3 Jenis Diet untuk Turunkan Berat Badan Secara Aman dan Sehat, Mau Coba?

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 12 Maret 2023 | 05:05 WIB
3 Jenis Diet untuk Turunkan Berat Badan Secara Aman dan Sehat, Mau Coba?
Sukses diet turun berat badan. (Shutterstock)

Suara.com - Mengetahui jenis diet yang tepat jadi keharusan bagi pejuang penurunan berat badan. Tapi sayangnya, saat ini bermunculan jenis-jenis diet baru yang membingungkan. Lantas, apa aja sih diet yang terbukti ampuh menurunkan beratb badan?

Dokter Spesialis Gizi Klinik Eka Hospital BSD, Oki Yonatan, SpGK mengatakan saat memilih metode diet sebaiknya pastikan keamanannya dengan berkonsultasi ke dokter, dan sebisa mungkin juga tambah dengan riset hingga baca jurnal penelitian.

Berikut ini beberapa jenis diet aman dan telah terbukti memiliki manfaat menurut dr. Oki berdasarkan siaran pers Eka Hospital yang diterima suara.com, Sabtu (11/3/2023)

1. Diet Keto

Diet ketogenik atau diet keto adalah salah satu jenis diet yang sudah cukup populer di kalangan masyarakat. Diet ini merupakan diet yang memfokuskan untuk mengonsumsi lebih banyak protein daripada karbohidrat sebagai sumber energi utama. Dengan itu, tubuh akan terlatih untuk membakar lemak ketimbang gula untuk menghasilkan energi.

Ilustrasi diet keto (pixabay)
Ilustrasi diet keto (pixabay)

Makanan pada diet ketogenik mengurangi asupan karbohidrat seperti nasi, kentang, gandum dan memfokuskan pola makan dengan kandungan lemak tinggi seperti daging merah, telur, dan produk susu.

Jenis diet ini sudah sering dilakukan banyak orang yang ingin membangun kebugaran. Namun yang Anda mungkin tidak tahu, diet keto merupakan jenis diet yang aman dilakukan untuk penderita epilepsi.

Para peneliti telah menemukan bahwa diet keto dapat mengurangi risiko kejang karena kadar gula yang rendah dan kadar lemak tinggi di dalam tubuh diketahui dapat mempengaruhi cara kerja rangsangan otak dan mengurangi kecenderungan untuk menimbulkan gejala kejang yang dimiliki penderita epilepsi.

"Akan tetapi diet ini tidak dianjurkan untuk penderita kadar kolesterol tinggi, karena konsumsi lemak yang berlebih dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh," papar dr. Oki.

2. Diet Rendah Protein

Untuk orang yang ingin mengurangi asupan protein karena kondisi kesehatan tertentu, maka bisa melakukan diet rendah protein. Diet ini memfokuskan untuk mengurangi asupan protein dan beralih ke makanan yang lebih berbasis dari tanaman dan makanan dengan kandungan rendah protein.

Pada diet rendah protein, orang tersebut akan mengurangi makanan yang rendah akan kadar lemak seperti daging, telur, kacang kedelai, dan susu. Sebagai gantinya, akan lebih fokus pada konsumsi produk nabati seperti sayur, buah, dan makanan sumber karbohidrat seperti nasi dan pasta.

Diet rendah protein biasanya dilakukan atas dasar rekomendasi dari dokter karena masalah kesehatan tertentu. Salah satunya yang paling umum untuk melakukan diet ini adalah penderita penyakit ginjal.

Ilustrasi daging merah (pexels/Malidate Van)
Ilustrasi daging merah (pexels/Malidate Van)

"Ketika Anda mengonsumsi protein, ginjal akan memproduksi sebuah zat yang bernama urea yang biasanya akan dikeluarkan pada saat buang air kecil (BAK). Namun bagi pengidap penyakit ginjal, zat urea ini bisa menumpuk pada darah dan menyebabkan gejala seperti kelelahan dan kehilangan nafsu makan," jelas dr. Oki.

3. DASH (Diet Approach to Stop Hypertension)

Hipertensi merupakan pengertian dari gangguan medis tekanan darah tinggi. Kondisi ini merupakan gejala yang timbul akibat dari beberapa faktor, salah satunya adalah pola makan yang tidak sehat.

Jika tidak ditangani dengan benar, hipertensi dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, hingga gagal ginjal. Oleh karena itu, jenis diet DASH (Diet Approach to Stop Hypertension) dirancang untuk penderita hipertensi.

"Diet yang satu ini memfokuskan Anda pada makanan dengan kandungan potasium, kalsium, magnesium, serat, serta protein, dan mengurangi makanan yang tinggi akan kandungan lemak dan garam untuk mengontrol tekanan darah," tutup dr. Oki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kena Julid hingga Dikabarkan Sakit Parah, Ternyata Ini Alasan Tubuh Alyssa Soebandono Makin Kurus

Kena Julid hingga Dikabarkan Sakit Parah, Ternyata Ini Alasan Tubuh Alyssa Soebandono Makin Kurus

| Sabtu, 11 Maret 2023 | 18:30 WIB

Cara Menentukan Diet yang Cocok untuk Turunkan Berat Badan, Jangan Malah Bikin Gangguan Pencernaan!

Cara Menentukan Diet yang Cocok untuk Turunkan Berat Badan, Jangan Malah Bikin Gangguan Pencernaan!

Health | Sabtu, 11 Maret 2023 | 18:09 WIB

Tubuh Ammar Zoni Lebih Berisi Saat Ditangkap, Pakai Sabu Buat Turunin Berat Badan?

Tubuh Ammar Zoni Lebih Berisi Saat Ditangkap, Pakai Sabu Buat Turunin Berat Badan?

Lifestyle | Sabtu, 11 Maret 2023 | 14:47 WIB

Terkini

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:00 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB