Klinik Diabetes Terpadu: Inovasi Pelayanan Holistik untuk Pasien Diabetes di Indonesia

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 15 November 2024 | 15:37 WIB
Klinik Diabetes Terpadu: Inovasi Pelayanan Holistik untuk Pasien Diabetes di Indonesia
Ilustrasi kulit terkena diabetes (Freepik)

Suara.com - Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan data kesehatan nasional, satu dari sepuluh orang dewasa di Indonesia hidup dengan diabetes. Angka ini tidak hanya mencerminkan besarnya tantangan kesehatan yang dihadapi, tetapi juga menjadi peringatan akan potensi krisis kesehatan di masa depan.

Komplikasi diabetes menjadi momok yang mengerikan bagi para penyandangnya. Penyakit jantung koroner sering muncul sebagai komplikasi utama, di mana pembuluh darah yang mengalami kerusakan akibat gula darah tinggi menyebabkan resiko serangan jantung meningkat. Belum lagi masalah ginjal yang dapat berujung pada kebutuhan cuci darah seumur hidup, membuat kualitas hidup penderita menurun drastis.

Gangguan saraf akibat diabetes juga tidak kalah mengkhawatirkan. Banyak penderita mengalami mati rasa pada kaki dan tangan, yang jika tidak ditangani dengan baik dapat berujung pada amputasi. Kerusakan saraf ini juga dapat mempengaruhi organ-organ vital lainnya, termasuk sistem pencernaan dan fungsi seksual.

Yang lebih memprihatinkan, sebagian besar kasus diabetes di Indonesia ternyata bisa dicegah. Gaya hidup modern dengan pola makan tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, serta stres yang tidak terkendali menjadi pemicu utama. Urbanisasi yang pesat dan perubahan pola hidup tradisional ke modern turut berkontribusi pada peningkatan jumlah penderita diabetes.

Untuk menghadapi tantangan ini, layanan kesehatan yang holistik dan terintegrasi menjadi solusi penting. Salah satu inovasi terbaru adalah kehadiran Klinik Diabetes Ca-Re di Merial Tower, RS PELNI, yang mengusung pendekatan one-stop service dan teknologi terdepan untuk memberikan perawatan terbaik bagi pasien.

Apa Itu Layanan One-Stop Service di Klinik Diabetes Ca-Re?

Klinik Diabetes Ca-Re dirancang untuk memberikan seluruh kebutuhan perawatan pasien diabetes di satu lokasi. Konsep one-stop service ini mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu atap, mulai dari diagnosis, pengobatan, hingga edukasi pencegahan.

Layanan Unggulan di Klinik Diabetes Ca-Re

  1. Klinik Edukasi Diabetes
    Membantu pasien memahami pengelolaan diabetes sehari-hari, termasuk pengaturan pola makan, aktivitas fisik, dan penggunaan obat.
  2. Klinik Kaki Diabetes
    Fokus pada pencegahan dan pengobatan komplikasi pada kaki, seperti ulkus diabetik, yang sering menjadi penyebab amputasi.
  3. Skrining Dini Komplikasi Diabetes
    Deteksi awal komplikasi seperti gangguan jantung, ginjal, dan saraf untuk mencegah perkembangan kondisi yang lebih parah.
  4. Konsultasi Multidisiplin
    Pasien mendapatkan akses ke tim dokter spesialis, termasuk endokrinologi, kardiologi, dan nefrologi, yang bekerja sama untuk menyusun rencana perawatan personal.

dr Lukman menjelaskan beberapa keunggulan one-stop service yang didapatkan di Klinik Diabetes Ca-Re antara lain:

  1. Keunggulan One-Stop Service
    • Efisiensi Waktu dan Biaya: Semua layanan tersedia dalam satu tempat, mengurangi kebutuhan pasien untuk berpindah-pindah fasilitas.
    • Pelayanan Multidisiplin: Kolaborasi antar spesialis memastikan penanganan yang lebih komprehensif.
    • Pemantauan Terintegrasi: Adanya koordinator klinis yang memantau kondisi pasien dari awal hingga akhir perjalanan perawatan.
  2. Manfaat Pendekatan Terpadu untuk Pasien Diabetes
    • Personalisasi Perawatan: Rencana perawatan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien berdasarkan data kesehatan mereka.
    • Pemantauan Jangka Panjang: Teknologi memungkinkan dokter untuk terus memantau perkembangan kondisi pasien.
    • Pencegahan Komplikasi: Deteksi dini melalui skrining terintegrasi membantu mencegah komplikasi serius.

“Berdasarkan data kesehatan nasional, penyakit jantung dan ginjal tetap menjadi penyebab utama angka kesakitan dan kematian di Indonesia. Diabetes Ca-Re Merial Tower RS PELNI ini hadir sebagai bukti komitmen RS Pelni dan PT Pertamina Bina Medika IHC untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, dengan harapan menjadi pusat rujukan unggulan dalam penanganan pasien jantung dan ginjal secara terintegrasi," tutur Dr dr Lukman Ma'ruf, Sp.BS(K), Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Diabetes Sedunia 2024: Ini Penyebab Usia 30-an Terkena 'Penyakit Gula', Bisa Disembuhkan?

Hari Diabetes Sedunia 2024: Ini Penyebab Usia 30-an Terkena 'Penyakit Gula', Bisa Disembuhkan?

Health | Kamis, 14 November 2024 | 19:32 WIB

Survei Sun Life Ungkap Dampak Finansial dan Kesehatan Mental yang Tersembunyi dari Diabetes Tipe 2

Survei Sun Life Ungkap Dampak Finansial dan Kesehatan Mental yang Tersembunyi dari Diabetes Tipe 2

Bisnis | Kamis, 14 November 2024 | 14:59 WIB

Obat Diabetes Tipe 2 Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke? Ini Faktanya

Obat Diabetes Tipe 2 Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke? Ini Faktanya

Health | Rabu, 13 November 2024 | 16:53 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB