Rudy Salam Sulit Makan dan Tatapan Kosong Sebelum Meninggal, Beda Gak Sih Depresi Anak Muda dengan Lansia?

Sabtu, 19 November 2022 | 07:45 WIB
Rudy Salam Sulit Makan dan Tatapan Kosong Sebelum Meninggal, Beda Gak Sih Depresi Anak Muda dengan Lansia?
Profil Rudy Salam. (Instagram/runasalam)

Suara.com - Kondisi depresi Rudy Salam sebelum tutup usia di 73 tahun, semakin membuka mata soal masalah kesehatan mental ini bisa menyerang siapa saja termasuk orang lanjut usia atau lansia.

Istri Rudy, Marina Garena mengatakan sebelum Rudy Salam meninggal sudah didiagnosa depresi selama 7 tahun, sehingga pandangan mata hanya menatap kosong di depan.

"Depresi sudah 7 tahun, itu diagnosa dokter. (Aktivitasnya) di rumah aja gitu. Kalau dibilang sakitnya apa, ya nggak ada," jelas Marina Gardena, istri Rudy, kepada wartawan.

Istri Rudy Salam, Marina Gardena (kacamata hitam) bersama anak (kemeja putih) dan adik Rudy Salam, Chris Salam di RS Primaya, Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (18/11/2022).  (Suara.com/ Rena Pangesti)
Istri Rudy Salam, Marina Gardena (kacamata hitam) bersama anak (kemeja putih) dan adik Rudy Salam, Chris Salam di RS Primaya, Cikini, Jakarta Pusat pada Jumat (18/11/2022). (Suara.com/ Rena Pangesti)

Depresi adalah gangguan suasana hati yang menyebabkan seseorang terus merasa sedih, kehilangan minat. Ini merupakan masalah kesehatan mental serius yang harus segera dapatkan pengobatan.

Lalu apakah depresi pada anak muda dan depresi lansia berbeda?

Mengutip National Institute on Aging, Jumat (18/11/2022) depresi pada orang yang lebih tua atau lansia kemungkinan lebih sulit dikenali, karena lansia punya gejala yang berbeda dengan anak muda.

Jika umumnya depresi pada anak muda bisa dilihat jika ia terus menerus sedih selama beberapa minggu atau berbulan-bulan. Tapi pada lansia depresi, kesedihan bukanlah gejala utama.

Profil Rudy Salam. (Instagram/runasalam)
Profil Rudy Salam. (Instagram/runasalam)

Gejala depresi pada lansia cenderung ditandai dengan mati rasa atau kurang berminat melakukan aktivitas apapun, bahkan mereka tidak mau membicarakan apa yang dirasakan saat ini.

Gejala depresi selain kesedihan terus menerus, bisa juga merasa cemas, merasa hampa terus menerus, merasa putus asa, bersalah, tidak berharga dan tidak berdaya.

Baca Juga: Gading Marten Beberkan Gaya Khotbah Rudy Salam di Gereja, Guyon Tapi Pas

Mudah marah, gelisah dan sulit duduk diam, kehilangan minat pada aktivitas menyenangkan seperti seks, mudah lelah, dan penurunan energi juga tanda depresi.

Lansia juga kerap mengalami kesulitan tidur, bangun terlalu pagi atau sebaliknya, bahkan sempat terbesit keinginan mati hingga percobaan bunuh diri.

Jadi jika lansia mengalami gejala di atas selama lebih dari dua minggu maka jangan diabaikan. Keluarga atau orang sekitar bisa membantu kondisi mereka, jika merasa tidak mampu bisa membujuk ke psikolog atau psikiater.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI