Bunuh Diri Bisa Menular, Jangan Sebarkan Foto dan Video Tragedi Cimindi Ya!

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Sabtu, 29 Juni 2024 | 10:41 WIB
Bunuh Diri Bisa Menular, Jangan Sebarkan Foto dan Video Tragedi Cimindi Ya!
Ilustrasi bunuh diri (Shutterstock).

Suara.com - Publik digegerkan dengan kasus bunuh diri di jembatan layang atau flyover Cimindi, Cimahi, Jawa Barat. Masyarakat perlu waspada, karena kasus bunuh diri menular karena mentrigger penyintas hingga keluarga dengan riwayat serupa.

Seorang pria ditemukan menggantung oleh warga dan pengendara di pagi hari Jumat, 28 Juni 2024. Polisi langsung datang ke lokasi kejadian, dan mengevakuasi jasad ke RS Sartika Asih Kota Bandung.

"Untuk hal lainnya baru bisa diketahui setelah autopsi. Penanganan juga selanjutnya diambil alih oleh Polrestabes Bandung karena lokasinya masuk Kota Bandung," kata Kanit Resum Satreskrim Polres Cimahi, Ipda Egi kepada awak media.

Ilustrasi Bunuh diri (Unsplash/Eva Blue)
Ilustrasi Bunuh diri (Unsplash/Eva Blue)

Masyarakat perlu waspada dalam menyikapi kasus bunuh diri yang terjadi dan menjadi konsumsi publik. Sebaiknya tidak menyebarkan foto, video maupun kisah dan wasiat peristiwa bunuh diri, karena ternyata bisa menular pada teman atau keluarga dengan riwayat bunuh diri.

Ini sesuai dengan penelitian yang diterbitkan American Association of Suicidology pada 2016 lalu, menyebutkan remaja dengan teman atau anggota keluarga yang meninggal karena bunuh diri, berisiko lebih tinggi bunuh diri dibanding mereka yang tidak memiliki teman atau anggota keluarga dengan kondisi tersebut.

Profesor Sosiologi University of British Columbia, Seth Abrutyn, Ph.D mengatakan perkembangan emosional remaja dengan mereka yang mengalami trauma karena tragedi cenderung sedikit berbeda, dibanding mereka yang tidak memiliki trauma saat menyaksikan atau mendengar peristiwa bunuh diri.

"Kaum muda jarang sekali siap untuk memahami kematian, apalagi sesuatu yang membingungkan seperti bunuh diri," ujar Seth mengutip ABC News, Sabtu (29/6/2024).

Ditambah penelitian terbaru University of Calgary menemukan adanya peningkatan kunjungan ruang gawat darurat anak, untuk upaya bunuh diri dan menyakiti diri sendiri selama tahun pertama pandemi Covid-19.

Cara mengatasi orang ingin bunuh diri

Melansir Mayo Clinic, tanda dan keinginan untuk bunuh diri harus ditanggapi serius. Berikut ini cara mengatasi orang yang ingin bunuh diri:

1. Tawarkan bantuan

Tawarkan untuk mendengarkan ceritanya, baik itu lewat percakapan langsung, chat atau panggilan telepon. Bisa juga menawarkan pergi bersama orang itu untuk mendapatkan pengobatan dan bertemu psikolog.

2. Ajak orang itu bicara

Seseorang yang berpikir untuk bunuh diri mungkin merasa malu, bersalah, atau malu. Bersikaplah sportif dan pengertian. Berikan pendapat Anda tanpa menyalahkan. Dengarkan baik-baik dan jangan menyela.

3. Tetap menghormati perasaannya

Jangan mencoba mengubah perasaan orang tersebut atau mengungkapkan keterkejutannya. Ingat, meskipun seseorang yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri tidak berpikir jernih, emosinya nyata. Tidak menghargai perasaan orang tersebut dapat menyebabkan orang tersebut berhenti berbicara.

4. Jangan meremehkan dan mengkritik

Jangan katakan kepada seseorang, "Keadaannya bisa jadi lebih buruk" atau "Kamu punya segalanya untuk dijalani". Sebaliknya, ajukan pertanyaan seperti, “Apa yang menyebabkan kamu merasa begitu buruk?” "Apa yang bisa membuatmu merasa lebih baik?" atau "Apa yang bisa saya bantu?".

5. Buktikan semua bisa membaik

Ketika seseorang mempunyai pikiran untuk bunuh diri, sepertinya tidak ada yang bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Yakinkan orang tersebut bahwa pengobatan mencakup mempelajari cara lain untuk mengatasinya, yang dapat membuat hidup terasa lebih baik lagi.

Catatan Redaksi: Hidup seringkali sangat sulit dan membuat stres, tetapi kematian tidak pernah menjadi jawabannya. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan berkecenderungan bunuh diri, sila hubungi dokter kesehatan jiwa di Puskesmas atau Rumah sakit terdekat.

Bisa juga Anda menghubungi LSM Jangan Bunuh Diri melalui email [email protected] dan telepon di 021-9696 9293. Ada pula nomor hotline Halo Kemkes di 1500-567 yang bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi di bidang kesehatan 24 jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Fakta Penemuan Mayat Tergantung di Jembatan Cimindi, Korban Tinggalkan Surat Wasiat

6 Fakta Penemuan Mayat Tergantung di Jembatan Cimindi, Korban Tinggalkan Surat Wasiat

News | Sabtu, 29 Juni 2024 | 10:20 WIB

Misteri Kematian Tahanan Lapas Bulak Kapal, Keluarga Ragukan Bunuh Diri, Ada Dugaan Penganiayaan?

Misteri Kematian Tahanan Lapas Bulak Kapal, Keluarga Ragukan Bunuh Diri, Ada Dugaan Penganiayaan?

News | Jum'at, 28 Juni 2024 | 18:27 WIB

Heboh! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Flyover Cimindi, Bunuh Diri atau Dibunuh?

Heboh! Pria Ditemukan Tewas Tergantung di Flyover Cimindi, Bunuh Diri atau Dibunuh?

Your Say | Jum'at, 28 Juni 2024 | 17:20 WIB

Terkini

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 11:27 WIB

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:56 WIB

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 19:13 WIB

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:47 WIB

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga

Health | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:25 WIB