Bumil Jangan Hanya Makan Es Krim Bila Berat Badan Janin Kurang, Dokter Ungkap Bahayanya

Rabu, 07 September 2022 | 07:59 WIB
Bumil Jangan Hanya Makan Es Krim Bila Berat Badan Janin Kurang, Dokter Ungkap Bahayanya
Ilustrasi es krim cone (Pixabay.com/silviarita)

Suara.com - Bayi yang sudah berusia di atas 37 minggu dalam kandungan dianggap telah matang atau siap lahir. Tetapi meskipun usianya sudah cukup, berat badan bayi juga harus dipastikan telah optimal.

Sesuai pedoman dari Kementerian Kesehatan RI, berat badan lahir untuk bayi yang sehat minimal 2500 gram atau 2,5 kilogram. Berat badan janin tersebut bisa diketahui saat pemeriksaan USG. 

Bila usia janin masih di bawah 40 minggu, ibu masih mungkin untuk menambah berat janin sebelum masa persalinan. Namun, menaikan berat badan janin bukan berarti ibu hanya perlu lebih banyak makan.

"Idealnya kita harus evaluasi dulu kenapa kok berat janin ini rendah, naiknya nggak sesuai usia kehamilan. Mungkin aja ada gangguan pada ari-ari atau mungkin pada tali pusarnya, mungkin ada penyempitan pembuluh darah di sana sehingga si janin tidak dapat nutrisi yang cukup dari darah ibu. Itu bisa jadi penyebab juga," kata dokter umum dr. Jeffry Kristiawan dikutip dari kanal YouTube Tanyakan Dokter. 

Setelah penyebabnya diketahui, dokter akan memberikan rekomendasi treatment yang perlu dilakukan ibu agar berat janinnya naik. Itu sebabnya, dokter Jeffry mengingatkan, kalau berat janin kurang bukan berarti ibu hanya perlu konsumsi makanan atau minuman manis seperti es krim.

"Memang betul makan makanan yang manis, minuman yang manis itu bisa menaikkan berat badan. Tapi tidak serta merta hanya seperti itu. Tetap ibu yang hamil ingin menaikkan berat janin wajib makannya harus lengkap, harus bergizi," pesan dokter Jeffry.

Apabila hanya konsumsi es krim demi berat janin bertambah, yang dikhawatirkan justru gula darah ibu bisa meningkat sehingga berujung diabetes. Selain itu, ibu juga berisiko jadi lebih gemuk karena nutrisi dalam es krim sebenarnya hanya gula.

Paling utama, lanjut dokter Jeffry, ibu harus konsumsi gizi seimbang yang tercukupi nutrisi karbohidrat, protein, dan lemak. Juga tambahan vitamin dan mineral.

Dalam upaya menaikan berat badan janin, ibu juga harus mencukupi kebutuhan air minumnya. Disarankan untuk kinsumsi 2,5 liter setiap hari.

Baca Juga: Apa Itu Dermatitis Popok dan Bagaimana Mencegahnya?

"Nanti lama-lama, kalau misalkan tidak ada masalah pada pembuluh darah, ari-ari, atau tali pusar, itu juga membantu sekali menaikkan berat badannya. Karena nutrisinya juga kita tambahkan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI