Menkes Budi Soroti Jumlah Dokter Gigi di Indonesia yang Sangat Sedikit, Distribusinya Pun Tak Merata

Risna Halidi, Lilis Varwati

Senin, 12 September 2022 | 18:50 WIB
Menkes Budi Soroti Jumlah Dokter Gigi di Indonesia yang Sangat Sedikit, Distribusinya Pun Tak Merata
Menkes Budi Gunadi Sadikin. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar jumlah dokter gigi bisa merata di setiap Kabupaten/Kota. Itu dilakukan agar masalah gigi dan mulut yang ada di masyarakat bisa diatasi.

Menkes Budi berharap, akan ada lebih banyak dokter gigi bisa ditempatkan di Puskesmas, bukan hanya di kota-kota besar tapi juga pelosok.

"Sedikit sekali dokter gigi yang mau kerja di Puskesmas, lebih banyak yang memprioritaskan di kabupaten/kota besar," kata Menkes Budi saat memberikan sambutan secara virtual di acara Hari Kesehatan Gigi Nasional (HKGN).

"Akibatnya banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan ke dokter gigi," tambahnya saat berada di Plaza Utara Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (12/9/2022). 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/7/2022). (YouTube Sekretariat Presiden)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/7/2022). (YouTube Sekretariat Presiden)

Riskesdas 2018 ditemukan bahwa proporsi terbesar masalah gigi di Indonesia adalah gigi rusak, berlubang, atau sakit sebanyak 45,3 persen.

Sedangkan masalah kesehatan mulut paling banyak dialami yaitu gusi bengkak dan atau keluar bisul (abses) sebesar 14 persen.

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) sebagai organisasi profesi juga diminta untuk bantu sebarkan dokter gigi ke Puskesams di seluruh kecamatan di Indonesia. 

"Saya akan bantu bagaimana mekanisme penggajian, penyebaran alat agar seluruh masyarakat, anak terutama, bisa dapat akses layanan. Dengan demikian kesehatan gigi anak bisa terjaga, asupan gizi terjaga, dan tumbuh jadi anak sehat," tuturnya.

Ilustrasi dokter gigi, sakit gigi, perawatan gigi, gigi (Pixabay/jarmoluk)
Ilustrasi dokter gigi, sakit gigi, perawatan gigi, gigi (Pixabay/jarmoluk)

Diakui oleh Ketua PDGI drg. Usman Sumantri, MSc., bahwa jumlah dokter gigi di Indonesia memang sangat sedikit.

baca juga

PDGI mencatat totalnya baru sekitar 34.700 dokter gigi di seluruh Indonesia. Menurutnya, jumlah idealnya 10 kali lipat dari itu.

Sementara itu, lulusan dokter gigi per tahun juga masih sedikit.

Masih 32 Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, lulusannya baru mencapai 2.000 Sampai 2.500 orang per tahun. Selain jumlahnya yang sedikit, distribusinya pun tidak merata.

"Kayak DKI ini sudah tujuh kali lipat dari rasio standar. Jadi di DKI saja dokter giginya sudah lebih, tapi kelihatannya seperti tidak ada dokter gigi, apalagi di daerah lain."

"Karena menumpuk di kota besar, DKI, Surabaya, Bandung, Jogja, Bali. Bali itu dokter giginya banyak sekali, tapi tetap saja akses masyarakat masih kurang," tuturnya.

Sementara daerah yang masih kurang distribus dokter gigi kebanyakan ada di daerah Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua, juga beberapa wilayah di Sumatera.

Dokter Usman menyebutkan, setidaknya diperlukan 270.000 dokter atau dua kali lipat dari yang ada sekarang. Jumlah itu pun dianggap dokter Usman masih kurang, karena rasionya baru 1 banding 10.000 penduduk. 

Rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia WHO, sebaran dokter gigi di satu wilayah minimal 1 banding 7.000 penduduk. Tetapi, menurut dokter Usman, di Indonesia sebaiknya mencapai 1 banding 5.000 penduduk.

Ilustrasi gigi sensitif. (Pixabay)
Ilustrasi gigi sensitif. (Pixabay)

"Di Indonesia dengan geografis sangat sulit, saya menganjurkan 1 berbanding 5.000 karena terlalu besar bebannya apalagi kalau dia bekerja di puskesmas. Makin padat bebannya Semakin banyak semakin sedikit masyarakatnya yang kasihan aksesnya," tuturnya.

Meskipun setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia sudah tersedia dokter gigi, tapi ada beberapa daerah yang jumlahnya masih terbatas.

"Satu kabupaten, satu dokter gigi itu banyak. Bayangkan dalam satu kabupaten hanya ada satu dokter gigi, kasihan banget. Jadi memang jalan keluarnya minimal karena akses kurang, bagaimana memelihara kesehatan gigi dan mulut itu menjadi sangat penting," kata dokter Usman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Menkes Budi Pernah Punya Julukan Gigi Kuning Saat Masih Anak-Anak, Ternyata Ini Sebabnya

Cerita Menkes Budi Pernah Punya Julukan Gigi Kuning Saat Masih Anak-Anak, Ternyata Ini Sebabnya

Health | Senin, 12 September 2022 | 13:25 WIB

Sudah 2 Minggu Isoman, Kok Menkes Budi Gunadi Sadikin Masih Positif Covid-19?

Sudah 2 Minggu Isoman, Kok Menkes Budi Gunadi Sadikin Masih Positif Covid-19?

Health | Senin, 12 September 2022 | 11:30 WIB

Tanya Dokter: Apakah Pakai Veneer Aman, Dok?

Tanya Dokter: Apakah Pakai Veneer Aman, Dok?

Health | Senin, 12 September 2022 | 07:30 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

×