Sadar Enggak Sih, Kenapa Ya Foto Peristiwa Proklamasi Indonesia Hanya Sedikit?

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:30 WIB
Sadar Enggak Sih, Kenapa Ya Foto Peristiwa Proklamasi Indonesia Hanya Sedikit?
makna proklamasi kemerdekaan bagi bangsa Indonesia (pinterest)

Suara.com - Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 merupakan titik penting bagi perjalanan bangsa ini. Melalui proklamasi, Indonesia kemudian bisa menjadi negara yang berdaulat seperti saat ini.

Salah satu foto yang paling terkenal merekam momen bersejarah tersebut adalah saat Presiden Soekarno membacakan naskah proklamasi di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur, no. 56, Cikini, Jakarta Pusat. Sementara Wakil Presiden Mohammad Hatta berdiri di sisi kiri.

Lainnya adalah foto upacara dan pengibaran bendera merah putih. Sayangnya, selain momen tersebut, tak banyak foto lain yang mendokumentasikan peristiwa proklamasi. 

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa hanya ada sedikit sekali foto-foto peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia yang kita ketahui sampai saat ini? 

Sebuah video viral di TikTok, diunggah akun @harjanto_marimas, seorang pengusaha keturanan dan filantropis keturunan Tionghoa mengungkap alasan di balik hal tersenut. 

"Ternyata ada kisahnya. Ternyata yang berhasil memotret peristiwa bersejarah itu hanya dua orang yaitu kakak beradik Frans dan Alex mendur. Orang dari Sulawesi," ungkapnya seperti yang Suara com kutip pada Selasa (9/8/2022).

Sayangnya, lanjut dia, setelah memotret, keduanya ditangkap oleh Kempetai atu tentara Jepang. Hasil potret dari Alex mendur pun dimusnahkan dan dibakar oleh mereka.

"Hasil potret dari Frans mendur untung bisa diselamatkan, dikubur di bawah pohon di kantor berita Asia Raya. Dan setelah keadaan aman, baru kemudian foto itu diproses," ungkapnya. 

Nah, untuk mengetahui detil peristiwa tersebut dan mengenal siapa Frans dan Alex Mendur, berikut beberapa fakta menarik lainnya. 

baca juga

1. Kakak Beradik yang Berporofesi Sebagai Fotografer

Teks proklamasi
Teks proklamasi

Frans Soemarto Mendur atau yang lebih dikenal dengan nama Frans S. Mendur merupakan seorang fotografer yang lahir pada 16 April 1913 di Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara. 

Ia berkelana dari kampung halamannya menuju Surabaya kemudian pergi ke Batavia untuk bertemu dengan sang kakak, Alexius “Impurung” Mendur. Sang kakak inilah yang banyak memberikan ilmu-ilmu seputar dunia fotografi kepadanya sehingga ia mulai tertarik dengan kegiatan potret-memotret tersebut. 

2. Mendengar Kabar Akan Ada Peristiwa Penting di Kediaman Soekarno

Pada pagi 17 Agustus 1945, Frans Mendur mendengar kabar dari sumber di harian Asia Raya bahwa akan ada peristiwa penting di kediaman Soekarno. 

Begitu pula dengan Alex Mendur, yang saat itu menjabat kepala bagian fotografi kantor berita Jepang Domei. Kedua Mendur bersaudara ini lantas membawa kamera mereka dan mengambil rute terpisah menuju kediaman Soekarno.

3. Hanya Merekalah Fotografer yang Meliput Pembacaan Proklamasi

Hanya Frans dan Alex Mendur lah fotografer yang hadir untuk meliput pembacaan proklamasi. Hal ini dikarenakan pembacaan proklamasi berlangsung secara spontan tanpa adanya persiapan khusus.

Terlebih, Jepang telah mengaku kalah pada sekutu beberapa hari sebelumnya, kabar tersebut memang belum diketahui luas di Indonesia. Radio masih disegel Jepang dan bendera Hinomaru masih berkibar di mana-mana. Patroli tentara Jepang juga masih berkeliaran dan bersenjata lengkap.

