahui pentingnya imunisasi kepada anak. Apalagi, banyak anak yang cakupan imunisasisnya menurut sejak pandemi Covid 19. Telatnya vaksinasi tersebut sendiri juga menjadi kesempatan masyarakat untuk ikut imunisasi kejar di program BIAN tahap II ini.

Dokter Spesialis Anak, Dr. Robert Soetandio, SpA, M.Si.Med mengatakan, imunisasi kejar sendiri dimaksudkan agar anak-anak yang ketinggalan dapat memiliki antibodi yang cukup dan mencegahnya dari berbagai penyakit.

Imunisasi Anak. (pixabay.com)
Imunisasi Anak. (pixabay.com)

Seperti yang diketahui, imunisasi sendiri memang ditujukan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, Dr. Robert menuturkan, terdapat jadwal imunisasi sehingga dapat membentuk sistem imun yang baik. Namun, jika terlambat dapat mengikuti imunisasi kejar.

“Tujuan imunisasi adalah melindungi seseorang atau sekelompok masyarakat terhadap penyakit tertentu, bahkan menghilangkan penyakit tertentu di dunia. Untuk imunisasi kejar adalah tindakan mengejar ketinggalan program imunisasi dari seorang anak agar mempunyai antibodi yang cukup untuk mencegah kesakitan atau kematian akibat penyakit tertentu,” ucap Dr. Robert saat dihubungi Suara.com, Sabtu (6/8/2022).

Dr. Robert mengungkapkan, jadwal pelaksanaan imunisasi ini sendiri sudah mengikuti aturan dari WHO. Namun, jika harus melakukan imunisasi kejar karena keterlambatan sendiri dilihat dari waktu antara dua vaksin, jenisnya, dan usia.

“Perlu diperhatikan usia minimal atau maksimal dan interval minimal antar 2 vaksin. Seperti, usia minimal untuk vaksin pentavalen adalah 6 minggu. Kedua, usia maksimal vaksin DTP adalah 6 tahun. Untuk anak lebih dari 7 tahun, gunakan vaksin Td. Interval minimal antara vaksin pentavalen adalah 4 minggu,” sambungnya.

Sementara itu, menurut Dr. Robert jika memang usia sudah melewati batas imunisasi kejar, orang tua dapat memberikan asupan nutrisi yang baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh anak.

Hal ini juga diseimbangi dengan gaya hidup dan aktivitas seperti istirahat yang cukup, berjemur di bawah sinar matahari, hindari makanan yang tidak sehat, dan lain-lain.

“Jika memang sudah melewati orang tua cukup memberikan nutrisi seimbang dalam jumlah yang cukup sesuai kebutuhan, tidak berlebihan dan kekurangan. Lalu istirahat yang cukup agar hormon pertumbuhan bekerja, berjemur dibawah sinar matahari sehingga daya tahan tubuh meningkat, serta hindari makanan gula yang berlebihan, pemanis, pewarna, pengawet dan ultra proses,” jelas Dr. Robert.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ASI Merupakan Imunisasi Pertama Bagi Bayi

ASI Merupakan Imunisasi Pertama Bagi Bayi

Sumbar | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 13:19 WIB

Menkes Hadiri Kick Off Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahap II Jawa-Bali

Menkes Hadiri Kick Off Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tahap II Jawa-Bali

| Sabtu, 06 Agustus 2022 | 07:30 WIB

Warga Depok Antusias Sambut Bulan Imunisasi Nasional

Warga Depok Antusias Sambut Bulan Imunisasi Nasional

| Kamis, 04 Agustus 2022 | 15:50 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB