Mitos atau Fakta: Biopsi Payudara Bikin Sel Kanker Makin Menyebar? Ini Kata Ahli Patologi

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 30 Oktober 2024 | 12:32 WIB
Mitos atau Fakta: Biopsi Payudara Bikin Sel Kanker Makin Menyebar? Ini Kata Ahli Patologi
Dokter Spesialis Patologi Anatomi MRCCC Siloam Hospital Semanggi, dr. Fajar Lamhot Gultom, Sp.PA saat mengisi acara Early Breast Cancer Academy of Excellences oleh Roche Indonesia di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta Sabtu (26/10/2024).

Suara.com - Banyak perempuan takut menjalani biopsi untuk kanker payudara, karena ada anggapan tindakan tersebut bisa menyebabkan sel kanker semakin menyebar. Benarkah seperti itu?

Anggapan ini langsung dibantah Dokter Spesialis Patologi Anatomi MRCCC Siloam Hospital Semanggi, dr. Fajar Lamhot Gultom, Sp.PA yang mengatakan biopsi tidak akan menyebabkan kanker atau membuat sel kanker menyebar lebih cepat.

Menurut dr. Fajar jika jaringan diduga kanker yang diambil berada di bawah kulit, maka tindakan biopsi hanya perlu menggunakan jarum halus. Sedangkan penggunaan jarum halus ini tidak akan membuat sel kanker menyebar, bahkan pasien tidak akan merasakan sakit karena menggunakan anestesi topikal alias obat baal (mati rasa) dengan cara di semprot.

"Jadi memang kebanyakan dari orang awam yang ketakutan dan mengira setelah di biopsi kankernya bisa menyebar. Sampai sekarang tidak terbukti bahwa jarum halus akan menyebabkan penyebaran sel kanker, apalagi prosedur ini akan dilakukan dengan dokter yang kompeten," ungkap dr. Fajar acara diskusi Early Breast Cancer Academy of Excellences oleh Roche Indonesia di MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta Sabtu (26/10/2024).

Biopsi adalah prosedur medis untuk mengambil sampel jaringan, sel, atau cairan tubuh untuk diperiksa di laboratorium, termasuk untuk menegakkan diagnosis benjolan di tubuh pasien, apakah tumor jinak atau ganas alias kanker.

Tapi jika biopsi dilakukan dengan metode pembedahan karena jaringan yang perlu diperiksa berada jauh di bawah kulit, dr. Fajar meminta pasien tidak perlu khawatir karena tindakan dilakukan oleh dokter spesialis onkologi atau ahli kanker berpengalaman.

"Pembedahan akan dilakukan dengan dokter bedah yang kompeten, mereka sangat paham bagaimana pembedahan onkologi jadi tidak akan ada penyebaran. Jadi tidak perlu takut untuk melakukan biopsi kalau memang terindikasi," paparnya.

Adapun ketakutan masyarakat terhadap pemeriksaan kanker seperti biopsi, jadi salah satu penyebab mayoritas atau 70 persen kanker payudara di Indonesia ditemukan saat sudah stadium lanjut, sehingga angka harapan hidup pasien rendah.

Sedangkan jika pasien kanker ditemukan di tahap prakanker atau stadium awal 0 hingga 1, dan angka harapan hidup tinggi yang akhirnya membuat kualitas hidup pasien kanker jadi lebih baik.

baca juga

Ini juga jadi alasan EBC Academy Excellence digelar Roche Indonesia bekerjasama dengan Siloam Hospitals sesuai dengan arahan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melalui Global Breast Cancer Initiative (GBCI).

"Inisiatif ini menekankan soal pentingnya diagnosis dini, dan memiliki target untuk menurunkan angka kematian akibatnker payudara sebesar 2,5 persen per tahun, sehingga dapat menyelamatkan hingga 2,5 juta jiwa dalam dua dekade mendatang," jelas Perwakilan PT Roche Indonesia Pharmaceutical, Febby Ramaun.

Hingga saat ini kanker payudara jadi penyebab kematian tertinggi kedua akibat kanker setelah kanker paru di dunia. Namun pada perempuan, kanker payudara menyebabkan kematian tertinggi akibat kanker di dunia. Ini sebagaimana data Globocan 2022, ada 66.271 atau 30,1 persen kasus dengan angka kematian 22.598 atau 9,3 persen akibat kanker payudara di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Bantu Proses Penyembuhan, Ini Tips Menjaga Kesehatan Mental Penderita Kanker Payudara

Bisa Bantu Proses Penyembuhan, Ini Tips Menjaga Kesehatan Mental Penderita Kanker Payudara

Health | Rabu, 02 Oktober 2024 | 15:35 WIB

Ini 7 Langkah Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Metode SADARI

Ini 7 Langkah Deteksi Dini Kanker Payudara dengan Metode SADARI

Lifestyle | Selasa, 10 September 2024 | 20:08 WIB

Daftar Makanan yang Bisa Picu Kanker Payudara, Perlu Dibatasi dan Waspadai

Daftar Makanan yang Bisa Picu Kanker Payudara, Perlu Dibatasi dan Waspadai

Lifestyle | Selasa, 10 September 2024 | 20:35 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×