Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada Covid-19

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Rabu, 06 Desember 2023 | 15:25 WIB
Dokter RSCM: Infeksi Pneumonia Mycoplasma Lebih Ringan Daripada Covid-19
ilustrasi wabah pneumonia misterius di China (Freepik)

Suara.com - Masyarakat diminta tidak perlu khawatir dengan adanya ancaman infeksi pneumonia mycoplasma yang berisiko terjangkit pada anak-anaknya. Dokter spesialis anak RSCM Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A(K)., menegaskan kalau infeksi bakteri tersebut lebih ringan dibandingkan influenza juga Covid-19.

"Dibandingkan covid, influenza, atau virus pneumonia lain seperti pnemokokus, itu keparahannya pneumonia akibat mycoplasma ini jauh lebih rendah. Sehingga tidak perlu ada kepanikan berlebihan di masyarakat," kata dokter Nastiti saat konferensi pers virtual bersama Kementerian Kesehatan, Rabu (6/12/2023).

Angka kematian akibat infeksi tersebut juga relatif lebih rendah. Dokter Nastiti menyebut, korban meninggal akibat pneumonia mycoplasma di dunia sebesar 0,5 sampai 2 persen. 

"Itu pun hanya pada orang yang dengan komorbiditas," imbuhnya.

gejala mycoplasma pneumonia pada anak (Freepik)
gejala mycoplasma pneumonia pada anak (Freepik)

Sementara itu, gejala yang dialami oleh pasien juga mirip dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada umumnya. Ciri khasnya berupa diawali dengan demam kemudian batuk yang menganggu selama 2-3 minggu. Juga adanya gejala lain seperti nyeri tenggorok, serta nyeri dada dan rasa lemas pada anak yang usianya telah lebih besar. 
 
Gejala-gejala tersebut pada umumnya tidak sampai menganggu gerak aktif anak-anak. Dokter Nastiti mengatakan kalau berdasarkan literatur kesehatan di luar negeri bahkan dikatakan kalau anak yang terinfeksi pneumonia mycoplasma masih bisa beraktivitas normal. 

"Makanya literatur di negara luar mereka menyebutnya dengan nama lain, sebutnya walking pneumonia. Karena kena pneumonia yang penyebabnya mycoplasma ini anak-anaknya masih jalan-jalan, beraktivitas biasa," ujarnya.

Kebanyakan anak yang terinfeksi pneumonia mycoplasma juga cukup dilakukan rawat jalan di rumah dengan pemberian obat oral dari dokter. Pada akhirnya infeksi tersebut akan sembuh dengan sendirinya. 

"Tidak ada yang anaknya harus diinfus, dirawat di rumah sakit, pakai oksigen. Menunjukan anak cukup baik kondisi klinisnya, sehingga dia masih bisa beraktivitas seperti biasa. Naka tata laksananya bisa rawat jalan, pemberian obat secara minum," jelas dokter Nastiti.

Meski begitu, dia tetap berpesan kepada orang tua agar menjaga kebersihan dan kesehatan anak-anak. Sebab, penyakit tersebut mudah menular dari percikan atau droplet yang keluar dari pengidap pneumonia mycoplasma.  Cara pencegahannya juga mirip seperti saat menghindari Covid-19. Yakni, dengan rutin cuci tangan, menjaga jarak, juga pakai masker bila berdekatan dengan orang yang bergejala.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Mycoplasma Pneumoniae? Penyebab Lonjakan Wabah Misterius di China

Apa Itu Mycoplasma Pneumoniae? Penyebab Lonjakan Wabah Misterius di China

Health | Rabu, 06 Desember 2023 | 14:20 WIB

Gejala Mycoplasma Pneumonia pada Anak, 2.000 Balita di Jakarta Diduga Mulai Terjangkit!

Gejala Mycoplasma Pneumonia pada Anak, 2.000 Balita di Jakarta Diduga Mulai Terjangkit!

Health | Rabu, 06 Desember 2023 | 11:22 WIB

Covid-19 meningkat Lagi Di Sejumlah Negara, Bagaimana Situasi Di Indonesia?

Covid-19 meningkat Lagi Di Sejumlah Negara, Bagaimana Situasi Di Indonesia?

News | Rabu, 06 Desember 2023 | 09:18 WIB

Terkini

Dua Perusahaan Jumbo Mau IPO Dalam Waktu Dekat

Dua Perusahaan Jumbo Mau IPO Dalam Waktu Dekat

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:13 WIB

Ruas Jalan Padang-Solok Lewat Pintu Angin Ditutup Sementara

Ruas Jalan Padang-Solok Lewat Pintu Angin Ditutup Sementara

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 18:13 WIB

Disorot Usai Tenggelam di Laut Jawa, Siapa Pemilik Perusahaan Kapal Virgo Transport 8?

Disorot Usai Tenggelam di Laut Jawa, Siapa Pemilik Perusahaan Kapal Virgo Transport 8?

News | Minggu, 27 September 2026 | 18:11 WIB

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Pertumbuhan Ekonomi 8% Hanya Mimpi Jika Industri Manufaktur Lesu

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 18:08 WIB

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Kupas Tuntas 'Palu Arit di Ladang Tebu', Bukti Nyata Tragedi 1965 Tak Sekadar Hitam Putih!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 18:05 WIB

Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air

Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 18:03 WIB

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Cari Info Kesehatan Makin Mudah, Peran Apoteker Tetap Jadi Rujukan Konsumen

Health | Minggu, 27 September 2026 | 17:45 WIB

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Haji Isam Bukan Pengendali Saham BYAN

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:43 WIB

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Persiapan Dana Pensiun Harus Dimulai Sejak Hari Pertama Bekerja

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:36 WIB

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

CFX Mulai Bidik Tokenisasi Aset Riil dan Stablecoin

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 17:31 WIB

×