Hari Perempuan Sedunia 2025: Saatnya Percepat Aksi untuk Kesehatan Mental Perempuan

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 21 Maret 2025 | 16:12 WIB
Hari Perempuan Sedunia 2025: Saatnya Percepat Aksi untuk Kesehatan Mental Perempuan
Ilustrasi kesehatan mental perempuan. (Unsplash/Priscilla Du Preez)
  • Konseling gratis atau subsidi biaya terapi.
  • Program kesehatan mental berbasis komunitas.
  • Pelatihan tenaga medis di puskesmas untuk menangani kasus kesehatan mental.

Saat ini, hanya sekitar 40% puskesmas di Indonesia yang mampu memberikan layanan kesehatan jiwa. Targetnya, semua puskesmas dapat menyediakan layanan ini pada tahun 2027.

5. Menghapus Stigma tentang Kesehatan Mental Perempuan

Banyak perempuan enggan mencari bantuan karena takut dicap lemah atau tidak kompeten. Kampanye edukasi publik sangat penting untuk:

  • Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan mental.
  • Menghilangkan anggapan bahwa gangguan mental adalah kelemahan.
  • Mendorong lebih banyak perempuan untuk mencari dukungan tanpa rasa malu.

6. Mengadopsi Pendekatan Holistik dalam Pemberdayaan Perempuan

Meningkatkan kesehatan mental perempuan tidak hanya melalui layanan kesehatan, tetapi juga dengan:

  • Pendidikan yang lebih baik tentang kesehatan mental sejak dini.
  • Pemberdayaan ekonomi agar perempuan memiliki kemandirian finansial.
  • Perlindungan hukum yang lebih kuat terhadap kekerasan berbasis gender.

7. Membangun Komunitas yang Mendukung Kesehatan Mental Perempuan

Dukungan sosial berperan besar dalam menjaga kesehatan mental. Oleh karena itu, penting untuk membentuk komunitas yang:

  • Memberikan ruang aman bagi perempuan untuk berbagi pengalaman.
  • Menawarkan program pendampingan dan peer support.
  • Mengadakan kegiatan yang meningkatkan kesejahteraan mental, seperti meditasi, yoga, atau kelompok diskusi.

"Hari Perempuan Sedunia 2025 menggarisbawahi pentingnya percepatan aksi dalam mengatasi tantangan kesehatan mental perempuan. Dengan fokus yang lebih mendalam dan komprehensif pada isu ini, kita dapat membantu menciptakan dunia yang lebih setara dan berdaya bagi semua Perempuan di Indonesia untuk mencapai Indonesia Emas 2045," tutup Imran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Game Online: Hiburan atau Jerat Kecanduan?

Game Online: Hiburan atau Jerat Kecanduan?

Your Say | Jum'at, 21 Maret 2025 | 15:36 WIB

Dokter Tirta Ungkap Cara Tepat Hadapi Teman yang Depresi, Jangan Sekali-kali Ucapkan Ini!

Dokter Tirta Ungkap Cara Tepat Hadapi Teman yang Depresi, Jangan Sekali-kali Ucapkan Ini!

Lifestyle | Kamis, 20 Maret 2025 | 12:17 WIB

Ewuh Pakewuh, Budaya Jawa yang Memengaruhi Kesehatan Mental

Ewuh Pakewuh, Budaya Jawa yang Memengaruhi Kesehatan Mental

Your Say | Rabu, 19 Maret 2025 | 14:01 WIB

Terkini

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB