Ahli: Pil Covid-19 Paxlovid Tidak Beri Manfaat Apapun pada Orang Dewasa Muda!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 16:00 WIB
Ahli: Pil Covid-19 Paxlovid Tidak Beri Manfaat Apapun pada Orang Dewasa Muda!
Ilustrasi pil paxlovid (Shutterstock)

Suara.com - Pil Covid-19 Pfizer nampaknya memberikan sedikit manfaat atau tidak sama sekali pada orang dewasa yang lebih muda. Meskipun, pil Pfizer ini bisa menurunkan risiko rawat inap dan kematian bagi manula yang berisiko tinggi.

Hasil dari penelitian 109.000 pasien Israel memperbarui pertanyaan mengenai penggunaan pil Covid-19 Pfizer yang disebut Paxlovid oleh pemerintah AS, telah menjadi pengobatan utama Covid-19 karena mudah dilakukan di rumah.

Para peneliti menemukan bahwa pil Covid-19 Paxlovid tersebut bisa menurunkan risiko rawat inap di antara orang 65 tahun atau lebih tua sekitar 75 persen ketika diberikan segera setelah terinfeksi.

Temuan ini konsisten dengan hasil sebelumnya yang digunakan untuk mengesahkan obat di AS dan negara lain.

Tapi, orang-orang antara usia 40 dan 65 tahun tidak mendapatkan manfaat yang serupa dari pil Covid-19 Paxlovid.

Penelitian ini memiliki keterbatasan karena desainnya, yang mengumpulkan data dari sistem kesehatan besar Israel daripada mendaftar pasien dalam penelitian acak dengan kelompok kontrol.

Ilustrasi virus corona Covod-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/Engin_Akyurt)

Temuan ini mencerminkan sifat pandemi yang berubah, di mana sebagian besar orang sudah memiliki perlindungan dari virus corona karena vaksinasi atau infeksi sebelumnya.

Pada orang dewasa yang lebih muda, pil Covid-19 ini sangat mengurangi risiko komplikasi Covid-19 yang parah.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) baru-baru ini memperkirakan bahwa 95 persen orang Amerika berusia 16 tahun ke atas telah memperoleh beberapa tingkat kekebalan terhadap virus corona.

"Paxlovid tetap menjadi pil Covid-19 yang penting bagi orang-orang dengan risiko tinggi, seperti manula dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah," kata Dr David Boulware, peneliti dan dokter University of Minnesota dikutip dari AP News.

Tapi, David mengatakan bahwa Paxlovid ini justru tidak memberikan manfaat apapun pada beberapa orang. Meski begitu, juru bicara Pfizer menolak mengomentari hasil yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS mengizinkan Paxlovid untuk orang dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas yang dianggap berisiko tinggi, bila mengalami obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

CDC pun mengatakan bahwa lebih dari 42 persen orang dewasa AS dianggap obesitas, mewakili 138 juta orang Amerika.

Namun, pil Paxlovid ini dianggap penting untuk mengurangi risiko rawat inap dan kematian akibat Covid-19, karena jauh lebih kuat daripada pesaingnya pil Merck.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korea Utara Klaim Menang Melawan Virus Corona dan Berita Kesehatan Populer Lainnya

Korea Utara Klaim Menang Melawan Virus Corona dan Berita Kesehatan Populer Lainnya

Health | Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:34 WIB

Studi: 500 Juta Orang Asia Tenggara Hidup Bareng Kelelawar Pembawa Virus Corona

Studi: 500 Juta Orang Asia Tenggara Hidup Bareng Kelelawar Pembawa Virus Corona

Tekno | Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:33 WIB

Update Covid-19 Global: Choi Siwon Terinfeksi Virus Corona, Batal Ikut Tur dengan Super Junior

Update Covid-19 Global: Choi Siwon Terinfeksi Virus Corona, Batal Ikut Tur dengan Super Junior

Health | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 07:56 WIB

Empat Hari Lalu Dinyatakan Negatif Covid-19, Hasil Tes Antigen Joe Biden Kembali Positif Virus Corona

Empat Hari Lalu Dinyatakan Negatif Covid-19, Hasil Tes Antigen Joe Biden Kembali Positif Virus Corona

Health | Senin, 01 Agustus 2022 | 08:49 WIB

Peneliti Ungkap Asal Muasal Virus Corona Pertama dan Berita Populer Kesehatan Lainnya

Peneliti Ungkap Asal Muasal Virus Corona Pertama dan Berita Populer Kesehatan Lainnya

Health | Jum'at, 29 Juli 2022 | 08:31 WIB

Peneliti Inggris Kembangkan Vaksin yang Bisa untuk Semua Jenis Virus Corona, Termasuk Covid-19 dan Flu Biasa

Peneliti Inggris Kembangkan Vaksin yang Bisa untuk Semua Jenis Virus Corona, Termasuk Covid-19 dan Flu Biasa

Health | Kamis, 28 Juli 2022 | 12:30 WIB

Terkini

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD

Health | Senin, 06 April 2026 | 17:43 WIB

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi

Health | Minggu, 05 April 2026 | 09:54 WIB

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB