Benarkah Kandungan Polikarbonat pada Galon Lampaui Ambang Batas? Begini Kata Pakar

Fabiola Febrinastri

Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:59 WIB
Benarkah Kandungan Polikarbonat pada Galon Lampaui Ambang Batas? Begini Kata Pakar
Associate Director Climate Policy Initiative & NPAP Behavior Change Task Force, Tiza Mafira, dalam sebuah diskusi. (Dok: Istimewa)

Suara.com - Beberapa waktu belakangan ini, polemik pelabelan terhadap galon guna ulang diserukan berbagai pihak, karena dinilai akan memberikan masalah kesehatan di kemudian hari.

Menanggapi hal tersebut, Associate Director Climate Policy Initiative & NPAP Behavior Change Task Force, Tiza Mafira mengatakan, polikarbonat (PC) juga digunakan untuk kemasan lain, seperti tupperware dan produk lain. Selain itu, zat kimia lain yang juga mengandung risiko styrine, benzene untuk styrofoam seharusnya juga diungkapkan, agar konsumen mengetahui dan mendapatkan transparansi.

“Jika ternyata BPA (bisphenol-A pada galon) tak aman, maka seharusnya tidak menyasar hanya satu produk saja. Bukan cuman air galon saja yang pakai polikarbonat, sehingga seharusnya tidak diskriminatif terhadap brand tertentu atau produk tertentu,” jelas Tiza dalam diskusi publik tata Kelola penanggulangan sampah plastik, di Jakarta, Selasa (4/10/22).

Menurut Tiza, banyak isu lain di luar BPA yang juga menjadi polemik di luar negeri. Ia mencontohkan polemik di Amerika dan Eropa soal wrapping (pembungkus) untuk fastfood. Bungkus kertas makanan cepat saji ini juga dilapisi dengan suatu jenis plastik yang mengandung zat kimia berbahaya.

“Kemudian kalau bicara tentang PET (Poly Etilene Tereftalat), PET mengandung mikroplastik. Ada proses migrasi kimia jika PET berada di dalam kondisi-kondisi yang tertentu. Styrofoam juga mengandung bionzine styrine, apalagi kalau dipakai untuk merebus bakmi instan," tambahnya.

Tiza menambahkan, peraturan ambang batas aman penggunaan zat kimia sebenarnya telah ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang bisa dijadikan pegangan masyarakat.

“Kenapa masih banyak produk-produk yang beredar, yang dikemas dalam plastik, karena kita punya BPOM. Semua negara di dunia punya food and drugs agency, yang sudah menetapkan ambang batas aman kimia,” ujarnya.

Senada dengan Tiza, pakar polimer dari ITB, DR Achmad Zainal Abidin mengatakan, semua jenis plastik memiliki potensi migrasi zat kimia yang digunakan dalam proses pembuatannya.
Menurutnya, melabeli potensi bahaya zat kimia hanya terhadap plastik PC merupakan tindakan diskriminatif dan tidak sesuai dengan semangat pengawasan pangan.

Sebagaimana diketahui, ada banyak jenis zat plastik yang boleh digunakan sebagai kemasan makanan minuman termasuk Polikarbonat (PC), Poly Etilene Tereftalat (PET), Poly Propilen (PP) dan lain lain.

baca juga

Beragam jenis plastik tersebut digunakan sebagai kemasan pangan karena sifatnya yang inert (tidak bereaksi dengan lingkungan sekitar).

Dalam dua tahun terakhir ini, ada upaya untuk mendiskreditkan kemasan plastik polikarbonat (PC) yang digunakan sebagai kemasan galon air. Padahal dilihat dari sifatnya polikarbonat memiliki beberapa keunggulan dibanding galon berbahan PET.

“Secara kimia, ketahanan panas atau titik melting galon guna ulang berbahan Polikarbonat hampir 200-an derajat Celsius dan kemasannya juga keras. Artinya, risiko untuk BPA-nya bermigrasi itu sangat rendah atau hampir tidak mungkin terjadi,” katanya.

Terkait migrasi zat kimia dari kemasan, dia mengatakan, itu tidak hanya terjadi pada galon guna ulang PC saja, tapi juga galon sekali pakai berbahan PET. Menurutnya, migrasi zat kimia dari kemasan itu tetap ada akibat masih adanya zat yang belum bereaksi saat pembuatan galon, tapi jumlahnya tidak banyak.

“Jadi kalau ada label berpotensi mengandung BPA pada galon guna ulang polikarbonat, terhadap galon PET yang sekali pakai seharusnya juga diberlakukan hal yang sama, karena keduanya sama-sama berpotensi ada migrasi kimia dari kemasannya,” ujar Zainal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPOM Diminta Segera Lakukan Pelabelan Galon Guna Ulang

BPOM Diminta Segera Lakukan Pelabelan Galon Guna Ulang

Tantrum | Selasa, 04 Oktober 2022 | 11:43 WIB

Tenang! Galon Guna Ulang yang Beredar di Indonesia Masih Aman untuk Kesehatan

Tenang! Galon Guna Ulang yang Beredar di Indonesia Masih Aman untuk Kesehatan

Surakarta | Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:10 WIB

Sering Luput dari Perhatian, 5 Hal Ini Dapat Memicu Masalah Kesehatan Mental

Sering Luput dari Perhatian, 5 Hal Ini Dapat Memicu Masalah Kesehatan Mental

Lifestyle | Selasa, 27 September 2022 | 11:00 WIB

Aspadin Tidak Memiliki Standar Usia Pakai Galon Guna Ulang

Aspadin Tidak Memiliki Standar Usia Pakai Galon Guna Ulang

Tantrum | Sabtu, 24 September 2022 | 11:45 WIB

Sosialisasi Bahaya BPA Pada Galon Guna Ulang Perlu Lebih Gencar

Sosialisasi Bahaya BPA Pada Galon Guna Ulang Perlu Lebih Gencar

Tantrum | Kamis, 22 September 2022 | 01:54 WIB

Dukung Regulasi BPA Demi Lindungi Kesehatan Publik Terus Mengalir

Dukung Regulasi BPA Demi Lindungi Kesehatan Publik Terus Mengalir

Tantrum | Sabtu, 17 September 2022 | 23:31 WIB

Terkini

Bukan Cuma Tiga Jenderal, Guru Besar Hukum Minta Asal Perintah Penyadapan Diungkap

Bukan Cuma Tiga Jenderal, Guru Besar Hukum Minta Asal Perintah Penyadapan Diungkap

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:49 WIB

KPK Cecar Nusron Wahid Soal Setoran Rutin untuk Pengurusan HGB

KPK Cecar Nusron Wahid Soal Setoran Rutin untuk Pengurusan HGB

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:48 WIB

Optimalisasi KUR Jadi Kunci Perluasan Peluang Kerja Pekerja Migran ke Luar Negeri

Optimalisasi KUR Jadi Kunci Perluasan Peluang Kerja Pekerja Migran ke Luar Negeri

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:45 WIB

Ulasan Do You Like Brahms?: Jatuh Bangun Mahasiswa Musik Mengejar Mimpi

Ulasan Do You Like Brahms?: Jatuh Bangun Mahasiswa Musik Mengejar Mimpi

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 17:45 WIB

Cara Dapat Beasiswa Riset BAZNAS 2026, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

Cara Dapat Beasiswa Riset BAZNAS 2026, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:37 WIB

Gubernur Sulsel Luncurkan Beasiswa Yatim-Piatu 2026: Tanpa Biaya, Ini Syarat dan Cara Daftar

Gubernur Sulsel Luncurkan Beasiswa Yatim-Piatu 2026: Tanpa Biaya, Ini Syarat dan Cara Daftar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 17:35 WIB

DKI Jakarta Angkat 15 PNS Disabilitas, Masih Ada 73 Kuota yang Belum Terisi

DKI Jakarta Angkat 15 PNS Disabilitas, Masih Ada 73 Kuota yang Belum Terisi

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:34 WIB

Bye Bibir Kering! Ini 5 Lip Balm Madu yang Ampuh Melembapkan

Bye Bibir Kering! Ini 5 Lip Balm Madu yang Ampuh Melembapkan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 17:30 WIB

Gaya Listyo Sigit Prabowo dengan Bintang 4 di Kerah Baju dan Jas Dicibir Publik

Gaya Listyo Sigit Prabowo dengan Bintang 4 di Kerah Baju dan Jas Dicibir Publik

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:21 WIB

Fantastis! Harta Kekayaan Ariyo Windutomo, Plt KSP Pengganti Listyo Sigit

Fantastis! Harta Kekayaan Ariyo Windutomo, Plt KSP Pengganti Listyo Sigit

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 17:20 WIB

×