Pneumonia Jadi Penyakit Paling Banyak Dialami Jamaah asal Indonesia Saat Haji

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 12 Juni 2024 | 12:55 WIB
Pneumonia Jadi Penyakit Paling Banyak Dialami Jamaah asal Indonesia Saat Haji
Ilustrasi haji - Biaya haji tahun 2024 (Freepik)

Suara.com - Penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di kalangan calon jemaah haji, dengan 56 kematian hingga Minggu (9/6). Pneumonia menempati urutan pertama sebagai penyakit yang paling banyak dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Menurut dr. Ali Asdar Sp.P dari KKHI Makkah, pneumonia dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, dan protozoa. Penelitian menunjukkan bakteri gram positif adalah penyebab utama pneumonia komunitas.

Data rumah sakit di Indonesia pada 2020-2021 menunjukkan bahwa bakteri gram negatif seperti Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli paling sering ditemukan pada pasien pneumonia komunitas, diikuti oleh bakteri gram positif seperti Staphylococcus haemolyticus.

“Ini menunjukkan perubahan pola bakteri pneumonia komunitas di Indonesia dalam 10 tahun terakhir, sehingga perlu penelitian lebih lanjut,” kata dr. Asdar.

Ilustrasi haji (pixabay)
Ilustrasi haji (pixabay)

Faktor risiko pneumonia komunitas termasuk usia, merokok, paparan lingkungan tidak sehat, malnutrisi, gangguan fungsi tubuh, kebersihan mulut buruk, penggunaan terapi imunosupresif, steroid oral, dan obat penghambat asam lambung. Resistensi antibiotik, populasi lanjut usia yang meningkat, dan komorbiditas kronis juga berkontribusi.

Komorbiditas yang terkait dengan pneumonia komunitas mencakup penyakit respirasi kronik, penyakit kardiovaskular, gagal jantung kongestif, diabetes, penyakit ginjal atau hati kronik, dan stroke.

Sebagian besar pasien pneumonia komunitas membaik dalam 72 jam pertama setelah pemberian antibiotik. Namun, 6-15% tidak menunjukkan respons dalam periode tersebut, dengan tingkat kegagalan mencapai 40% pada pasien ICU.

Jika tidak ada perbaikan dalam 48-72 jam pengobatan, diagnosis, kondisi pasien, obat-obatan, dan bakteri penyebab perlu ditinjau ulang. Penyebab kegagalan pengobatan biasanya adalah faktor pemicu penyakit, bukan kesalahan pemilihan antibiotik. Penyebab kurang responsif mungkin karena bakteri resisten atau komplikasi pneumonia.

Antibiotik harus diberikan segera dan dievaluasi dalam 24-72 jam pertama. Jika ada perbaikan, terapi dilanjutkan. Jika memburuk, antibiotik diganti sesuai hasil biakan.

Langkah jika pasien tidak responsif meliputi merujuk pasien ke pelayanan lebih tinggi, pemeriksaan ulang diagnosis, pemeriksaan invasif jika perlu, dan pemberian antibiotik sesuai hasil biakan.

Pneumonia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti efusi pleura, empiema, abses paru, sepsis, syok sepsis, gagal napas, ARDS, dan kematian.

Pengobatan di KKHI sudah memadai dengan laboratorium dan X-ray, sehingga pasien menunjukkan perbaikan. Dokter KKHI merekomendasikan penggunaan masker, berhenti merokok, istirahat cukup, minum cukup cairan, makan bergizi, dan rutin minum obat bagi yang memiliki komorbid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lodewijk Freidrich Paulus Soroti Permasalahan Berulang di Penyelenggaraan Ibadah Haji

Lodewijk Freidrich Paulus Soroti Permasalahan Berulang di Penyelenggaraan Ibadah Haji

DPR | Rabu, 12 Juni 2024 | 11:08 WIB

Menag Yaqut Minta Tak Ada Penumpukan Jemaah Haji Indonesia di Muzdalifah

Menag Yaqut Minta Tak Ada Penumpukan Jemaah Haji Indonesia di Muzdalifah

Religi | Rabu, 12 Juni 2024 | 10:56 WIB

Jelang Puncak Ibadah Haji: Kemenag Siapkan Tenda High-Tech dan Golf Car di Arafah

Jelang Puncak Ibadah Haji: Kemenag Siapkan Tenda High-Tech dan Golf Car di Arafah

Religi | Rabu, 12 Juni 2024 | 10:46 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB