Bahaya Kekurangan Vitamin D, Perparah Gejala Menopause hingga Ganggu Reproduksi?

Riki Chandra Suara.Com
Sabtu, 07 September 2024 | 17:39 WIB
Bahaya Kekurangan Vitamin D, Perparah Gejala Menopause hingga Ganggu Reproduksi?
Ilustrasi ikan sumber vitamin D. [Dok.Antara]

Suara.com - Dokter spesialis kandungan lulusan Universitas Hasanuddin Makassar, Dr. Ardiansjah Dara, menegaskan bahwa vitamin D tak hanya penting untuk anak-anak dan ibu hamil, namun juga bagi semua usia.

Vitamin D menjaga imunitas tubuh. Menurutnya, vitamin D3 memiliki peran penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan bukan hanya diperuntukkan bagi program hamil (promil) atau anak-anak.

"Berbicara tentang vitamin D, itu harus dikonsumsi secara rutin, tidak hanya untuk ibu hamil, tetapi juga untuk menjaga imunitas tubuh," katanya, Sabtu (7/9/2024).

Dara juga mengutip data WHO yang menyebutkan bahwa 78,2 persen lansia mengalami kekurangan vitamin D, yang bisa memperparah gejala menopause serta gangguan reproduksi.

Selain itu, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan masalah seperti GERD, yaitu kondisi di mana saluran pernapasan terganggu akibat penurunan fungsi penjepit saluran lambung ke tenggorokan.

Lebih lanjut, Dara menjelaskan bahwa tanda-tanda kekurangan vitamin D meliputi rasa malas bergerak, cepat lelah, serta rambut rontok. Kondisi ini dapat dialami oleh semua kelompok usia, termasuk ibu hamil dan wanita menopause yang sering mengalami perubahan hormon.

Dara juga menyoroti hasil penelitian WHO yang menemukan bahwa kadar vitamin D di Indonesia rata-rata hanya 17,2 nanogram per mililiter (ng/mL), jauh di bawah standar minimal 30 ng/mL. Kekurangan vitamin D ini, kata Dara, menuntut pentingnya suplementasi selain dengan berjemur di bawah sinar matahari.

"Ketika pandemi COVID, banyak orang berjemur, tapi waktu berjemurnya tidak tepat. Seharusnya berjemur pada jam 11 siang hingga sekitar jam 1 siang saat sinar UV B sedang bagus," ujar Dr. Dara. Ia juga menekankan bahwa suplemen vitamin D sangat praktis bagi mereka yang tidak sempat berjemur.

Selain berjemur, vitamin D bisa didapatkan dari makanan seperti ikan berlemak, misalnya salmon, makarel, sarden, serta dari kuning telur.

Dara merekomendasikan konsumsi suplemen vitamin D minimal 5000 iu per hari untuk menjaga kadar vitamin dalam tubuh tetap optimal, terutama bagi wanita yang memasuki masa menopause. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI