Fakta Flu Burung Jenis Baru Renggut Nyawa di Meksiko, Kenali Gejala hingga Bahayanya

Rifan Aditya | Suara.com

Sabtu, 08 Juni 2024 | 15:00 WIB
Fakta Flu Burung Jenis Baru Renggut Nyawa di Meksiko, Kenali Gejala hingga Bahayanya
Ilustrasi Flu Burung jenis baru (Pixabay/Christo Anestev)

Varian jenis baru dari flu burung, H5N1, sudah menyebar selama berminggu-minggu pada ternak sapi perah di Amerika Serikat, dan beberapa kasus dilaporkan terjadi terhadap manusia. 

Sampai 6 Juni, CDC melaporkan 83 peternakan di 10 negara bagian yang dinyatakan positif terhadap flu burung. Badan ini sebelumnya percaya sapi saling menularkan virus melalui kontak dengan susu yang telah terinfeksi.  

4. Flu hanya menyerang hewan  

Sampai saat ini tdak satu pun dari penyakit tersebut yang menular dari manusia ke manusia. Namun penyakit ini justru menular dari ternak ke manusia, ungkap pihak berwenang. 

5. Tidak ada vaksinasi khusus untuk mencegah  

Tidak ada vaksinasi khusus untuk bisa mencegah infeksi virus flu burung. Akan tetapi, kandidat vaksin dikembangkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan terhadap pandemi. 

WHO mengklaim jika mereka telah mencapai kesepakatan dengan 15 produsen vaksin untuk mempunyai akses real-time terhadap 10 persen produksi vaksin di masa yang akan datang jika terjadi pandemi flu burung. 

Gejala Flu Burung Jenis Baru 

Tiga orang yang dinyatakan positif di AS tahun ini semuanya merupakan pekerja peternakan yang berhubungan dengan sapi perah. Orang pertama betasal dari Texas pada Maret dan dua di Michigan pada Mei - melaporkan terkena iritasi mata.

Otoritas kesehatan sampai saat ini tengah mewaspadai konjungtivitis, sejenis infeksi mata, sebagai sebuah indikasi bahwa flu burung mungkin saja terlibat. 

Kasus terbaru yang menimpa warga Michigan juga mengalami infeksi saluran pernapasan bagian atas hingga meningkatkan kekhawatiran terhadap penularan. CDC tengah melakukan analisis genetik dengan tujuan untuk melihat apakah virus sudah bermutasi dengan cara yang bisa membuatnya lebih berbahaya. 

Selanjutnya, korban asal Meksiko dilaporkan menderita penyakit ginjal kronis, diabetes tipe 2, dan hipertensi yang dialami sejak lama. Kemudian ia meninggal satu minggu usai mengalami demam, sesak napas, hingga diare. 

Bahaya Flu Burung Jenis Baru 

Flu burung bukanlah penyakit biasa, bahkan bisa berakibat fatal. Akan tetapi, implikasi kesehatan untuk H5N1 di AS sejauh ini bersifat terbatas.

Sejak awal 2020 sampai 3 Mei, 28 kasus manusia yang terkonfirmasi flu burung H5N1 sudaj dilaporkan ke WHO, hingga mengakibatkan delapan kematian. Orang yang terkontamiansi atau terlihat kontak dekat dengan hewan yang sakit meningkatkan risiko yang tinggi untuk terinfeksi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger! Pria Di Meksiko Meninggal Karena Flu Burung, Kasus Pertama?

Geger! Pria Di Meksiko Meninggal Karena Flu Burung, Kasus Pertama?

Health | Kamis, 06 Juni 2024 | 15:10 WIB

Cara Cek Keamanan Link Sebelum Diklik

Cara Cek Keamanan Link Sebelum Diklik

Tekno | Jum'at, 31 Mei 2024 | 05:58 WIB

Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19

Alert! Kemenkes Peringatkan Potensi Peningkatan Covid-19

Health | Selasa, 28 Mei 2024 | 11:59 WIB

Virus Corona Ngamuk Lagi, Kasus Covid-19 di Singapura Meroket Hingga Dua Kali Lipat

Virus Corona Ngamuk Lagi, Kasus Covid-19 di Singapura Meroket Hingga Dua Kali Lipat

Health | Senin, 20 Mei 2024 | 14:01 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB