Kesaksian Optician, Myopia Booming Makin Marak pada Anak: Usia TK Mata Minus 2

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 12 Maret 2025 | 15:33 WIB
Kesaksian Optician, Myopia Booming Makin Marak pada Anak: Usia TK Mata Minus 2
Ilustrasi anak dengan mata minus. (pexels/Edwin Tan)

Suara.com - Maraknya penggunaan gadget pada anak ternyata menciptakan fenomena myopia booming alias ledakan mata minus, yang membuat penderita rabun jauh semakin dialami usia muda.

Fakta ini disampaikan GM Sales, Marketing, dan Customer Experience Optik Kasoem, Yanuar Rezqi yang menemukan semakin banyaknya rabun jauh pada anak didampingi orangtua saat datang ke optik kacamata, sehingga fenomena myopia booming di dunia termasuk Indonesia benar adanya.

"Temuan adanya myopia booming, ini adalah kondisi anak kecil yang minusnya terus bertambah dan bertambah, karena besarnya paparan gadget. Myopia booming ini jadi salah satu tantangan yang harus ditindaklanjuti, seperti di sini ada myopia manajemen bisa bantu proses rehabilitasinya," ujar Yanuar dalam acara peluncuran Kasoem Plus 2.0: WhatsApp Loyalty di Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (6/3/2025).

Pernyataan Yanuar dibenarkan Refractionist Optician Kasoem Vision Care, Fitri Isdarwanti yang secara langsung mengaku semakin sering menemukan anak balita seperti usia taman kanak-kanak (TK) sudah memiliki mata minus atau miopi.

"Beberapa minggu ini, belakangan ini justru malah kebanyakan anak-anak TK. Jadi usia baru 7 tahun, mau memasuki SD, itu dia udah banyak banget yang mengalami gangguan penglihatan miopia," ungkap Fitri.

Miopi atau rabun jauh adalah kondisi mata yang menyebabkan objek yang letaknya dekat terlihat jelas, sementara objek yang letaknya jauh terlihat kabur.

Selain semakin sering Fitri menemukan anak TK dan SD yang mengalami penurunan tajam penglihatan, tak main-main ia juga mendapati anak-anak ini memiliki kadar minus yang cukup besar di usia muda.

"Dan itu minusnya nggak yang 0,75 gitu, dia langsung minus 2. Ya kebanyakan udah kayak gitu," paparnya.

Kondisi ini menurut Fitri ada beragam sebab dari mulai faktor genetik alias keturunan hingga paparan berlebih gadget pada anak. Apalagi Fitri juga kerap sedikit mewawancarai penyabab beberapa anak punya mata minus yang cukup parah, dan mayoritas keluarga membenarkan anak sering menatap gadget.

baca juga

"Biasanya orang tuanya kan bilang, ini ternyata di sekolah, dia kalau lihat papan tulis, dia nggak bisa kelihatan dengan jarak jauh," ungkapnya.

Refractionist Optician Kasoem Vision Care, Fitri Isdarwanti di Pejaten, Jakarta Selatan (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Refractionist Optician Kasoem Vision Care, Fitri Isdarwanti di Pejaten, Jakarta Selatan (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Ternyata pas ditanya, apakah pemakaian gadgetnya cukup banyak di rumah, misalnya dia sama pengasuhnya, tidak dikontrol sama orang tuanya, biasanya karena faktor gadget juga bisa jadi," sambungnya.

Tidak cuma itu, saat dibedah lebih jauh pelanggan optik usia anak yang alami masalahnya mata minus atau miopi, jumlahnya lebihnya banyak karena faktor penggunaan gadget dibanding akibat keturunan.

“Kebanyakan banyak main gadgetnya,” terang Fitri.

Apalagi kata dia, anak-anak cenderung tidak bisa menjelaskan kondisi penglihatannya terganggu, yang akhirnya memengaruhi proses belajar. Ini sebabnya Fitri meminta orangtua dan orang dewasa di sekitar anak untuk lebih jeli mengenali tanda miopi pada anak, sehingga bisa segera dapat penanganan secepat mungkin.

Apalagi teknologi terbaru seperti Kasoem Plus 2.0: WhatsApp Loyalty memungkinkan pelanggan melakukan skrining awal seperti indikasi gangguan mata, karena terdapat pertanyaan seputar terbiasa aktivitas dalam ruangan atau luar ruangan, yang akhirnya bisa diberikan saran lensa kacamata yang sosok seperti mata, progresif, silinder, photochromic, hingga bluecromic.

“Harus pakai kacamata mau nggak mau. Prasekolah itu biasanya dia pasti udah mulai ngerasa, kalau dia mungkin baca nggak jelas atau gitu-gitu, itu udah mulai diperiksain. Atau ketika ngelihat anak-anak, kalau anak-anak lihat jarak jauh, matanya udah mulai disipitin, dia mulai micing-micingin mata, itu udah harus wajib diperiksain matanya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gadget dan Anak, Apakah Orang Tua Di Perkotaan Lebih Peduli?

Gadget dan Anak, Apakah Orang Tua Di Perkotaan Lebih Peduli?

Your Say | Rabu, 12 Maret 2025 | 13:30 WIB

8 Potret Keakraban Dua Anak Nikita Willy, Wajah Ganteng Issa Bikin Salfok

8 Potret Keakraban Dua Anak Nikita Willy, Wajah Ganteng Issa Bikin Salfok

Entertainment | Rabu, 12 Maret 2025 | 12:09 WIB

Cara Mengobati Mata Minus Secara Alami

Cara Mengobati Mata Minus Secara Alami

Health | Selasa, 29 Oktober 2024 | 14:00 WIB

Terkini

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

Pengawasan BPOM Dinilai Lemah, Kasus Ikan Asin Disemprot Baygon Picu Reaksi Keras DPR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:38 WIB

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

MUI: Imam Mahdi Bangkalan Sesat

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Usung Pelestarian Budaya Berkelanjutan, Ini Rangkaian Acara Tentrem Cultural Week 2026

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Harga Samsung Galaxy S26 Ultra Bisa Rp489 Ribuan per Bulan, Ini Syaratnya

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

Pembunuhan Perempuan di Madiun Termasuk Femisida, IFW Desak Pelaku Dijerat Pasal 459 KUHP

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

BSU 2026 Cair Berapa Kali? Ini Ketentuan Penyalurannya Menurut Permenaker Terbaru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:31 WIB

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

I Built a Rocket Ship: Merangkai Kenangan untuk Seseorang yang Telah Pergi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Bukan Cuma Minuman Hits, 5 Toner Matcha Korea Ini Bisa Atasi Pori-pori dan Jerawat

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

Jelang Sidang Perdana Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA, Silmy Karim: Alhamdulillah

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:27 WIB

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:26 WIB

×