Efek Gigitan Nyamuk Wolbachia, Diklaim Mampu Turunkan Penularan DBD

Rifan Aditya

Rabu, 22 November 2023 | 20:58 WIB
Efek Gigitan Nyamuk Wolbachia, Diklaim Mampu Turunkan Penularan DBD
Ilustrasi Nyamuk, Gigitan Nyamuk Wolbachia (freepik)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan inovasi teknologi baru dengan menyebarkan nyamuk Wolbachia sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran DBD di Indonesia. Meskipun, nyamuk Wolbachia ini diklaim bisa menurunkan penularan demam berdarah dengue (DBD), namun serangga ini tetap-lah jenis nyamuk. Sehingga tak sedikit orang yang tetap merasa khawatir dengan efek gigitan nyamuk Wolbachia ini. 

Merangkum dari berbagai sumber, nyamuk wolbachia yang belakangan banyak disorot sebenarnya merupakan nyamuk aedes aegypti yang telah diinfeksi dengan bakteri Wolbachia. Penggunaan bakteri ini memiliki tujuan untuk mengendalikan penularan virus Dengue, penyebab DBD jika terkena gigitannya. 

Sampai saat ini, rencana pelepasan telur nyamuk Wolbachia ke sejumlah daerah itu masih ditangguhkan lantaran adanya pro kontra di masyarakat. Sebab ada kekhawatiran apabila akan terjadi dampak kesehatan terhadap  tubuh manusia akibat pelepasan nyamuk Wolbachia ini. 

Peneliti Pusat kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus anggota peneliti World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta, Dr Riris Andono Ahmad, BMedSc, MPH, PhD mengungkapkan, bahwa bakteri wolbachia hanya bisa tinggal di dalam sel tubuh nyamuk saja. Sehingga ketika keluar dari sel tubuh serangga dengan bakteri tersebut akan mati. 

"Misalnya saja nyamuk menggigit ada di ludah, ludah itu bukan sel, jadi dia tidak bisa di ludah nyamuk. Ada mungkin di sel kelenjar ludahnya, tetapi bakteri tersebut tidak bisa keluar dari selnya," katanya saat melakukan media briefing. 

Dijelaskan bahwa, saat nyamuk menggigit manusia, maka bakteri wolbachia tidak akan bisa menular ke manusia atau berpindah ke tempat yang lain. Adapun penularan nyamuk wolbachia hanya bisa terjadi lewat perkawinan. 

Terkait kekhawatiran sejumlah masyarakat yang menyebut jika Wolbachia bisa menginfeksi tubuh manusia, secara tegas Riris mengatakan jika Wolbachia tidak akan menginfeksi manusia dan minim terjadi transmisi horizontal kepada spesies lain. Menariknya lagi, Wolbachia tidak akan mencemari lingkungan biotik maupun abiotik. 

Lebih lanjut, Riris menyampaikan bahwa penelitian terhafap teknologi Wolbachia sudah dilakukan di Yogyakarta selama 12 tahun terakhir ini sejak tahun 2011 lalu. Penelitian dimulai dari tahap penelitian fase kelayakan dan keamanan (tahun 2011-2012), fase pelepasan skala dengan junlah terbatas (tahun 2013-2015), fase pelepasan skala luas (tahun 2016-2020), dan juga fase implementasi (tahun 2021-2022). 

Di dunia, kata Riris, penelitian pertama terhadap Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue (AWED) dilakukan di Yogyakarta dengan menerapkan desain Cluster Randomized Controlled Trial (CRCT). 

baca juga

Melalui hasil studi oleh AWED menunjukkan jika nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia bisa menurunkan kasus dengue hingga sebesar 77.1%. Bahkan nyamuk ini dapat menurunkan rawat inap yang disebabkan dengue sebesar 86%.  

Tak sampai di situ, menurut hasil dari studi tersebut serta hasil di beberapa negara lainnya yang menerapkan teknologi WMP ini, bakteri Wolbachia untuk pengendalian Dengue sudah direkomendasikan oleh WHO Vector Control Advisory Group sejak tahun 2021. 

Senada, peneliti Bakteri Wolbachia dan Demam Berdarah dari Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof DR Adi Utarini, M Sc, MPH, PhD juga menyatakan bahwa, efek samping yang diberikan oleh nyamuk ini bukanlah efek dari bakteri wolbachia, tapi melainkan dari gigitan nyamuknya. 

"Dan ini bervariasi dari satu orang ke orang lainnya. Ada yang bentol-bentol dan ada yang juga tidak," katanya. 

"Meskipun efek gatal dan munculnya bentol tetap sama yang membedakan adalah nyamuk Wolbachia ini tidak lagi menularkan virus dengue" pungkasnya. 

Demikianlah ulasan tentang gigitan nyamuk Wolbachia. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Menarik Nyamuk Wolbachia, Ternyata Berhasil Turunkan Kasus DBD Hingga 77 Persen

5 Fakta Menarik Nyamuk Wolbachia, Ternyata Berhasil Turunkan Kasus DBD Hingga 77 Persen

Health | Selasa, 21 November 2023 | 10:09 WIB

Apa Itu Nyamuk Wolbachia? Diklaim Tekan Penyebaran DBD Tapi Tuai Pro Kontra

Apa Itu Nyamuk Wolbachia? Diklaim Tekan Penyebaran DBD Tapi Tuai Pro Kontra

Health | Minggu, 19 November 2023 | 16:32 WIB

Dianggap Mampu Tekan DBD Sebesar 87 Persen, Sudinkes Jakbar Bakal Sebar Nyamuk Wolbachia

Dianggap Mampu Tekan DBD Sebesar 87 Persen, Sudinkes Jakbar Bakal Sebar Nyamuk Wolbachia

News | Sabtu, 18 November 2023 | 01:10 WIB

Terkini

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 07:25 WIB

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

×