Apa Itu Perimenopause: Kenali Gejala, Tanda, dan Siapa yang Mengalaminya

Vania Rossa

Sabtu, 23 November 2024 | 07:30 WIB
Apa Itu Perimenopause: Kenali Gejala, Tanda, dan Siapa yang Mengalaminya
Ilustrasi Wanita Menopause (Unsplash)

Selama ini, kita mengenal periode menopause yang dialami perempuan saat sudah berhenti menstruasi. Kondisi ini mengakibatkan penurunan kesuburan, hingga dapat memicu beberapa penyakit jika tak dikelola dengan baik. Lalu, apa itu perimenopause?

Perimenopause adalah periode transisi yang dialami wanita sebelum memasuki masa menopause. Selama masa ini, tubuh mengalami perubahan hormonal yang signifikan, yang dapat menyebabkan berbagai gejala yang tidak nyaman.

Suara.com - Pengertian Perimenopause

Kondisi perimenopause dapat menandai akhir dari tahun-tahun reproduksi pada wanita. Setiap perempuan, memulai masa perimenopause di usia yang berbeda-beda. Seseorang bisa merasakan tanda-tanda transisi menopause, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur di usia 40-an. Akan tetapi, beberapa wanita juga bisa mengalami perubahan ini di usia pertengahan 30-an. 

Ketika mengalami perimenopause, tingkat estrogen dan hormon utama wanita di dalam tubuh akan naik dan turun secara tidak teratur. Dalam beberapa kasus, bisa jadi siklus menstruasi mungkin akan bertambah memanjang atau memendek. Bahkan, sebagian wanita mungkin juga mulai mengalami siklus menstruasi di mana ovarium tidak akan melepaskan sel telur (ovulasi). 

Penyebab Perimenopause

Perimenopause sebenarnya kondisi alamiah yang memang akan dialami seorang wanita dan merupakan hal yang normal terjadi. Seiring pertambahan usia, maka produksi estrogen dan progesteron akan mengalami peningkatan dan penurunan secara tidak beraturan. Nah perubahan yang terjadi pada tubuh wanita selama perimenopause merupakan hasil dari peningkatan dan penurunan estrogen yang tidak beraturan ini. 

Menurut data dari the north American menopause society, rata-rata perempuan mengalami gejala ini 4-8 tahun sebelum menopause. Lantas apa saja gejalanya?

Gejala Perimenopause

baca juga

Dikutip dari unggahan Instagram @dr.leydasaltian, berikut adalah beberapa gejala yang dialami wanita perimenopause:

1. Gangguan Siklus Menstruasi

Gejala utama dari fase perimenopause yaitu siklus menstruasi yang terganggu hingga tidak beraturan. Kadang siklusnya singkat, kadang berhenti sejenak, dan kemudian mulai lagi. Kondisi ini dapat terjadi karena ovulasi (pengeluaran sel telur) tidak bisa diprediksi.

2. Hot Flashes atau Berkeringat Malam

Seseorang yang memasuki masa perimenopause kerap merasakan kepanasan kemudian berkeringat walaupun suhunya normal.

3. Perubahan Suasana Hati atau Mood Swing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Menjaga Kesehatan Tulang Bagi Wanita Menopause Demi Cegah Osteoporosis

Cara Menjaga Kesehatan Tulang Bagi Wanita Menopause Demi Cegah Osteoporosis

Lifestyle | Jum'at, 08 November 2024 | 10:15 WIB

Perempuan Terlambat Menopause Berisiko Tinggi Terserang Asma, Ini Hasil Penelitian Terbaru

Perempuan Terlambat Menopause Berisiko Tinggi Terserang Asma, Ini Hasil Penelitian Terbaru

Lifestyle | Kamis, 31 Oktober 2024 | 16:13 WIB

Banyak Wanita Tak Teredukasi Gejala Menopause, Ini Faktanya

Banyak Wanita Tak Teredukasi Gejala Menopause, Ini Faktanya

Lifestyle | Kamis, 19 September 2024 | 17:48 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×