6 Hal yang Menyebabkan Anak Melakukan Gerakan Tutup Mulut atau GTM

Senin, 29 Agustus 2022 | 11:53 WIB
6 Hal yang Menyebabkan Anak Melakukan Gerakan Tutup Mulut atau GTM
Ilustrasi anak makan. [Pexels]

Suara.com - Gerakan Tutup Mulut atau GTM dapat menjadi tantangan besar untuk orangtua. GTM yang dilakukan anak membuat orangtua merasa khawatir jika hal itu membuat anak mengalami berbagai masalah kesehatan.

Mengutip buku Health First RS Pondok Indah, GTM digolongkan menjadi dua, yaitu organik dan fungsional.

Untuk faktor organik, GTM disebabkan karena masalah pada organ pencernaan seperti lidah, bibir, gigi, tenggorokan, lambung, dan lain-lain.

Ilustrasi anak GTM (Pexels/Vanessa Loring)
Ilustrasi anak GTM (Pexels/Vanessa Loring)

Sementara untuk masalah fungsional, terjadi karena adanya gangguan psikologis seperti trauma makan, depresi, kecemasan, dan lain-lain.

Faktor yang menyebabkan GTM pada anak ini pun dikenal sangat beragam. Biasanya, kondisi ini terjadi karena kebiasaan yang dilakukan oleh anak dan orangtua.

Berikut beberapa hal menjadi penyebab terjadinya GTM pada anak:

  1. Kebiasaan orangtua memaksa anak berlebihan. Padahal kondisi ini dapat menyebabkan anak trauma untuk makan
  2. Mengancam anak untuk makan dengan kekerasan
  3. Kebiasaan makan sambil melakukan berbagai aktivitas lain seperti jalan-jalan, menonton televisi, dan lain-lain yang mengalihkan perhatiannya
  4. Terlalu menargetkan makanan harus habis sehingga makan dilakukan berjam-jam
  5. Minum terlalu banyak dan mani sehingga membuat anak menjadi kenyang sebelum makan
  6. Kebiasaan memberi hadiah kepada anak jika mau makan. Hal ini membuatnya bergantung pada hadiah yang diberikan

Jika anak melakukan GTM, orangtua perlu segera melakukan tindakan dan menangani masalah itu dengan cepat. Pasalnya, jika dibiarkan berlarut, hal ini dapat mengganggu pertumbuhan anak.

Kondisi ini juga dapat membuat anak tidak tumbuh dengan optimal. Anak yang mengalami GTM juga sulit mencapai berat badan dan tinggi ideal.

Selain itu, GTM juga dapat memengaruhi imunitas anak. Hal ini dapat membuat anak rentan terkena berbagai infeksi seperti diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), infeksi saluran kemih (ISK).

Baca Juga: 4 Hal Unik yang Hanya Bisa Kita Temui di Kos, Jadi Kenangan

GTM juga dapat terjadi pada usia berapapun. Untuk itu, orangtua harus bisa mengontrol kondisi anak yang mengalami GTM.

Jika masih sulit dan berpengaruh pada kondisi kesehatannya, orangtua dapat membawa ke dokter spesialis anak untuk menemukan solusi terhadap permasalah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI