Bedanya Kesemutan karena Neuropati VS Serangan Stroke: Yang Satu Bisa Bikin Cacat

Rabu, 09 November 2022 | 20:50 WIB
Bedanya Kesemutan karena Neuropati VS Serangan Stroke: Yang Satu Bisa Bikin Cacat
Kesemutan karena neuropati vs serangan stroke. (unsplash)

Suara.com - Sama-sama menyebabkan kesemutan dan mati rasa, tidak banyak yang tahu perbedaan antara neuropati atau nyeri kerusakan saraf dengan serangan stroke.

Dikatakan Dokter Ahli Saraf, Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, M.Kes, Sp.S, perbedaan neuropati dan serangan stroke bisa dilihat dari lokasi terjadinya kesemutan dan mati rasa, hanya di satu sisi atau di kedua sisi.

"Kalau neuropati biasanya dia yang paling sering biasanya dia kedua sisi, kalau stroke itu kan kenanya satu sisi pada umumnya, jadi kiri aja atau kanan aja. Kalau neuropati kenanya baik kanan atau kiri," ujar Dr. Rizaldy kepada suara.com dalam acara peluncuran Neurometer oleh P&G Health di Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2022).

Dokter Ahli Saraf, Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, M.Kes, Sp.S. (Dini/Suara.com)
Dokter Ahli Saraf, Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, M.Kes, Sp.S. (Dini/Suara.com)

Dr. Rizaldy menambahkan kejadian nyeri kesemutan, seperti tertusuk jarum, kebas dan hingga mati rasa yang terjadi neuropati umumnya terjadi di setiap bagian ujung kaki dan tangan.

Meski begitu, ia meminta masyarakat tidak berkecil hati karena neuropati tetap bisa disembuhkan, selama bisa dideteksi atau ditemukan dengan gejala sedini dan seminimal mungkin.

"Bila ditemukan secara dini, harapannya kesembuhannya lebih tinggi, daripada dia sudah ada kasus yang advance (lebih lanjut), jadi bisa disembuhkan tergantung penyebab, tergantung kapan ditemukannya," ungkapnya.

Teknologi neurometer juga bisa jadi solusi menyeleksi gejala dan risiko neuropati, yang disediakan gratis di website atau aplikasi, sehingga masyarakat hanya perlu menjawab pertanyaan yang diajukan di situs tersebut.

Namun jika menganggap enteng neuropati dan tidak diobati kerusakan saraf tangan dan kaki akan terjadi terus menerus, bahkan saraf bisa rusak permanen. Kondisi ini serupa seperti stroke, namun stroke menyebabkan sel otak mati permanen dan memicu kecacatan jika tidak segera mendapat penanganan medis.

"Kerusakan saraf akan jalan terus (karena neuropati), seringkali tadi, pada satu titik, kerusakan sudah sangat parah, apapun yng kita kerjakan tidak bisa memperbaiki fungsi sarafnya, dan pasti nyerinya bertambah dan kualitas hidupnya menurun," tutup Dr. Rizaldy.

Baca Juga: Awas! Kenali Gejala Stroke Sejak Sekarang, Sebelum Anda Menyesal

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI