Banyak Kasus Bunuh Diri Terjadi di Kalangan Remaja, Ini 4 Penyebabnya

Vania Rossa, Fajar Ramadhan

Selasa, 12 Desember 2023 | 18:14 WIB
Banyak Kasus Bunuh Diri Terjadi di Kalangan Remaja, Ini 4 Penyebabnya
Ilustrasi Remaja Depresi. (Shutterstock)

Suara.com - Belakangan, kasus bunuh diri di kalangan remaja kian meningkat. Hal ini pun menjadi sorotan masyarakat. Yang menjadi pertanyaan, apa alasan para remaja tersebut mengakhiri hidupnya?

Dokter spesialis ilmu kedokteran jiwa, Dr. dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ mengatakan ada berbagai faktor yang menyebabkan remaja memilih mengakhiri hidupnya.

Dalam media briefing bersama PB IDI (11/12/2023), Dr. Nova yang akrab disapa Noriyu itu membagikan beberapa faktor risiko yang membuat seseorang memiliki ide untuk bunuh diri. Berikut beberapa di antaranya:

1. Loneliness (kesepian)

Kesepian menjadi salah satu faktor kuat yang membuat seseorang memutuskan untuk bunuh diri. Noriyu menjelaskan bahwa faktor kesepian membuat mereka merasa sendiri, hingga akhirnya muncul pemikiran untuk mengakhiri hidupnya.

Di sisi lain, kesendirian juga bisa menjadi cara untuk mengetahui tanda-tanda risiko adanya keinginan remaja tersebut untuk bunuh diri. Mereka yang kesepian patut untuk diperhatikan agar terhindar dari munculnya ide bunuh diri.

2. Burdensomeness (merasa dirinya sebagai beban)

Remaja yang merasa dirinya adalah beban, akan berpikir bahwa mereka tidak bisa memenuhi ekspektasi orang di sekitarnya. Hal ini kemudian bisa menimbulkan pemikiran untuk bunuh diri.

3. Belongingness (rasa memiliki)

baca juga

Ketika remaja merasa dirinya tidak diharapkan atau dimiliki oleh orang lain, ini akan membuatnya berpikir untuk bunuh diri. Misalnya, dalam keluarga dirinya seakan tergantikan. Atau dalam hal lainnya, ia merasa seperti tidak memiliki keluarga. Situasi ini akan memancing ide-ide remaja tersebut untuk mengakhiri hidupnya.

4. Hopelessness (putus harapan)

Hal lain yang membuat remaja berpikir untuk bunuh diri yaitu karena tidak adanya harapan. Ia merasa putus asa dengan harapan hidupnya. Hal tersebut membuatnya memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Oleh karena itulah, perlu adanya upaya pencegahan agar keinginan bunuh diri itu tidak dilakukan oleh remaja. Noriyu mengatakan, penting selalu memerhatikan orang-orang yang ada di sekitar kita, baik dari kebiasaan atau hal lainnya. Biasanya, akan ada perubahan perilaku orang tersebut. Ini menjadi cara mengetahui tanda seseorang ingin bunuh diri.

“Untuk memeriksa diri sendiri, ya kita lihat kebiasaannya, kalau sudah tidak bisa ketawa maka sudah tidak beres. Itu salah satu hal simple bahwa ada perubahan yang terjadi,” ungkap Noriyu.

Noriyu juga berpesan agar tidak pernah menganggap remeh masalah kecil orang-orang terdekat, seperti keluarga. Cobalah selalu beri perhatian dan cari cara agar mereka tak merasakan faktor-faktor di atas.

Misalnya dengan mencoba melakukan hal-hal menyenangkan bersamanya tanpa menyinggung perasaan mereka. Hal ini akan membuat orang tersebut tahu kalau dirinya diperhatikan.

“Jangan pernah menganggap remeh kalau anggota keluarga enggak ada masalah. Misalnya, kalau anggota keluarga enggak keluar dari rumah, tunjukkan attention dan perhatian. Jadi bisa mulai dari hal-hal yang tidak menyerempet hal-hal stresnya dia. Tapi dia tau kalau dirinya diperhatikan,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Ungkap Mengapa Pelaku Bunuh Diri Lebih Banyak Laki-Laki: Jarang Curhat Seperti Perempuan?

Dokter Ungkap Mengapa Pelaku Bunuh Diri Lebih Banyak Laki-Laki: Jarang Curhat Seperti Perempuan?

Health | Senin, 11 Desember 2023 | 22:13 WIB

Nahas! Pedagang Otak-otak Nekat Gantung Diri di Pohon TPU Tegal Alur

Nahas! Pedagang Otak-otak Nekat Gantung Diri di Pohon TPU Tegal Alur

News | Senin, 11 Desember 2023 | 02:25 WIB

Review Anime Hoshiai no Sora, Melihat Dunia Anak-Anak melalui Lapangan Tenis Meja

Review Anime Hoshiai no Sora, Melihat Dunia Anak-Anak melalui Lapangan Tenis Meja

Your Say | Selasa, 05 Desember 2023 | 19:10 WIB

Terkini

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB