Waspada! Mata Malas pada Anak Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen, Ini Saran Dokter

Riki Chandra

Rabu, 09 Oktober 2024 | 17:40 WIB
Waspada! Mata Malas pada Anak Bisa Sebabkan Kebutaan Permanen, Ini Saran Dokter
Seorang siswa menjalani tes mata saat skrining kesehatan. [Dok.Antara]

Suara.com - Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit (RS) Mata Cicendo, Feti Karfiati Memed, mengingatkan pentingnya penanganan mata malas atau ambliopia pada anak untuk mencegah kebutaan saat dewasa.

Ambliopia merupakan penyebab umum hilangnya penglihatan pada orang dewasa, terutama bagi mereka yang tidak mendapatkan terapi yang tepat saat masih anak-anak.

"Ambliopia hanya bisa terjadi pada anak-anak. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan permanen di usia dewasa," jelas Feti, Rabu (9/10/2024).

Ambliopia adalah gangguan penglihatan yang terjadi ketika otak tidak mendapatkan rangsangan normal dari mata.

Menurut Feti, kondisi ini sering kali disebabkan oleh kelainan refraksi yang tidak dikoreksi, mata juling (strabismus), atau masalah dalam mata seperti katarak. Pemeriksaan dini pada anak sangat penting untuk mencegah kehilangan penglihatan yang lebih parah.

Feti menjelaskan, deteksi dini ambliopia sebaiknya dilakukan sebelum anak mencapai usia 5 tahun. Semakin tua usia anak, semakin sulit untuk menyembuhkan ambliopia.

"Kehilangan penglihatan permanen bisa dimulai jika terapi baru dilakukan setelah anak berusia 8 hingga 10 tahun," katanya.

Anak-anak yang berisiko terkena ambliopia termasuk mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan mata juling atau mata malas, serta yang memerlukan kacamata sejak usia dini. Faktor lain seperti kelahiran prematur, keterlambatan perkembangan, atau riwayat medis keluarga dengan masalah mata juga meningkatkan risiko ambliopia.

Feti menyarankan agar skrining mata pada bayi baru lahir dilakukan sejak usia 35 bulan atau antara 0 hingga 2 tahun. Pada tahap ini, pemeriksaan meliputi deteksi adanya mata juling, gerakan mata abnormal, serta refleks kornea. Skrining berikutnya dilakukan pada usia 3 hingga 4 tahun, di mana anak seharusnya sudah mampu mengidentifikasi ketajaman penglihatannya.

Selanjutnya, skrining ulang perlu dilakukan ketika anak berusia 5 tahun atau lebih. Pada tahap ini, anak diharapkan mampu mengidentifikasi sebagian besar optotipe pada baris 20/30 di setiap mata. Feti juga merekomendasikan skrining dilakukan secara berkala setiap tahun untuk memastikan kondisi mata anak tetap sehat.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa pembiayaan kesehatan untuk penanganan ambliopia sebagian besar akan ditanggung oleh BPJS jika anak tersebut terdaftar sebagai peserta.

"Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kebutaan akibat ambliopia. Kami juga berharap para guru di sekolah dapat lebih peka jika ada anak didik yang kesulitan melihat," tuturnya. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BSI Tangkap Tren Generasi Muda Siapkan Haji Sejak Dini lewat Kebiasaan Menabung

BSI Tangkap Tren Generasi Muda Siapkan Haji Sejak Dini lewat Kebiasaan Menabung

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 17:44 WIB

Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini

Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:43 WIB

Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah

Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:37 WIB

Dari Sejak Dini, Aksi Kecil Anak-Anak Menanam Bibit Tanaman Bisa Jadi Harapan Besar bagi Bumi

Dari Sejak Dini, Aksi Kecil Anak-Anak Menanam Bibit Tanaman Bisa Jadi Harapan Besar bagi Bumi

Lifestyle | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:33 WIB

Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru

Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru

Health | Selasa, 03 Februari 2026 | 07:58 WIB

Supaya Anak Peduli Lingkungan, Begini Cara Bangun Karakter Bijak Plastik Sejak Dini

Supaya Anak Peduli Lingkungan, Begini Cara Bangun Karakter Bijak Plastik Sejak Dini

Health | Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:08 WIB

Mata Lelah Gara-gara Layar? Ini 6 Jurus Sakti Biar Gak Cepat Rusak

Mata Lelah Gara-gara Layar? Ini 6 Jurus Sakti Biar Gak Cepat Rusak

Your Say | Rabu, 22 Oktober 2025 | 11:26 WIB

Kesibukan Kerja Kerap Tunda Pemeriksaan Mata, Layanan Ini Jadi Jawaban

Kesibukan Kerja Kerap Tunda Pemeriksaan Mata, Layanan Ini Jadi Jawaban

Health | Minggu, 05 Oktober 2025 | 12:55 WIB

Strategi Cegah Korupsi ala Prabowo, Sejahterakan Pejabat Sejak Dini

Strategi Cegah Korupsi ala Prabowo, Sejahterakan Pejabat Sejak Dini

News | Kamis, 17 Juli 2025 | 20:31 WIB

Miris! Dokter Mata Ini Operasi Pasien Juling di RSJ, Ternyata..

Miris! Dokter Mata Ini Operasi Pasien Juling di RSJ, Ternyata..

Video | Kamis, 24 April 2025 | 15:56 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×