Jaga Kesehatan Mental, Apakah Biaya Konsultasi Psikolog Ditanggung Asuransi?

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Senin, 07 Oktober 2024 | 17:37 WIB
Jaga Kesehatan Mental, Apakah Biaya Konsultasi Psikolog Ditanggung Asuransi?
Ilustrasi Konsultasi Psikolog (Freepik.com)

Suara.com - Generasi muda alias Gen Z di Indonesia saat ini sudah lebih sadar dan peduli kesehatan mental, hingga tidak malu konsultasi ke psikolog. Tapi pertanyaanya, kalau sebagai karyawan pergi ke psikolog, apakah biayanya bisa ditanggung oleh kantor atau asuransi?

Menjawab hal ini, Head of Consulting and Analytics, Mercer Marsh Benefits Indonesia, Ria Ardiningtyas, mengatakan bahwa konsultasi ke psikolog tidak dijamin dalam asuransi yang diberikan perusahaan. Lho, kenapa?

Hal ini, menurut Ria, karena psikolog bukanlah dokter, sehingga tidak bisa memberikan terapi pengobatan atau meresepkan obat. Hanya saja, umumnya perusahaan di Indonesia memberikan jaminan pengobatan ke psikiater atau dokter spesialis kejiwaan.

"Biaya untuk konsultasi ke psikolog tidak dijamin, tapi ke psikiater itu dijamin. Kenapa? Karena psikiater itu adalah dokter backgroundnya, dokter jiwa, dokter spesialis kejiwaan, karena dia dokter, maka ada ilmu medicine (pengobatan)-nya, maka ya dijamin kan sakit. Lagian psikiater juga bisa resepkan obat-obatan buat bantu kejiwaan, tapi begitu ke psikolog, dia nggak bisa itu resep obat," ujar Ria saat memaparkan Laporan Indonesia Health and Benefits Study 2024 di Jakarta, Kamis (3/10/2024).

Ria menjelaskan bahwa sebagian besar perusahaan menilai, saat karyawan hanya pergi ke psikolog untuk konsultasi, maka dianggap ia belum sakit. Bahkan kata dia, tren di beberapa tahun mendatang di mana banyak karyawan berkonsultasi ke psikolog untuk menjaga kesehatan jiwa, hal tersebut juga tidak akan dijamin oleh perusahaan.

Kondisi ini juga terjadi, karena umumnya psikolog hanya mendengarkan curhatan, sehingga jika 'pintu' klaim konsultasi ini dibuka, jumlah uang perusahaan yang ke luar akan lebih banyak dan tidak ada batasnya.

Apalagi, biaya konsultasi ke psikolog umumnya dibayar dan dihitung per jam, dan umumnya sekali pertemuan bisa berlangsung selama beberapa jam.

"Belum lama ini saya mendapati ke psikolog di Bogor itu Rp350 ribu per jam. Di Jakarta Rp500 ribu per jam, curhat nggak kerasa 2 jam, belum lagi hospital admin Rp50 ribu. Jadi itulah kenapa nggak di-cover, jadi harus curhat ke teman atau pasangan," papar Ria.

Meski begitu, Ria tidak menampik jika saat ini banyak perusahaan semakin peduli pada kesehatan mental karyawan. Namun alih-alih berfokus pada konsultasi ke psikolog, perusahaan pilih menerapkan program lain seperti menyediakan hotline hingga berikan day off untuk menggeluti hobi.

Tren perusahaan semakin sadar pada kesehatan mental karyawan ini juga tertuang dalam riset Laporan Indonesia Health and Benefits Study 2024 oleh Mercer Marsh Benefits (MMB) Indonesia, bahwa ditemukan medical check up atau pemeriksaan kesehatan sudah jadi tren tahunan perusahaan di Indonesia.

Tujuannya, kata Ria, yaitu mencegah risiko peluang penyakit kronis karyawan semakin berat sehingga biayanya lebih besar, dan peluang karyawan bergantung pada obat semakin tinggi sehingga perusahaan harus terus menanggungnya.

"Program medical check up yang tepat dapat menjadi deteksi dini bagi penyakit kronis yang mungkin muncul di masa depan. Serta deteksi ini bagi perusahaan dalam merancang program wellness yang efektif fan efisien," jelas Ria.

Adapun selain medical check up, laporan MBB Indonesia hasil rangkuman lebih dari 470 perusahaan di Indonesia menemukan program kesehatan karyawan yang akan sangat membantu perusahaan, yaitu seperti pentingnya akses telemedicine atau layanan kesehatan jarak jauh, flexible benefits atau penyesuaian kebutuhan karyawan, dan tren biaya kesehatan meningkat apalagi ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) jadi penyakit paling umum saat ini.

Disarankan juga perusahaan menerapkan cost of care atau alat untuk mengukur biaya rumah sakit di Indonesia yang sesuai dengan kebutuhan karyawan. Alat ini nantinya akan menghasilkan laporan lengkap dan komprehensif tentang biaya peraawatan medis rumah sakit di Indonesia.

"Cost of care merupakan cara efektif bagi perusahaan, termasuk perusahaan asuransi, untuk menganalisis dan membandingkan biaya rawat inap berdasarkan diagnosis, area dan kelas rumah sakit, kelas R&B, dan jenis perawatan (dengan atau tanpa pembedahan)," pungkas Ria.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kecantikan yang Tersembunyi: Menyibak Ilusi Standar Kecantikan

Kecantikan yang Tersembunyi: Menyibak Ilusi Standar Kecantikan

Your Say | Senin, 07 Oktober 2024 | 10:15 WIB

Yoursay dan Psiaga Kupas Tuntas Journaling untuk Kesehatan Mental, Terapi Gratis Tanpa Obat Lewat Menulis

Yoursay dan Psiaga Kupas Tuntas Journaling untuk Kesehatan Mental, Terapi Gratis Tanpa Obat Lewat Menulis

Your Say | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 17:02 WIB

Dear Perempuan, Jangan Terjebak Pada Situasi Stres Berlebih!

Dear Perempuan, Jangan Terjebak Pada Situasi Stres Berlebih!

Your Say | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 11:30 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB