BBPOM Medan: Tak Ada Temuan Kemasan Galon Lewati Ambang BPA di Pasar

Bimo Aria Fundrika

Senin, 04 September 2023 | 11:15 WIB
BBPOM Medan: Tak Ada Temuan Kemasan Galon Lewati Ambang BPA di Pasar
Ilustrasi galon. (Elements Envanto)

Suara.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan telah mengumumkan hasil uji terbaru mereka terhadap air minum dalam kemasan (AMDK) galon polikarbonat yang dijual di pasaran. Berdasarkan pengujian tersebut, mereka tidak menemukan adanya migrasi Bisfenol A (BPA) yang melebihi ambang batas.

Kepala BBPOM Medan, Drs. Martin Suhendri Apt MFarm, mengungkapkan temuan ini saat berbicara dalam acara pelatihan kader keamanan pangan di Gunung Sitoli, Sumatera Utara. Selain melakukan pemantauan, pengawasan, dan pengujian di lapangan, BBPOM Medan juga menjalankan pengawasan pre-market produk serta memberikan edukasi tentang tata cara handling dan distribusi produk AMDK.

“Karena, saat produk masih di pabrik, kandungan BPA pada galon nol atau zero. Tapi, di lapangan mungkin saja dapat meningkat karena penanganan yang kurang baik, katanya dalma keterangannya. 

Ilustrasi galon. (Elements Envanto)
Ilustrasi galon. (Elements Envanto)

BPA adalah senyawa kimia yang digunakan dalam pembuatan polikarbonat, jenis plastik keras yang sering digunakan dalam kemasan galon air minum di Indonesia. Martin menekankan bahwa kandungan BPA pada galon tersebut nol saat keluar dari pabrik, tetapi bisa meningkat selama penanganan yang kurang baik di lapangan.

Selain BBPOM Medan, penelitian lain juga menunjukkan hasil yang serupa. Penelitian yang dilakukan di Kota Makassar terhadap galon-galon AMDK berbahan polikarbonat tidak mendeteksi adanya migrasi BPA, baik pada galon yang terjemur maupun yang tidak terjemur sinar matahari. Penelitian ini dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Islam Makassar dan Universitas Terbuka.

Penelitian ini melibatkan pengambilan sampel galon dari beberapa lokasi di Kota Makassar yang mewakili berbagai merek yang beredar. Hasilnya menunjukkan bahwa dua merek, yaitu merek A dan merek B, menjadi sampel penelitian. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan dua cara penyimpanan, yaitu dengan paparan cahaya matahari dan tanpa paparan cahaya matahari.

Sampel galon tersebut diamati selama 6 hari dengan perlakuan berbeda. Setelah itu, sampel diuji menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) untuk mendeteksi kandungan BPA dan DEHP. Hasilnya menunjukkan bahwa air galon dari berbagai merek yang beredar di Kota Makassar tidak mengandung BPA dan DEHP.

Temuan dari BBPOM Medan dan penelitian di Kota Makassar memberikan keyakinan bahwa AMDK galon polikarbonat yang beredar di Indonesia aman untuk dikonsumsi dan tidak mengandung BPA melebihi ambang batas yang ditetapkan. Hal ini memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait kualitas dan keamanan air minum dalam kemasan tersebut.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Pelabelan BPA Pada Kemasan Galon Guna Ulang Terus Bergulir, Perdamindo: Engga Urgent

Isu Pelabelan BPA Pada Kemasan Galon Guna Ulang Terus Bergulir, Perdamindo: Engga Urgent

Bisnis | Kamis, 24 Agustus 2023 | 06:40 WIB

Pengusaha UMKM Depot Air Minum Isi Ulang Tolak Pelabelan BPA, Ini Alasannya

Pengusaha UMKM Depot Air Minum Isi Ulang Tolak Pelabelan BPA, Ini Alasannya

Bisnis | Rabu, 23 Agustus 2023 | 06:47 WIB

Pakai Galon Guna Ulang Berkali-kali Higieniskah? Ternyata Begini Prosesnya

Pakai Galon Guna Ulang Berkali-kali Higieniskah? Ternyata Begini Prosesnya

Lifestyle | Senin, 21 Agustus 2023 | 15:09 WIB

Terkini

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Kata-kata Andika Mahesa Setelah Kangen Band Bubar

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 07:05 WIB

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

Update Terkini 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, SAR Temukan 4 Benda Ini

News | Minggu, 13 September 2026 | 07:03 WIB

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

294 Karhutla Terjadi di Ogan Ilir hingga September 2026

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 07:00 WIB

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Pejabat Desa di Bengkalis Jual Hutan Cagar Biosfer UNESCO Senilai Rp2 Miliar

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 06:58 WIB

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Denis Kolinger Puji Dukungan Jakmania Saat Persija Bungkam Persib di Menit Akhir

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:57 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

4 Shio yang Menarik Keberuntungan 13 September 2026: Masa Sulit Segera Berlalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 06:56 WIB

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan

Jabar | Minggu, 13 September 2026 | 06:50 WIB

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Igor Tolic Pasang Badan Usai Persib Bandung Tumbang di Tangan Persija Jakarta

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 06:45 WIB

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

BRICS Desak Amerika Serikat Hentikan Blokade Ekonomi di Kuba

News | Minggu, 13 September 2026 | 06:35 WIB

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Jelang Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Dijadwalkan Hadapi Tim Peringkat 63 Dunia di Kandang Lawan?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 06:30 WIB

×