Tingkatkan Cakupan Vaksinasi, Ini Cara Jitu Moderna Hilangkan Keraguan Terhadap Manfaat Vaksin mRNA

M. Reza Sulaiman

Senin, 25 September 2023 | 18:55 WIB
Tingkatkan Cakupan Vaksinasi, Ini Cara Jitu Moderna Hilangkan Keraguan Terhadap Manfaat Vaksin mRNA
Petugas medis Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) memperlihatkan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di Banda Aceh, Aceh, Senin (9/8/2021). . ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Suara.com - Pandemi Covid-19 membuka mata terhadap pentingnya pencegahan penyakit menular, demi mencegah terjadinya pandemi lain di masa depan. Salah satu bentuk pencegahan penyakit menular adalah dengan meningkatkan cakupan vaksinasi di dunia.

Patrick Bergstedt, Senior Vice President of Commercial Vaccines di Moderna, menyebut Kawasan Asia-Pasifik menghadapi beban penyakit menular yang paling tinggi akibat kepadatan penduduknya dan kedekatannya dengan habitat alam. Secara bersamaan, beban penyakit tidak menular semakin meningkat seiring penuaan penduduk. Dalam hal ini, Moderna melalui teknologi mRNA-nya terus mengidentifikasi cara untuk berdampak pada kesetaraan dan ketahanan kesehatan di Asia dengan kecepatan dan ketangkasan.

"Sebagai pemimpin dalam teknologi mRNA, kami bertujuan untuk membangun kepercayaan dan pemahaman tentang teknologi mRNA dan bekerja sama dengan komunitas medis dan kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi dan peran teknologi mRNA di berbagai bidang terapeutik," tuturnya dalam sesi wawancara khusus bersama Suara.com, baru-baru ini.

Bergstedt menegaskan selama pandemi, telah terjadi penurunan terbesar dalam tingkat vaksinasi anak secara global dalam 30 tahun terakhir. Secara umum, ia juga menyoroti terjadinya pengikisan kepercayaan terhadap manfaat vaksin. Hal ini berdampak pada kesehatan masyarakat dan membutuhkan dukungan dari semua pemangku kepentingan.

Terkait hal tersebut, Moderna sudah melakukan beberapa langkah di antaranya dengan melakukan uji klinis dengan peserta yang beragam untuk memastikan keamanan dan kemanjuran vaksin di berbagai populasi. Moderna juga berbagi data dan informasi dengan para profesional kesehatan, pembuat kebijakan, dan masyarakat untuk memastikan transparansi dan edukasi mengenai keamanan dan kemanjuran vaksin.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi vaksin mRNA Covid-19. [Shutterstock]

Bergstedt juga menyebut pihaknya mengembangkan materi edukasi untuk penyedia layanan kesehatan dan masyarakat untuk mempromosikan edukasi dan akses vaksin (Moderna Atlas). Moderna juga membangun pabrik baru untuk memenuhi permintaan global dan bekerja sama dengan pemerintah untuk memperluas akses vaksin ke masyarakat yang kurang terlayani.

"Kami juga bekerja sama dengan beberapa organisasi, seperti European Vaccines Initiative, untuk menyoroti pentingnya vaksinasi, peran vaksinasi dalam memberantas penyakit seperti polio dan cacar, serta munculnya teknologi mRNA. Di kawasan Asia Pasifik, kami telah melakukan survei di beberapa negara dengan berbagai institusi untuk lebih memahami apa yang mendorong keraguan COVID-19 dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya vaksinasi pada kelompok berisiko tinggi," tuturnya lagi.

Berbicara soal kesetaraan akses vaksin, Bergstedt mengaku berkomitmen untuk menutup kesenjangan dalam akses vaksin yang terlihat jelas selama pandemi. Salah satu bentuk komitmen Moderna adalah tidak akan pernah menegakkan hak kekayaan intelektual COVID-19 di negara-negara AMC-92 yang memenuhi syarat Gavi, atau terhadap produsen yang memproduksi vaksin COVID-19 untuk didistribusikan di pasar-pasar tersebut.

Strategi Kesehatan Global Moderna yang diumumkan pada bulan Maret 2022, difokuskan pada pengembangan vaksin mRNA untuk melawan 15 patogen prioritas tertinggi yang telah diidentifikasi oleh WHO dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI), seperti tuberkulosis, malaria, dan HIV, yang merupakan ancaman signifikan bagi negara berkembang. Hal ini termasuk kesiapsiagaan terhadap Penyakit X, yang dapat menjadi patogen berikutnya yang menyebabkan pandemi.

baca juga
Petugas medis menunjukkan tempat penyimpanan vaksin COVID-19 di Ruang Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (1/12/2020). . [ANTARA FOTO/Fauzan]
Petugas medis menunjukkan tempat penyimpanan vaksin COVID-19 di Ruang Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (1/12/2020). . [ANTARA FOTO/Fauzan]

"Kami sedang mengupayakan solusi teknologi untuk menutup kesenjangan akses, dengan mengembangkan versi generasi berikutnya dari vaksin COVID-19 kami, mRNA-1283, yang akan stabil dalam lemari es sehingga negara-negara di negara berkembang tidak perlu mempertahankan persyaratan penyimpanan rantai dingin yang ketat seperti yang diperlukan untuk vaksin mRNA saat ini," tambahnya.

Bergstedt menjelaskan alasan vaksin mRNA diutamakan adalah Moderna dibangun dengan dasar pemikiran bahwa jika menggunakan mRNA sebagai obat berhasil untuk satu penyakit, maka mRNA juga bisa digunakan untuk banyak penyakit.

"Dari perspektif kesehatan masyarakat, kami memperluas pekerjaan kami untuk membawa kekuatan penuh platform vaksin mRNA kami untuk memerangi penyakit menular yang menjadi perhatian kesehatan masyarakat, termasuk TBC dan demam berdarah. Pada bulan Maret 2022, kami mengumumkan strategi kesehatan masyarakat global untuk memprioritaskan upaya pengembangan dan pada tahun 2025, kami akan memajukan portofolio vaksin mRNA ke dalam studi klinis untuk melawan 15 patogen prioritas yang diidentifikasi sebagai ancaman kesehatan global yang terus-menerus, termasuk HIV, tuberkulosis (TBC), dan malaria," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aktif Secara Seksual Sejak SMP, Remaja 17 Tahun Hamil dan Kena Sifilis: Gimana Pengobatannya?

Aktif Secara Seksual Sejak SMP, Remaja 17 Tahun Hamil dan Kena Sifilis: Gimana Pengobatannya?

Health | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 19:15 WIB

Cegah Lumpuh dan Otak Rusak, 4 Vaksin Booster Ini Perlu Diberikan untuk Anak Sebelum Masuk Sekolah

Cegah Lumpuh dan Otak Rusak, 4 Vaksin Booster Ini Perlu Diberikan untuk Anak Sebelum Masuk Sekolah

Health | Sabtu, 24 Juni 2023 | 21:11 WIB

China Mulai Pasarkan Vaksin Berbasis mRNA

China Mulai Pasarkan Vaksin Berbasis mRNA

News | Kamis, 23 Maret 2023 | 10:29 WIB

Resmikan Pabrik Vaksin Covid Berbasis mRNA, Jokowi: Ini yang Pertama di Asia Tenggara

Resmikan Pabrik Vaksin Covid Berbasis mRNA, Jokowi: Ini yang Pertama di Asia Tenggara

News | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 22:55 WIB

Terkini

73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes

73 Akun Medsos Sebarkan Berita Bohong Soal Warung Desa Bakal Ditutup Gara-Gara Kopdes

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Prabowo Siapkan Skema Tukar Motor Bensin dengan Motor Listrik

Prabowo Siapkan Skema Tukar Motor Bensin dengan Motor Listrik

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:11 WIB

4 Sisi Gelap Emily dalam A Rose for Emily yang Bikin Merinding

4 Sisi Gelap Emily dalam A Rose for Emily yang Bikin Merinding

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:10 WIB

DPLK BRI Dipercaya Kelola Dana Pensiun 3.000 Pegawai Unpad

DPLK BRI Dipercaya Kelola Dana Pensiun 3.000 Pegawai Unpad

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:08 WIB

UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan  Jati Diri dan Panggilan sebagai Menemu

UPH Festival 2026 Bekali Hampir 7.000 Mahasiswa Baru Temukan Jati Diri dan Panggilan sebagai Menemu

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Panas Mendidih! Penampakan Kentang Baru Dipanen Meleleh seperti Habis Direbus

Panas Mendidih! Penampakan Kentang Baru Dipanen Meleleh seperti Habis Direbus

Entertainment | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Dugaan Deepfake Soal Warung Disuruh Tutup karena Kopdes, Mendes PDT Yandri Lapor Bareskrim

Dugaan Deepfake Soal Warung Disuruh Tutup karena Kopdes, Mendes PDT Yandri Lapor Bareskrim

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:02 WIB

Harga Laptop Windows Terancam Makin Naik Lagi, Bukan RAM Penyebabnya!

Harga Laptop Windows Terancam Makin Naik Lagi, Bukan RAM Penyebabnya!

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Bukan Gadget Murahan! 5 HP Mid-Range Ini Bikin Kamu Serasa Pakai Flagship

Bukan Gadget Murahan! 5 HP Mid-Range Ini Bikin Kamu Serasa Pakai Flagship

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:01 WIB

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Negosiasi Iran dan AS Buntu, Blokade Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:00 WIB

×