Anak Batuk Jangan Asal Diberi Obat, Ini Bahayanya Kata Dokter Paru

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Sabtu, 27 Juli 2024 | 18:26 WIB
Anak Batuk Jangan Asal Diberi Obat, Ini Bahayanya Kata Dokter Paru
Ilustrasi anak batuk, kesehatan anak. (Shutterstock)

Suara.com - Batuk pada anak seringkali menjadi kekhawatiran bagi orang tua. Refleks alami tubuh ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari flu biasa hingga kondisi yang lebih serius. Sebelum buru-buru memberikan obat, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab batuk anak.

Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan yang tepat dapat diberikan, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih efektif dan aman. Sebab batuk pada anak bukanlah sekadar gangguan kecil, tetapi bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Berbincang dengan Suara.com dan ditulis Sabtu (27/7/2024), Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. Agus Dwi Susanto, menekankan bahwa anak yang batuk tidak boleh langsung diberi obat batuk. Batuk merupakan mekanisme fisiologis alami tubuh untuk mengeluarkan benda asing seperti virus, bakteri, bahan iritasi, atau dahak dari saluran napas.

Mengapa Batuk Tidak Langsung Diberi Obat

Dr. Agus menjelaskan bahwa pada kondisi tertentu, batuk tidak seharusnya ditekan dengan obat. Batuk membantu mengeluarkan benda asing yang tidak seharusnya berada di saluran napas. Memberi obat batuk tanpa mengetahui penyebab batuk bisa menghambat proses alami tubuh.

Jenis Obat Batuk

Ada dua jenis obat batuk yang perlu diketahui:

  • Obat yang menekan mekanisme batuk.
  • Obat yang mengencerkan dahak.

Masalahnya, jika batuk disebabkan oleh refleks tubuh untuk mengeluarkan dahak tetapi malah diberi obat untuk menekan batuk, dahak yang ada di tenggorokan tidak bisa keluar. Obat pengencer dahak membantu dahak mudah dikeluarkan tanpa menekan batuk.

Batuk Akibat Asma

Dalam kasus batuk akibat asma, sangat dilarang mengonsumsi obat batuk karena obat tersebut bisa menekan batuk dan membuat saluran napas semakin sempit. Asma memerlukan obat yang dapat melancarkan saluran napas agar kembali normal, bukan obat yang menekan batuk.

Langkah-Langkah yang Disarankan

Orangtua disarankan untuk menunggu 2 hingga 3 hari sebelum memberi obat batuk, untuk mengetahui dan memperkirakan penyebab batuk. Jika batuk tidak kunjung hilang setelah 3 hari, obat batuk yang dijual bebas bisa diberikan dengan syarat membaca aturan pakai di kemasan. Jika setelah itu batuk masih belum sembuh, anak harus dibawa ke rumah sakit.

Dengan memahami penyebab batuk dan memberikan penanganan yang tepat, orangtua dapat memastikan anak mendapatkan perawatan yang sesuai dan menghindari komplikasi yang mungkin timbul dari penggunaan obat batuk yang tidak tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begitu Perhatiannya Ayu Ting Ting ke Raffi Ahmad saat Naik Mobil Sport, Tawarkan Obat Batuk

Begitu Perhatiannya Ayu Ting Ting ke Raffi Ahmad saat Naik Mobil Sport, Tawarkan Obat Batuk

Otomotif | Minggu, 07 Juli 2024 | 12:38 WIB

Flu Singapura Merebak, Orang Tua Harus Tau Cara Proteksi Anak

Flu Singapura Merebak, Orang Tua Harus Tau Cara Proteksi Anak

Health | Rabu, 03 Juli 2024 | 08:46 WIB

Begini Cara Bedakan Batuk Pilek Sebagai Gejala Alergi atau Hanya Sakit Biasa Pada Anak

Begini Cara Bedakan Batuk Pilek Sebagai Gejala Alergi atau Hanya Sakit Biasa Pada Anak

Health | Selasa, 25 Juni 2024 | 19:19 WIB

Terkini

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB