Bahaya Melewatkan Waktu Makan Saat Bekerja, Bisa Picu Jantung hingga Stroke!

Riki Chandra Suara.Com
Senin, 30 Desember 2024 | 13:49 WIB
Bahaya Melewatkan Waktu Makan Saat Bekerja, Bisa Picu Jantung hingga Stroke!
Ilustrasi makanan (lampalampa 7303/pexels)

Suara.com - Kebiasaan melewatkan makan saat kerja ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, terutama bagi mereka yang memiliki tuntutan pekerjaan tinggi. Kebiasaan ini memengaruhi metabolisme tubuh dan sistem kardiovaskular secara signifikan.

Konsultan Kardiologi, Dr. Dixit Garg mengatakan, melewatkan makan saat tubuh terus mengeluarkan energi memicu respons kontra-regulasi, terutama melalui aktivasi sistem saraf simpatik.

"Ini menyebabkan pemecahan lemak dan protein yang berlebihan untuk energi, memicu perubahan mikrovaskular, meningkatkan tekanan darah, dan berisiko pada kesehatan jantung," katanya, Senin (30/12/2024).

Peningkatan aktivitas saraf simpatik ini, kata Garg, dapat menyebabkan peradangan yang menjadi pemicu utama penyakit kardiovaskular. Dalam jangka panjang, kondisi ini memicu peningkatan jaringan fibrosa di jantung dan bahkan kematian sel.

Kepala Spesialis di HCL Healthcare, Dr. Shantanu Dhari mengatakan, melewatkan waktu makan dapat menyebabkan fluktuasi kadar gula darah yang berkontribusi pada resistensi insulin, faktor utama perkembangan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

"Ketika gula darah menurun karena melewatkan makan, tubuh cenderung merespons dengan keinginan makan tidak sehat, berisiko makan berlebihan, dan memilih makanan tinggi lemak atau kalori," ujarnya.

Kebiasaan ini meningkatkan risiko pembentukan plak di arteri (aterosklerosis), yang bisa memicu serangan jantung dan stroke.

Fluktuasi gula darah akibat pola makan yang buruk juga dapat menyebabkan sindrom metabolik dan penambahan berat badan, khususnya lemak di area perut. Lemak perut diketahui sebagai salah satu pemicu utama penyakit kardiovaskular.

Garg dan Dhari sama-sama menekankan pentingnya pola makan yang teratur untuk menjaga kesehatan jantung. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil secara berkala dapat membantu menjaga kadar gula darah stabil dan mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular.

"Makan sehat dengan gizi seimbang serta menjaga frekuensi makan dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan komplikasi metabolik lainnya," kata Dhari. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI