Viral Bayi Meninggal Dunia karena Kejang, Dokter Spesialis Anak Beri Tips Penanganan Tepat

Dinda Rachmawati Suara.Com
Selasa, 12 Desember 2023 | 09:30 WIB
Viral Bayi Meninggal Dunia karena Kejang, Dokter Spesialis Anak Beri Tips Penanganan Tepat
Ilustrasi bayi sedang sakit dan menangis (Freepik/zilvergolf)

Suara.com - Baru-baru ini, seorang ibu mendapatkan sorotan karena dinilai abai ketika anak balitanya mengalami kejang hingga menyebabkan buah hatinya itu meninggal dunia. 

Video viral tersebut diunggah akun @ayualbena02 hingga mendapatkan berbagai tanggapan, termasuk dokter spesialis anak, dr Harun Albar, SpA., MKes. 

Dalam tayangan yang beredar, bukannya memberi pertolongan, ibu dari balita tersebut malah terlihat merekam sang anak yang sedang kejang. Walau sekilas, kondisi balita itu memang tidak seperti kejang pada umumnya. 

Pada postingan lainnya, sang ibu memperlihatkan anaknya yang sudah meninggal dunia. Yang bikin membuatnya jadi nyinyiran, sang ibu malah melakukan live di TikTok di samping jenazah sang anak. 

Terlepas dari hal ini, dr Harun Albar, SpA.,MKes menjelaskan, jika kejang pada bayi dan anak, juga dewasa memang cukup berbeda. Jika pada anak dan dewasa terlihat seperti gerakan berulang, gerakannya lebih seperti mulut mengunyah, mengecap, kaki mengayuh seperti bersepeda, gerak mata yang acak berputar, kelopak mata berkedip atau tatapan kosong, gerakan meronta, hingga jeda panjang dalam bernapas.

Diduga, sang ibu dalam video tersebut memang tidak sadar jika anaknya sedang dalam kondisi kejang, sehingga tidak memberikan pertolongan yang tepat dan akhirnya meninggal dunia.

"Kejang bisa menimbulkan berbagai gejala, tergantung pada bagian otak mana yang terkena. Dari perasaan aneh di perut sampe gerakan ritmis yang tidak terkendali di seluruh tubuh. Orang yang kejang juga bisa kena epilepsi," tulis dr Harun seperti yang Suara.com kutip pada akun X miliknya, Senin (11/12/2023).

Untuk itu, selain mengetahui cirinya, berikut yang bisa dipelajari saat anak mengalami kejang, menurut dr Harun. 

1. Letakkan anak dengan perlahan di lantai atau permukaan halus dan singkirkan benda-benda yang ada didekatnya.

Baca Juga: Mengenal Apa itu IKD, Identitas Digital Pengganti e-KTP yang Viral Dibagikan Kominfo

2. Baringkan anak miring untuk mencegahnya tersedak air liur (ludah).

3. Jika anak muntah, bersihkan mulutnya dengan lembut menggunakan jari.

4. Longgarkan pakaian yang dipakai anak di sekitar kepala atau leher.

5. Pastikan anak bernapas dengan baik.

6. Jangan coba mencegah saat anak sedang gemetar karena hal ini tidak akan menghentikan kejang.

7. Jangan memaasukkan apapun ke mulut anak. Makanan, minuman, maupun obat sampai anak sadar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI