81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 16 September 2026 | 12:01 WIB
81% Pasar RI Dikuasai Baja China, Pemerintah Mulai Penyelidikan Antidumping
Ilustrasi industri Baja Indonesia.
baca 10 detik
  • Komite Anti Dumping Indonesia memulai penyelidikan impor baja lapis seng asal Tiongkok pada 15 September 2026.
  • Penyelidikan dilakukan karena lonjakan impor baja Tiongkok yang mencapai 81 persen merugikan industri manufaktur nasional.
  • Proses investigasi resmi ini dijadwalkan berlangsung selama 12 bulan dan dapat diperpanjang hingga 18 bulan.

Suara.com - Pemerintah Indonesia melalui Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) mengambil langkah tegas untuk melindungi keberlanjutan sektor manufaktur dan industri baja nasional.

Lembaga penegak keadilan perdagangan tersebut resmi memulakan penyelidikan Antidumping terhadap Impor Baja lapis seng atau BJLS yang didatangkan dari Tiongkok mulai Selasa (15/9/2026).

Langkah hukum ini diambil usai diterimanya permohonan resmi dari dua entitas produsen besar nasional, yakni PT Tata Metal Lestari dan PT Arcelormittal Nippon Steel Indonesia. Kedua perusahaan tersebut bertindak mewakili kepentingan Industri Baja Nasional yang terancam oleh serbuan produk impor berharga murah.

Ketua KADI, Frida Adiati, menjelaskan bahwa keputusan pembukaan kasus ini didasari oleh penemuan awal yang menunjukkan adanya anomali lonjakan pasokan baja impor yang memukul performa finansial serta operasional pabrikan lokal.

“Berdasarkan hasil kajian terhadap kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor BJLS asal Tiongkok yang mengakibatkan kerugian bagi industri dalam negeri,” ujar Frida kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).

Dominasi 81 Persen dan Cakupan Kode HS

Data pencatatan KADI mengungkapkan fakta memprihatinkan terkait ketergantungan pasokan dari negeri tirai bambu tersebut. Sepanjang rentang waktu 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2025, total akumulasi impor BJLS Indonesia dari seluruh dunia menembus angka 2.562.407 metrik ton (MT).

Dari total volume masif tersebut, sebanyak 2.075.801 MT atau setara 81 persen di antaranya disuplai secara langsung oleh eksportir Tiongkok. Dominasi mutlak ini secara perlahan mengikis pangsa pasar pabrikan dalam negeri.

Penyelidikan teknis ini menyasar sejumlah pos tarif spesifik berdasarkan Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI) 2022. Rincian kode Harmonized System (HS) yang masuk dalam ranah investigasi mencakup 7210.49.11, 7210.49.17, 7210.49.18, 7210.49.19, 7212.30.12, 7212.30.13, 7212.30.19, 7225.92.90, dan 7225.99.90.

baca juga

Sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Antidumping, Tindakan Imbalan, dan Tindakan Pengamanan Perdagangan, proses investigasi mendalam ini akan dilangsungkan dengan tenggat waktu paling lama 12 bulan, serta memiliki opsi perpanjangan hingga 18 bulan apabila memerlukan pembuktian tambahan di lapangan.

Pihak otoritas juga telah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), baik asosiasi produsen lokal, importir terdaftar, hingga pabrikan eksportir di Tiongkok.

“KADI telah menyampaikan pemberitahuan mengenai dimulainya penyelidikan kepada pihak yang berkepentingan, termasuk industri dalam negeri, importir, serta eksportir dan produsen BJLS asal Tiongkok yang diketahui. Informasi tersebut juga telah disampaikan kepada perwakilan Pemerintah Tiongkok di Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tiongkok,” imbuh Frida.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

WN China Berburu dan Makan Penyu di Raja Ampat, Kemenpar Minta Pihak yang Fasilitasi Ikut Diusut

News | Rabu, 16 September 2026 | 10:35 WIB

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Era Mobil Bensin Terancam Usai: Mobil Pembakaran Internal Perlahan Sirna di China

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 15:40 WIB

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Baja China Banjiri Indonesia, KADI Gelar Penyelidikan Antidumping

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 13:07 WIB

Terkini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Viva Milk Cleaner Spirulina untuk Kulit Apa? Cuma Rp9 ribu Ampuh Cegah Penuaan Dini

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Hadapi Gejolak Pasar hingga 2027, Investor Diminta Disiplin dan Diversifikasi

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Hingga Akhir Desember 2026

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:25 WIB

Apakah Bulan November 2026 Ada Tanggal Merah? Ini Daftar Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

Apakah Bulan November 2026 Ada Tanggal Merah? Ini Daftar Hari Libur Sesuai SKB 3 Menteri

News | Senin, 02 November 2026 | 18:22 WIB

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

News | Senin, 02 November 2026 | 18:19 WIB

Budaya Tutup Mulut soal Gaji: Menjaga Privasi atau Celah Eksploitasi?

Budaya Tutup Mulut soal Gaji: Menjaga Privasi atau Celah Eksploitasi?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:15 WIB

Bawa Laras Panjang dan Dobrak Pintu Saat Santriwati Belum Berhijab, DPR Minta Kapolda Jateng Dicopot

Bawa Laras Panjang dan Dobrak Pintu Saat Santriwati Belum Berhijab, DPR Minta Kapolda Jateng Dicopot

News | Senin, 02 November 2026 | 18:11 WIB

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

Pakar Hukum UMY: Putusan MA Tak Otomatis Kosongkan Jabatan Wapres, DPR Harus Gelar Impeachment

News | Senin, 02 November 2026 | 18:09 WIB

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Bagaimana Cerita Rakyat Tengger Mengajarkan Perempuan Menjaga Alam?

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:08 WIB

×