Ini Jenis Olahraga yang Paling Sering Menyebabkan Kematian Mendadak Akibat Penyakit Jantung

Vania Rossa

Senin, 29 Juli 2024 | 15:04 WIB
Ini Jenis Olahraga yang Paling Sering Menyebabkan Kematian Mendadak Akibat Penyakit Jantung
Ilustrasi Kematian Mendadak Akibat Penyakit Jantung (freepik.com/shaynech13)

Suara.com - Aktivitas fisik secara teratur telah terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan kardiovaskular. Namun, pada kelompok individu dengan kondisi jantung tertentu, olahraga dapat memicu kematian mendadak akibat penyakit jantung. Fenomena ini merupakan penyebab utama kematian medis pada atlet, dengan prevalensi yang diperkirakan antara 1 dari 40.000 hingga 80.000 kasus per tahun.

Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, kasus kematian mendadak akibat penyakit jantung pada atlet ini bisa terjadi pada rentang usia berapa pun. Pada atlet yang lebih tua, hal ini sebagian besar disebabkan oleh penyakit arteri koroner dan komplikasinya. Sementara pada atlet yang lebih muda, kematian mendadak bisa disebabkan oleh penyakit kardiovaskular bawaan atau genetik seperti kardiomiopati hipertrofi (HCM), anomali arteri koroner, kardiomiopati lain, atau gangguan aritmogenik primer.

Lalu, apa saja jenis olahraga yang patut diwaspadai karena paling sering ditemukan kasus kematian mendadak akibat penyakit jantung?

Laman Kemenkes RI menyebut bahwa kejadian kematian mendadak akibat penyakit jantung ini banyak terjadi pada atlet dengan olahraga kompetitif, di mana hal ini memicu adrenalin atau rasa ingin menang sehingga jantung dipaksa bekerja keras.

Dalam sebuah seminar daring yang diadakan RS Pondok Indah pada tahun 2021, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr. dr. M. Fadil, Sp. J. P, Subsp. K. I. mengungkap bahwa menurut penelitian, kematian mendadak akibat penyakit jantung sebagian besar terjadi setelah olahraga sepak bola dan renang. Meski begitu, bukan berarti kasus ini tak ditemukan pada olahraga lainnya.

Lantaran ditemukan beberapa kasus seperti kejadian serangan jantung yang justru terjadi saat seseorang sedang berolahraga, hal ini kemudian menimbulkan mitos bahwa orang yang memiliki risiko jantung harus menghindari olahraga. Padahal faktanya, olahraga justru akan memperkuat otot jantung dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Namun, bagi pemula yang tidak pernah aktif berolahraga sebelumnya dan menderita penyakit jantung, maka diperlukan rencana olahraga yang sesuai dan tidak melewati batas.

Dr. Bayushi Eka Putra, SpJP, FIHA, seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, memberi beberapa tips kepada masyarakat dalam menjaga kondisi jantung bagi segala kalangan umur, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun saat berolahraga.

Menurut dr. Bayu dalam salah satu sesi edukasi bersama Allianz Indonesia, salah satu awal mula adanya penyakit jantung ini terjadi ketika plak muncul dan mempersempit arteri sehingga menghambat aliran darah. Plak pada jantung sangat mungkin muncul sedari bayi atau sedari muda. Oleh karena itu, pengecekan kesehatan idealnya perlu dilakukan sejak dini, saat berumur 20 tahun.

Selain mengecek kesehatan sedari dini, olahraga dengan intensitas ringan sampai sedang selama 150 menit per minggu sangat dianjurkan karena dapat menurunkan risiko 20-30 persen lebih rendah daripada orang yang jarang atau tidak pernah berolahraga. Selain itu, dr. Bayu juga menyebutkan beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan olahraga yang aman dan sesuai kapasitas supaya dapat menakar risiko jantung, di antaranya menghindari aktivitas olahraga dalam intensitas tinggi, mengindari overtraining, serta rutin melakukan medical check up.

baca juga

Dengan melakukan pemeriksaan rutin, kita bisa mengetahui fit atau tidaknya tubuh kita dalam beraktivitas. Selain itu dengan melakukan screening, kita dapat mengecek ada atau tidaknya penyakit jantung koroner (sumbatan pembuluh darah jantung) serta apakah ada gangguan irama jantung pada saat aktivitas.

”Dengan memerhatikan kapasitas kondisi tubuh saat berolahraga, kita memastikan bahwa olahraga yang kita lakukan dapat memberikan manfaat yang maksimal dan aman bagi tubuh. Hal selanjutnya yang tak kalah penting adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dengan pola makan sehat, jaga berat badan ideal, kelola stres dengan baik, dan mengurangi kebiasaan merokok,” pungkas dr. Bayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dapat Picu Kematian Mendadak, Ini Tips Jaga Kesehatan Jantung Saat Olahraga

Dapat Picu Kematian Mendadak, Ini Tips Jaga Kesehatan Jantung Saat Olahraga

Health | Senin, 29 Juli 2024 | 12:56 WIB

Sukses Digelar, Digiland Run 2024 Satukan Olahraga dengan Konser Musik

Sukses Digelar, Digiland Run 2024 Satukan Olahraga dengan Konser Musik

News | Senin, 29 Juli 2024 | 08:10 WIB

Melihat Keseruan Para Atlet Layar Beradu Kecepatan di Jakarta International Sailing Championship 2024

Melihat Keseruan Para Atlet Layar Beradu Kecepatan di Jakarta International Sailing Championship 2024

Foto | Jum'at, 26 Juli 2024 | 18:40 WIB

Terkini

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:41 WIB

PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung

PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta

Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:37 WIB

4 Shio Beruntung Besok 15 Agustus 2026, Akhir Pekan Dipenuhi Energi Positif

4 Shio Beruntung Besok 15 Agustus 2026, Akhir Pekan Dipenuhi Energi Positif

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Bansos, PKH, Hingga Subsidi KUR Masih Ada di 2027, Anggarannya Rp549,9 T

Bansos, PKH, Hingga Subsidi KUR Masih Ada di 2027, Anggarannya Rp549,9 T

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Prabowo Ingin Bahasa Asing Sejak SD, DPR: Jangan Semua Wajib, Biarkan Siswa Memilih

Prabowo Ingin Bahasa Asing Sejak SD, DPR: Jangan Semua Wajib, Biarkan Siswa Memilih

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Bali | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:28 WIB

×