Dear Perokok Pasif, Saatnya Berani Tegor Perokok Aktif Agar Anak Tidak Jadi Perokok!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Sabtu, 18 Maret 2023 | 06:15 WIB
Dear Perokok Pasif, Saatnya Berani Tegor Perokok Aktif Agar Anak Tidak Jadi Perokok!
Ilustrasi perokok pasif. (Shutterstock)

Suara.com - Menurunkan prevalensi perokok anak di Indonesia butuh bantuan perokok pasif untuk memperjuangkan haknya mendapatkan udara bersih. Apalagi meski tidak langsung menghisap rokok, kesehatan perokok pasif justru lebih terancam.

Ketua Lentera Anak, Lisda Sundari mengatakan langkah ini perlu dilakukan, karena hingga saat ini negara belum hadir membentuk regulasi atau undang-undang terkait iklan rokok di baliho dan media sosial yang mudah terlihat anak dan pelajar.

Ditambah kesehatan perokok pasif juga jadi bencana tersembunyi, karena mereka bisa terserang penyakit seperti kanker paru, pneumonia, jantung dan stroke, padahal tidak menyesap rokok.

Perokok pasif yaitu mereka yang tidak menghisap rokok, tapi berada dekat dengan perokok aktif hingga menghirup asap rokok, lalu masuk ke dalam paru dan memengaruhi seluruh organ tubuhnya.

Ilustrasi perokok pasif. (Shutterstock)
Ilustrasi perokok pasif. (Shutterstock)

Ini terekam melalui hasil survei global penggunaan tembakau pada orang dewasa, yakni Global Adults Tobacco Survey atau GATS tahun 2021, dengan 9.156 responden, menunjukkan prevalensi perokok pasif tercatat 120 juta orang.

Di 2018 sebelumnya Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) juga menyebutkan, ada 40 juta balita menjadi korban perokok pasif.

"Dalam 10 tahun terakhir prevalensi perokok anak di Indonesia terus meningkat. Data Riskesdas 2018 menunjukkan perokok anak meningkat menjadi 9,1% atau 3,2 juta anak dan Bappenas mempredikasi pada 2030 perokok anak bisa mencapai 15,9 juta," ujar Lisda melalui keterangan yang diterima suara.com, Jumat (17/3/2023).

Tapi nahasnya, kata Lisda, temuan Lentera Anak dan U-Report UNICEF di 2022 menemukan meski sadar jadi perokok pasif, mayoritas responden atau sebesar 84,7% tidak menegur langsung para perokok aktif untuk berhenti merokok di depan mereka.

Adapun yang mereka lakukan hanya menutup hidung, menjauh dari asap rokok maupun perokok, dan bahkan diam saja meskipun mengetahui asap rokok berbahaya.

baca juga

"Ini menunjukkan betapa perokok pasif tidak berdaya dan tidak bersuara untuk melindungi dirinya dari paparan asap rokok," tutur Lisda.

Padahal jejak pendapat tersebut menemukan, nyaris 100 persen atau tepatnya 97 persen responden mengaku terpapar asap rokok, yang artinya mereka jadi perokok pasif.

“Ini masalah serius mengingat rokok bersifat adiktif dan faktor resiko penyakit tidak menular, selain juga akan menjadi beban ekonomi dan mengancam kualitas SDM,” tutup Lisda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iklan Rokok Mendominasi Media Sosial, Emak-emak Khawatir Perokok Anak Makin Banyak

Iklan Rokok Mendominasi Media Sosial, Emak-emak Khawatir Perokok Anak Makin Banyak

Health | Selasa, 14 Maret 2023 | 14:34 WIB

Kata Dokter Zaidul Akbar: Inilah Cara Membersihkan Paru-paru untuk Para Perokok Akut, Pakai Bahan yang Ada di Dapur

Kata Dokter Zaidul Akbar: Inilah Cara Membersihkan Paru-paru untuk Para Perokok Akut, Pakai Bahan yang Ada di Dapur

Bandungbarat | Senin, 13 Maret 2023 | 13:37 WIB

Pemkot Padang Didesak Buka Ruang Iklan Rokok, P3I Sumbar Nilai Aturan Tak Jelas

Pemkot Padang Didesak Buka Ruang Iklan Rokok, P3I Sumbar Nilai Aturan Tak Jelas

Sumbar | Minggu, 12 Maret 2023 | 12:18 WIB

Terkini

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar

Sport | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:56 WIB

×