Tingkatkan Dokter Spesialis Jantung di Indonesia, Menkes Akan Buat Program Fellowship

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Senin, 03 Oktober 2022 | 10:51 WIB
Tingkatkan Dokter Spesialis Jantung di Indonesia, Menkes Akan Buat Program Fellowship
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Suara.com - Penyakit serangan jantung masih menjadi permasalahan dalam dunia kesehatan di Indonesia. Apalagi penyakit satu ini masih menjadi salah satu pembunuh utama di Indonesia.

Salah satu faktor yang menyebabkan penyakit serangan jantung memakan banyak korban jiwa yaitu kurangnya tenaga medis yang dapat menangani masalah tersebut. Selain itu, distribusi dokter spesialis di Indonesia tidak merata sehingga banyak penderita yang tidak mendapat pengobatan.

Melihat hal tersebut Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dan beberapa organisasi lainnya membuat fellowship untuk melatih keterampilan dokter belajar cara memasang ring agar bisa mengobati pasien dengan serangan jantung.

Budi menjelaskan, hal ini dilakukan karena minimnya pendidikan spesialis jantung di Indonesia. Oleh sebab itu, dengan adanya akan membantu para dokter jantung belajar untuk praktik pasang ring pada serangan jantung.

Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Fajar Ramadhan)

“Dokter spesialis kita kurang, fakultas kedokteran kurang. Jumlah prodi dokter spesialis cuma ada 20. Dari 92 fakultas kedokteran dan cuma 20 yang punya prodi spesialis. Nah spesialis jantung juga lebih sedikit lagi. Nah kita ada ide bikin fellowship, kayak keterampilan khusus 6 bulan diajarin untuk pasang ring khusus,” ucap Budi saat diwawancarai di Gelora Bung Karno, Minggu (2/10/2022).

Dengan adanya fellowship ini, menurut Budi akan sangat membantu untuk menangani masalah serangan jantung di beberapa daerah yang belum memiliki dokter spesialis. Dengan begitu, hal ini dapat menyelamatkan nyawa banyak orang.

“Dan ini butuh persetujuan dari organisasi profesi. Saya mengimbau organisasi profesi membantu agar mempercepat pertumbuhan untuk fellowship diadakan di rumah sakit, kayak pekerja praktik tapi khusus pasang ring agar bisa menyelamatkan puluhan hingga ratusan ribu nyawa masyarakat,” sambungnya.

Selain itu, untuk menangani serangan jantung Budi menjelaskan, pihaknya juga melakukan promotif dan preventif untuk mencegah masyarakat mengalami penyakit ini. Pencegahan ini dilakukan melalui edukasi serta ajakan menjaga pola hidup sehat.

Ia juga akan mendorong distribusi dokter spesialis diiringi dengan fellowship yang dibuat sehingga pertumbuhan pekerja medis di beberapa daerah juga menjadi lebih baik.

baca juga

“Dari 34 provinsi hanya 28 yang bisa. Jadi contoh ada satu provinsi di Maluku aja yang kena itu kan harus ditangani. Itu harus diterbangkan dulu ke Makassar ke Manado. Itu kan sudah terlambat. Masalahnya bukan di alat, tapi karena dokter spesialisnya sedikit,” ucap Budi. 

“Nah karena itu kami bekerja sama untuk meningkatkan jumlah dokter spesialis karena mendorong pelayanan kesehatan jantung,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inilah Prosedur yang Akan Dilakukan Tim Medis Saat Lakukan Visum

Inilah Prosedur yang Akan Dilakukan Tim Medis Saat Lakukan Visum

Poptren | Senin, 03 Oktober 2022 | 10:15 WIB

Tak Hanya Lansia, Pikun Ternyata Bisa Serang Orang yang Masih Muda

Tak Hanya Lansia, Pikun Ternyata Bisa Serang Orang yang Masih Muda

Riau | Senin, 03 Oktober 2022 | 09:54 WIB

Mengejutkan! Dokter Mufidah Keluar dari PSIS Semarang, Suporter Panser Biru Patah Hati

Mengejutkan! Dokter Mufidah Keluar dari PSIS Semarang, Suporter Panser Biru Patah Hati

Jawa Tengah | Senin, 03 Oktober 2022 | 09:28 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×