Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini

Dinda Rachmawati

Jum'at, 31 Juli 2026 | 20:43 WIB
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Sekitar 200 pelajar dari 35 sekolah mengikuti AYIMUN Pekanbaru Chapter pada 25-26 Juli 2026.
  • Peserta dari berbagai daerah tersebut melakukan simulasi sidang PBB untuk membahas isu pendidikan dan lingkungan.
  • Kegiatan yang diselenggarakan IGN bersama ICS Pekanbaru ini bertujuan melatih kemampuan diplomasi generasi muda.

Suara.com - Kemampuan berbicara di depan umum memang penting, tetapi menjadi calon diplomat membutuhkan bekal yang jauh lebih luas. Seorang diplomat dituntut mampu berpikir kritis, memahami berbagai sudut pandang, bernegosiasi, hingga mencari solusi atas persoalan yang dihadapi banyak negara. 

Keterampilan tersebut ternyata bisa mulai diasah sejak usia sekolah melalui simulasi konferensi internasional seperti Model United Nations (MUN). Hal itu terlihat dalam penyelenggaraan Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Pekanbaru Chapter yang berlangsung pada 25-26 Juli 2026. 

Kegiatan yang diselenggarakan International Global Network (IGN) bekerja sama dengan Indonesian Creative School (ICS) Pekanbaru ini diikuti sekitar 200 pelajar dari 35 sekolah di berbagai provinsi.

Mengusung tema Powering Progress: Ensuring Equity and Sustainability in a Changing World, para peserta diajak memahami berbagai persoalan dunia melalui simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Mereka berdiskusi, bernegosiasi, hingga menyusun rekomendasi kebijakan layaknya delegasi dari berbagai negara. Tahun ini, peserta membahas dua isu besar yang tengah menjadi perhatian dunia. 

Pada dewan UNESCO, mereka mengangkat topik pemerataan akses pendidikan bagi penyandang disabilitas. Sementara di dewan UNEP, diskusi berfokus pada perkembangan kendaraan listrik yang di satu sisi mendukung transisi energi, namun juga memunculkan tantangan baru berupa limbah baterai lithium.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Dr. H. Syafrian Tommy, S.STP., M.Si, mengatakan kegiatan seperti ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi generasi muda.

"Dalam forum diplomasi ini, ada tiga pesan penting bagi generasi muda. Pertama, pemuda bukan sekadar penerus masa depan, tetapi aktor utama yang membentuk inovasi dan arah kebijakan. Kedua, diplomasi global bukan hanya tentang kemampuan berbicara, melainkan juga tentang membangun empati dan memahami keberagaman budaya. Ketiga, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga memastikan setiap orang memiliki akses yang setara terhadap pendidikan," ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan diplomasi bukan hanya bermanfaat bagi mereka yang bercita-cita bekerja di organisasi internasional. Keterampilan mendengar, berdiskusi, menghargai perbedaan pendapat, dan mengambil keputusan bersama juga dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan pada masa depan.

baca juga

President International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menambahkan bahwa peserta tidak hanya ditantang memenangkan perdebatan, tetapi belajar memahami persoalan secara lebih menyeluruh.

"Seluruh peserta AYIMUN Pekanbaru Chapter tidak hanya ditantang untuk mempertahankan argumen negara yang mereka wakili, tetapi juga untuk melihat setiap isu melalui tiga lensa utama: kekuatan, keadilan, dan waktu. Dari ketiga perspektif tersebut, para peserta diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang relevan dan berdampak. Tugas ini jauh lebih menantang daripada sekadar memenangkan debat, ini adalah proses nyata untuk membangun dunia yang lebih baik," jelasnya.

Pengalaman tersebut juga dinilai mampu membentuk karakter kepemimpinan sejak dini. Direktur Indonesian Creative School, Romy Charles Adam, mengatakan banyak orang masih menganggap MUN hanya ajang berpidato. Padahal, manfaat yang diperoleh jauh lebih besar.

"Di AYIMUN, saya melihat calon diplomat yang belajar membangun diplomasi, calon ilmuwan yang belajar mengomunikasikan gagasan-gagasan yang kompleks, calon pengusaha yang belajar berkolaborasi, calon guru yang belajar menginspirasi, serta calon pemimpin dan pembuat kebijakan yang belajar mendengarkan sebelum mengambil keputusan. Pengalaman seperti ini tidak dapat diperoleh hanya dari buku pelajaran, tetapi melalui pengalaman nyata," tuturnya.

Melalui pengalaman seperti ini, anak-anak belajar bahwa persoalan global tidak dapat diselesaikan sendirian. Dibutuhkan kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, serta keberanian menyampaikan solusi yang dapat diterima banyak pihak. 

Bekal tersebut menjadi modal penting bagi generasi muda agar kelak mampu berkontribusi, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga dalam menjawab berbagai tantangan dunia yang semakin kompleks.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat

CELIOS Soroti Pendamping Presiden dalam Kunjungan Luar Negeri, Dinilai Abaikan Peran Diplomat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:25 WIB

Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah

Ajak Anak Jadi Generasi Bijak Plastik Sejak Dini, Mulai dari Kebiasaan Pilah Sampah

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:37 WIB

Anies Baswedan Skakmat Seskab Teddy yang Sebut Dino Patti Djalal 'Pejabat Cuma 3 Bulan'

Anies Baswedan Skakmat Seskab Teddy yang Sebut Dino Patti Djalal 'Pejabat Cuma 3 Bulan'

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

Jakarta Kian Seksi Bagi Musisi Dunia, Pramono: BTS hingga Kanye West Pilih Konser di Sini

News | Senin, 14 September 2026 | 22:00 WIB

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

×