Negara Maju Punya Syarat Ketat Untuk Pekerjakan Dokter Asing: Lulusan Universitas Bergengsi dan Bisa Bahasa Setempat

Vania Rossa, Lilis Varwati

Selasa, 09 Juli 2024 | 14:03 WIB
Negara Maju Punya Syarat Ketat Untuk Pekerjakan Dokter Asing: Lulusan Universitas Bergengsi dan Bisa Bahasa Setempat
Ilustrasi dokter asing (pexels)

Suara.com - Rencana pemerintah RI untuk merekrut dokter asing ke Tanah Air tuai kontroversi. Sebelum merealisasikan hal tersebut, pemerintah diminta untuk lebih dulu membuat regulasi domestik yang ketat terkait calon dokter asing yang akan dipekerjakan.

Ketua Klaster Kedokteran dan Kesehatan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional Dr. Iqbal Mochtar, Sp.OK., mengungkapkan bahwa negara maju yang telah memekerjakan dokter asing juga punya syarat dan aturan yang ketat dalam proses perekrutan. Terutama mengenai latar belakang pendidikan dan kemampuan bahasa.

"Pertama terkait kualifikasi pendidikan, karena kalau dokter asing mereka berasal dari background yang berbeda dengan negara yang dituju, sistem yang berbeda, berasal dari spesialisasi yang berbeda. Kalaupun mereka mengatakan spesialis ortopedi, belum tentu kemampuan kapasitas antara satu dokter dengan dokter lainnya akan sama," jelas dokter Iqbal dalam dialog bersama media secara virtual, Selasa (9/7/2024).

Kemampuan berbahasa juga jadi salah satu syarat penting. Dokter asing yang bekerja di luar negeri tentu harus menguasai bahasa utama dalam negara tersebut. Sehingga, akan ada ujian bahasa dalam proses perekrutan dengan standar minimal yang cukup tinggi.

Dokter Iqbal mengatakan, negara maju seperti Jerman dan Amerika Serikat termasuk yang memiliki syarat tinggi untuk kemampuan bahasa terhadap dokter asing.

"Di Jerman katakanlah level kemampuan bahasanya C2, itu sangat susah dicapai kecuali orang sudah menggunakan bahasa itu secara bertahun-tahun. Kalau di Amerika, bahasa Inggris diterapkan dengan tes IELTS harus di atas 7, bahkan beberapa di antaranya 7,5, itu juga tidak mudah," ujar dokter yang bekerja di rumah sakit Qatar tersebut.

Selain proses administrasi dan kemampuan bahasa, dokter asing juga harus harus melalui uji kompetensi untuk melihat tingkat kemampuan ilmu kedokterannya sesuai dengan kebutuhan negara setempat. Sehingga biasanya dokter asing akan lakukan program pelatihan terlebih dahulu, bahkan bisa jadi turun jabatan.

"Contoh kalau misalnya ada dokter di Indonesia yang sudah seperti spesialis, sudah konsultan, begitu dia masuk ke Amerika, dia harus mengulangi (tahap) residence dari awal. Jadi tidak bisa langsung melanjutkan. Ini yang terjadi di negara lain, jadi ada training khusus sebelum mereka diizinkan untuk masuk," ungkapnya.

Walau demikian, semua itu bisa jadi sepadan dengan bayaran yang bisa didapatkan oleh dokter asing. Selain mendapatkan gaji yang lebih tinggi, dokter asing di sejumlah negara maju ada juga yang memberikan berbagai tunjangan yang sepadan. Seperti tunjangan perjalanan ke luar negeri, beasiswa melanjutkan pendidikan, hingga tunjangan keluarga untuk anaknya agar bisa sekolah gratis.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketua IDI Tegaskan Nakes Indonesia Tidak Anti dengan Dokter Asing, Tapi Apresiasi Dulu Tenaga Medis Dalam Negeri

Ketua IDI Tegaskan Nakes Indonesia Tidak Anti dengan Dokter Asing, Tapi Apresiasi Dulu Tenaga Medis Dalam Negeri

Health | Selasa, 09 Juli 2024 | 13:24 WIB

Tumbuh Rambut Putih Halus di Tempat Tak Biasa, Dokter Peringatkan Tanda Kanker

Tumbuh Rambut Putih Halus di Tempat Tak Biasa, Dokter Peringatkan Tanda Kanker

Health | Selasa, 09 Juli 2024 | 11:17 WIB

Tompi Sebut Oplas Bukan Ubah Takdir tapi Nasib, Jadi Dibolehkan

Tompi Sebut Oplas Bukan Ubah Takdir tapi Nasib, Jadi Dibolehkan

Entertainment | Selasa, 09 Juli 2024 | 08:30 WIB

Terkini

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:35 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:31 WIB

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Riau | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:08 WIB

×