4. Frans Berhasil Mengambil Tiga Foto

Frans berhasil mengabadikan tiga foto, dari tiga frame film yang tersisa. Foto pertama, Soekarno membaca teks proklamasi. Foto kedua, pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat, anggota PETA (Pembela Tanah Air). Foto ketiga, suasana upacara dan para pemuda yang menyaksikan pengibaran bendera.

5. Diburu Tentara Jepang

Namun, di tengah proses pengambilan gambar terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Film kamera yang dibawa oleh Alex disita dan plat-plat negatif miliknya juga dihancurkan oleh tentara pasukan Jepang. 

Lain halnya dengan Frans, ia lebih cerdik dalam menjaga foto-foto hasil jepretannya dengan mengubur plat-plat negatif miliknya di halaman Kantor Asia Raya. Ketika tentara Jepang menggeledah seluruh hasil fotonya, Frans membuat pengakuan kepada tentara Jepang bahwa negatif film miliknya telah dirampas pihak barisan pelopor pendukung Soekarno. 

Setelah suasana lebih aman dan kondusif, ia mengambil negatif film tersebut dan mencetaknya secara diam-diam di kamar gelap Kantor Berita Domei. 

6. Dipublikasikan Hampir Satu Tahun Setelahnya

Proklamasi kemerdekaan Indonesia hanya diberitakan singkat di harian Asia Raya, 18 Agustus 1945. Tanpa foto karena telah disensor Jepang.

Pada bulan September 1945, fotografer-fotografer muda Indonesia bekas fotografer Domei di Jakarta dan Surabaya mendirikan biro foto di kantor berita Antara.

Tanggal 1 Oktober 1945, BM Diah dan wartawan-wartawan eks harian Asia Raya merebut percetakan De Unie dan mendirikan Harian Merdeka. Alex Mendur pun pindah ke Harian Merdeka. 

Foto bersejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia karya Frans Mendur tersebut baru bisa dipublikasikan pertama kali pada 20 Februari 1946 di halaman muka Harian Merdeka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teks Proklamasi: Proses Perumusan, Naskah, dan Maknannya

Teks Proklamasi: Proses Perumusan, Naskah, dan Maknannya

News | Selasa, 09 Agustus 2022 | 12:54 WIB

Destinasi Wisata Saksi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Destinasi Wisata Saksi Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Tangsel | Selasa, 09 Agustus 2022 | 07:06 WIB

2 Eks Pejabat Bea Cukai Bandara Soetta Terbukti Peras Dua Perusahaan Jastip Divonis 3 Tahun 6 Bulan

2 Eks Pejabat Bea Cukai Bandara Soetta Terbukti Peras Dua Perusahaan Jastip Divonis 3 Tahun 6 Bulan

Banten | Selasa, 09 Agustus 2022 | 06:37 WIB

Terkini

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

Gedung Pengungsi Jalur Gaza Roboh, 5 Orang Tewas

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 12:07 WIB

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Karier dan Pekerjaan yang Cocok untuk Zodiak Aquarius yang Kreatif, Ide Liarnya Bisa Jadi Cuan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:06 WIB

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026

Kalbar | Rabu, 16 September 2026 | 12:05 WIB

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

Kronologi Lengkap Serda AMF Dianiaya Senior hingga Tewas di Mess Halim Perdanakusuma

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:04 WIB

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Apa Perbedaan antara Powder Foundation dan Foundation Cair? Ini Perbandingan Hasil dan Fungsinya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:02 WIB

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

Soal Parliamentary Threshold, Dede Yusuf Sebut Angka 4 atau 5 Persen Paling Kuat

Soal Parliamentary Threshold, Dede Yusuf Sebut Angka 4 atau 5 Persen Paling Kuat

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026

BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026

Jakarta | Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB

7 Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Licin agar Kesat dan Tidak Mudah Terpeleset

7 Cara Mengatasi Lantai Keramik yang Licin agar Kesat dan Tidak Mudah Terpeleset

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:00 WIB

×