Lampaui Aturan Ketenagakerjaan, Menkes Sebut Petugas KPPS Kerja Hingga 16 Jam Sehari

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 20 Februari 2024 | 08:42 WIB
Lampaui Aturan Ketenagakerjaan, Menkes Sebut Petugas KPPS Kerja Hingga 16 Jam Sehari
Petugas kesehatan dari Dinkes Sulsel saat bertugas memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan penyelenggara pemilu yang memiliki keluhan kesehatan [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]

Suara.com - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan perlunya persiapan yang lebih dini untuk memitigasi dampak fisik bagi petugas Pemilu yang mungkin harus bekerja melebihi batas kemampuan stamina mereka.

"Mereka kerja di atas 10 jam, bahkan 16 jam seperti Kopassus, khusus dan berat," kata Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers usai rapat evaluasi kesehatan petugas Pemilu di Gedung Kemenkes Jakarta, Senin.

Untuk mengantisipasi hal ini, Budi Gunadi Sadikin menyarankan penerapan skrining kesehatan yang lebih awal, sebagaimana yang dilakukan oleh Korps TNI dalam mempersiapkan prajuritnya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Dea)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Suara.com/Dea)

Menurut Budi, aturan jam kerja yang ditetapkan dalam undang-undang ketenagakerjaan membatasi waktu kerja maksimum hingga 7 jam per hari atau 40 jam per minggu dalam enam hari kerja.

Oleh karena itu, untuk mengimbangi beban kerja yang tinggi, penting untuk mengadopsi langkah-langkah mitigasi kesehatan yang lebih awal bagi petugas Pemilu, termasuk skrining kesehatan.

Pemerintah telah menyediakan aplikasi skrining kesehatan gratis melalui BPJS Kesehatan di platform JKN Mobile, serta memperkuat fasilitas pemeriksaan kesehatan di Puskesmas di seluruh Indonesia. Budi juga mengusulkan agar skrining kesehatan dilakukan sebelum petugas mendaftar di KPU.

Kementerian Kesehatan bersama otoritas terkait sedang merencanakan pertemuan lanjutan untuk menyempurnakan sistem deteksi dini kesehatan bagi petugas Pemilu. Budi juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya sejumlah petugas Pemilu 2024 atas nama pemerintah, sambil berharap agar mereka diampuni dosanya dan diterima amal ibadahnya.

Menurut laporan Kementerian Kesehatan, persentase kematian petugas Pemilu pada tanggal 14 hingga 18 Februari 2024 mencapai sekitar 16 persen dari jumlah insiden serupa pada tahun 2019, yang mencapai 554 jiwa.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Ingin Deteksi Dini Kanker Bisa Dilakukan di Puskesmas, Lebih Murah Meriah?

Menkes Ingin Deteksi Dini Kanker Bisa Dilakukan di Puskesmas, Lebih Murah Meriah?

Health | Senin, 19 Februari 2024 | 14:40 WIB

Menkes Ungkap Pentingnya Layanan Pasien Berbayar di Rumah Sakit Vertikal, Biar Bisa Cover BPJS?

Menkes Ungkap Pentingnya Layanan Pasien Berbayar di Rumah Sakit Vertikal, Biar Bisa Cover BPJS?

Health | Sabtu, 03 Februari 2024 | 15:45 WIB

Menkes Minta Capres Terpilih Fokus Pada Kesehatan Masyarakat, Biar Bisa Capai Bonus Demografi?

Menkes Minta Capres Terpilih Fokus Pada Kesehatan Masyarakat, Biar Bisa Capai Bonus Demografi?

Health | Jum'at, 02 Februari 2024 | 10:25 WIB

Terkini

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Menikmati Jogja Lewat Rasa dan Sejarah: Dari Kuliner Kampung hingga Meditasi Jiwa

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:26 WIB

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Soroti Tata Kelola Negara, Emak-Emak di Yogyakarta: Remuk!

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:10 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

×