Diduga Sebabkan Zhang Zhi Jie Kolaps, Ini Pertolongan Pertama Aritmia dan Henti Jantung Mendadak!

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Senin, 01 Juli 2024 | 18:25 WIB
Diduga Sebabkan Zhang Zhi Jie Kolaps, Ini Pertolongan Pertama Aritmia dan Henti Jantung Mendadak!
Mendiang Zhang Zhi Jie pebulutangkis China yang meninggal saat ikuti gelaran Badminton Asia Junior Championship di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (30/6/2024). [@craigansibin/Twitter]

Suara.com - Dokter Tirta Mandira Hudhi menduga adanya kelainan ritme jantung atau aritmia yang menyebabkan atlet bulutangkis China, Zhang Zhi Jie, meninggal dunia saat tanding di Yogyakarta.

Selain mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Zhang Zhi Jie, dr. Tirta juga mengingatkan kondisi ini bisa terjadi tidak hanya pada atlet, tapi juga orang biasa, termasuk para sport enthusiast.

"Yang pertama, ketika pebulu tangkis jatuh, terkapar dan ada keadaan kejang, itu kemungkinan besar ada kelainan elektrik pada jantung atau gangguan ritme pada jantung (aritmia)," ujar dr. Tirta dalam video singkatnya di Twitter dikutip suara.com, Senin, Senin (1/7/2024).

Aritmia adalah gangguan irama jantung yang berupa detak jantung yang tidak normal, bisa saja iramanya tidak beraturan, terlalu cepat, atau terlalu lambat. Kondisi ini terjadi saat impuls listrik di jantung tidak bekerja dengan baik.

Menurut dr. Tirta, dalam kondisi tertentu, aritmia ini bisa menyebabkan aliran darah ke tubuh terutama otak menurun secara drastis. Ia juga menduga atlet yang masih berusia 19 tahun itu mengalami ventrikular fibrilasi dan ventrikular tatikadri, sehingga membuatnya kolaps di tempat.

"SOP-nya kalau terjadi diagnosa kelainan elektrik pada jantung atau gangguan aritmia jantung, atau yang mengakibatkan seperti itu, harus ada pertolongan dalam jeda 1atau 2 menit untuk memperpanjang kemungkinan hidup untuk dibawa ke RS," jelas dr. Tirta.

Melansir Web MD, Sudden cardiac death (SDC) atau henti jantung mendadak adalah kematian tiba-tiba yang tidak terduga yang disebabkan perubahan irama jantung atau aritmia.

Sebagai catatan, henti jantung mendadak berbeda dengan serangan jantung atau miokard. Namun kondisi ini bisa terjadi saat serangan jantung terjadi.

Serangan jantung terjadi saat adanya penyumbatan pada satu atau lebih pembuluh darah ke jantung, sehingga jantung tidak dapat menerima oksigen yang cukup. Kondisi ini yang akhirnya menyebabkan kerusakan jantung.

baca juga

Sedangkan pada henti jantung mendadak, terjadi ketika ada sistem kelistrikan jantung tidak berfungsi dan tiba-tiba detak jantung sangat tidak teratur. Jantung bisa berdetak sangat cepat sehingga darah tidak dialirkan ke seluruh tubuh.

Di menit-menit awal, kekhawatiran terbesar yaitu darah yang mengalir ke otak akan berkurang drastis, sehingga hilang kesadaran alias pingsan. Pada tahap ini bisa menyebabkan kematian, jika tidak segera dilakukan perawatan darurat alias pertolongan pertama.

Melansir Helsana, saat jantung seseorang tiba berhenti berdetak maka setiap detiknya akan sangat berarti, ia perlu segera kompresi dada sesegera mungkin dan defibrilator akan sangat membantu. Berikut ini pertolongan pertama henti jantung mendadak:

1. Hubungi tim medis darurat

Saat korban tidak sadarkan diri atau tidak merespon, tidak bernapas dengan normal, bisa jadi jantung atau pernapasannya terganggu, maka segeralah hubungi petugas medis dengan menghubungi ambulan atau Kemenkes melalui 119. Beritahu lokasi kejadian, apa yang terjadi, berapa orang yang terluka, dan mereka mengalami cedera apa saja, dan siapa nama penelpon.

2. Minta bawa defibrilator

Defibrilator adalah stimulator detak jantung yang menggunakan listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban serangan jantung. Jika sendirian, meminta seseorang membawakan defibrilator akan sangat membantu, hidupkan, lalu ikuti instruksi secara cermat.

3. Ambil posisi CPR

Langkahnya yaitu berlutut samping pasien, lalu letakkan tumit tangan Anda di tengah dadanya (tulang dada), sementara tangan lainnya berada di atasnya. Lakukan CPR dalam posisi lengan lurus, bahu diposisikan tepat di atas tangan. Posisi ini adalah cara terbaik untuk mentransfer kekuatan saat melakukan kompresi.

3. Kompresi dada

Lengan lurus, gunakan berat badan atas untuk menekan dada korban ke bawah sedalam 5 hingga 6 centimeter. Lakukan kompresi dengan kecepatan 100 hingga 120 kali per menit.

Setelah kompresi, dada harus kembali ke posisi semula sepenuhnya. Lakukan kompresi dada terus menerus minimal 30 kali. Lanjutkan sampai layanan darurat atau petugas medis mengambil alih atau hingga pasien mulai bernapas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Tirta Soroti Lambatnya Tim Medis kepada Zhang Zhi Jie: Satu Menit Dibiarin Tergeletak

Dokter Tirta Soroti Lambatnya Tim Medis kepada Zhang Zhi Jie: Satu Menit Dibiarin Tergeletak

Lifestyle | Senin, 01 Juli 2024 | 15:41 WIB

Zhang Zhi Jie Meninggal Dunia, Badminton China Kehilangan Aset Masa Depan

Zhang Zhi Jie Meninggal Dunia, Badminton China Kehilangan Aset Masa Depan

Your Say | Senin, 01 Juli 2024 | 15:50 WIB

Sosok Zhang Zhi Jie, Pebulutangkis Muda China yang Meninggal saat Berlaga di Pertandingan AJC 2024

Sosok Zhang Zhi Jie, Pebulutangkis Muda China yang Meninggal saat Berlaga di Pertandingan AJC 2024

Lifestyle | Senin, 01 Juli 2024 | 14:23 WIB

Terkini

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 06:41 WIB

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:40 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

×