Penderita Asma Tidak Bisa Olahraga Gegara Bikin Kambuh, Benarkah?

Selasa, 02 Mei 2023 | 15:36 WIB
Penderita Asma Tidak Bisa Olahraga Gegara Bikin Kambuh, Benarkah?
Ilustrasi asma kambuh (unsplash.com)

Suara.com - Asma masih menjadi masalah kesehatan yang dialami banyak orang. Dari data Global Asthma Network, diperkirakan lebih dari 18 juta orang di Indonesia atau 7,5 persen menderita kondisi asma. Penyakit asma juga tidak hanya diderita anak-anak, tetapi remaja maupun orang dewasa.

Sementara tingginya angka asma di Indonesia, banyak juga mitos-mitos yang beredar mengenai penyakit ini, salah satunya terkait tidak boleh olahraga.

Orang-orang dengan penyakit asma sering dikatakan tidak boleh berolahraga karena dapat membuat gejala yang dirasakan semakin buruk. Namun, apakah benar para penderita asma tidak bisa berolahraga?

Ilustrasi asma. 

Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Paru, dr. Arief Bakhtiar, SpP(K) mengatakan, penderita asma pada dasarnya tetap bisa untuk melakukan olahraga. Namun, olahraga yang dilakukan tidak bisa sembarangan.

Penderita asma disarankan untuk tidak melakukan olahraga yang dihentak-hentak. Namun, mereka dapat melakukan olahraga yang bersifat berkelanjutan.

“Olahraga yang disarankan untuk penderita asma itu disarankan olahraganya yang tidak menghentak-hentak, seperti katakanlah sepak bola, bulu tangkis. Umumnya untuk awal-awal tidak disarankan, Disarankannya itu yang sifatnya continue karena tidak ada perubahan saluran napas mendadak, seperti renang kemudian jogging, yoga, jalan kaki,” ujar dr. Arief dalam Webinar Peringatan Hari Asma Sedunia, Selasa (2/5/2023).

Meski demikian, olahraga ini juga tetap harus memperhatikan kondisi asmanya. Misalnya untuk berenang, ada beberapa orang yang memang sangat sensitif, khususnya dingin, batuk, dan tidak nyaman. Hal tersebut butuh adaptasi latihan untuk menyesuaikan diri dengan situasi yang ada.

“Tapi memang hati-hati pada beberapa penderita yang juga masih hypersensitive pada hawa dingin, mungkin awal-awal akan  sering batuk-batuk dan tidak merasa nyaman dulu. Tapi semakin lama semakin dilatih biasanya bisa membaik.,” jelas dr. Arief.

Selain itu, meski olahraga diperbolehkan, penderita juga tetap harus membawa obat pelega untuk antisipasi jika asma bisa tiba-tiba.

Baca Juga: Selesaikan Polemik Dualisme Cabang Olahraga Tenis Meja, Dito Ariotedjo Lakukan Hal Ini

“Tentu saja obat-obat pertolongan seperti obat pelega itu harus selalu disediakan saat menjalani olahraga,” ucap dr. Arief.

Olahraga lain yang dapat dilakukan para penderita asma yaitu dengan senam asma. Senam satu ini akan membuat membuat asma menjadi lebih baik. Senam asma ini juga mudah dilakukan di rumah.

“Ada juga senam asma yang rutin. Ini ada tiga tingkatannya, untuk pemula lebih ringan, makin lama semakin terlatih intensitasnya semakin meningkat. Senam asma bisa dilihat di Youtube jadi tetap bisa dilakukan di rumah,” pungkas dr. Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI