Anak Punya 'Bercak Kopi Susu' Bisa Jadi Tanda NF1, Penyakit Langka yang Perlu Diwaspadai

Husna Rahmayunita, Dini Afrianti Efendi

Senin, 26 Mei 2025 | 19:08 WIB
Anak Punya 'Bercak Kopi Susu' Bisa Jadi Tanda NF1, Penyakit Langka yang Perlu Diwaspadai
Ilutrasi tanda lahir bercak kopi susu. [Pixabay/Carolina Grabowska]

Suara.com - Penyakit langka kelainan kulit Neurofibromatosis Tipe 1 atau NF1 pada anak yang ditandai dengan kopi susu syndrome, kerap dihadapkan pada stigma atau pandangan buruk yang mengganggu rasa percaya diri.

Padahal penyakit ini tidak menular sehingga tidak perlu dijauhi. Penyakit langka yang ditandai dengan pertumbuhan tumor abnormal ini merupakan penyakit keturunan alias genetik.

Dokter Spesialis Anak, Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik Anak, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, Sp.A(K) mengatakan meski NF1 penyakit kelainan kulit yang mudah dikenali sejak bayi, tapi setelah terdeteksi perlu dikenali dengan serius.

"Neurofibromatosis Tipe 1 adalah kelainan genetik langka yang bersifat multisistemik. Gejala awalnya sering tidak dikenali sebagai bagian dari penyakit, padahal bisa berkembang menjadi tumor di jaringan saraf dan berdampak pada berbagai organ," ujar Prof. Damayanti melalui keterangan yang diterima Suara.com, Senin (26/5/2025).

Perlu diketahui Neurofibromatosis adalah kelompok penyakit langka yang ditandai dengan pertumbuhan tumor abnormal pada sistem saraf. NF1 merupakan salah satu tipe NF yang paling umum dan banyak ditemukan karena 96 persen dari total kasus NF yang ada di dunia.

Penyakit kelainan kulit langka ini bisa mengganggu kesulitan belajar pada anak hingga mempengaruhi kualitas hidup, karena kondisi ini terkait dengan saraf maka bisa menimbulkan nyeri saat gejala muncul.

Selain NF1, ada juga Neurofibromatosis Tipe 2 (NF2) yang lebih jarang ditemukan tapi menimbulkan gejala lain yang lebih spesifik, yaitu gangguan pendengaran karena tumor ini tumbuh di saraf pendengaran. Bahkan NF2 ini bisa menyebabkan gangguan keseimbangan atau kelemahan otot.

"Penanganan NF1 tidak bisa dilakukan oleh satu spesialis saja—ini adalah kondisi yang membutuhkan kolaborasi dari tim medis multidisipliner sejak awal," sambung Prof. Damayanti.

Meski Neurofibromatosis termasuk dalam tumor jinak, tapi jika tidak terdiagnosis sejak awal dan penanganan terlambat, maka penyakit ini bisa berubah lebih rumit.

baca juga

Inilah sebabnya sejak usia anak beberapa kriteria klinis yang harus dikenali yaitu café-au-lait (bercak datar berwarna coklat muda), freckling atau bintik kecil di kulit, glioma optik yakni tumor pada jalur saraf mata, dan neurofibroma.

"Pada kasus dengan neurofibroma pleksiform, penanganan menjadi semakin kompleks karena risiko nyeri, gangguan fungsi, hingga transformasi menjadi tumor ganas," jelas Dokter Spesialis Anak subspesialis Neurologi Anak, Konsultan Neurologi Anak, dr. Amanda Soebadi, Sp.A(K), MMed.

Dari sisi penanganan, NF1 yang sudah menekan organ vital atau fungsi tubuh umumnya harus menjalani tindakan pembedahan. Tapi pada neurofibroma pleksiform atau tumor di saraf yang bentuknya lebih besar maka pembedahan cukup menyulitkan, sehingga pengobatan cenderung terbatas.

Kabar baiknya, kini anak dengan NF1 yang sudah di tahap neurofibroma pleksiform (NP) bisa menjalani Selumetinib, yaitu terapi pertama yang diakui secara global untuk rentang usia 3 tahun ke atas dengan NF1 simptomatik.

Terapi ini terbukti secara klinis mampu mengurangi ukuran tumor, meredakan nyeri, dan meningkatkan fungsi fisik serta kualitas hidup. Kehadiran Selumetinib menandai kemajuan signifikan dalam pengelolaan NF1 yang selama ini terbatas pada pilihan observasi atau pembedahan berisiko tinggi.

"Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan penyakit langka, khususnya NF1. Dengan menekankan pentingnya deteksi dini, diagnosa yang tepat, serta penanganan tepat waktu, inisiatif ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya sistem layanan kesehatan yang lebih baik bagi penyintas penyakit langka di Indonesia," papar Medical Director AstraZeneca Indonesia, dr. Feddy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas! Demam Kelinci Meningkat Tajam di AS, Aktivitas Luar Ruangan Berisiko

Awas! Demam Kelinci Meningkat Tajam di AS, Aktivitas Luar Ruangan Berisiko

News | Selasa, 07 Januari 2025 | 06:20 WIB

Terpaksa Hidup Seperti Vampir: Wanita Ini Tak Bisa Makan Bawang Putih Seumur Hidup

Terpaksa Hidup Seperti Vampir: Wanita Ini Tak Bisa Makan Bawang Putih Seumur Hidup

News | Senin, 14 Oktober 2024 | 03:25 WIB

Viral di TikTok Karena Celotehannya, Ini Penyakit Zehan Almira

Viral di TikTok Karena Celotehannya, Ini Penyakit Zehan Almira

Health | Rabu, 18 September 2024 | 14:54 WIB

Terkini

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Pecinta Disney Merapat, Mickey Mouse Kini Hadir di Berbagai Momen Lifestyle

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:55 WIB

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Rajin Pakai Skincare tapi Jerawat Masih Muncul? Kenali Dulu Apa Itu Mikrobioma Kulit

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:46 WIB

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Ketika Rumah Makin Pintar, Teknologi Dituntut Makin Mengerti Penghuninya

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 23:35 WIB

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Pengelola TPST Abu & Co Terancam Sanksi Pidana Jika Terbukti Cemari Sungai Cisadane

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:12 WIB

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

10 Hari Beroperasi, Gubernur Banten Puji Solidaritas Relawan Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda

Banten | Minggu, 20 September 2026 | 23:01 WIB

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Lampu Merah Sektor Pertanahan, 8 Celah Korupsi Radar KPK

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:52 WIB

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang

Jabar | Minggu, 20 September 2026 | 22:43 WIB

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

23 Perusahaan Buang Limbah ke Sungai Cileungsi

Bogor | Minggu, 20 September 2026 | 22:35 WIB

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Dua Legenda Liverpool Sambangi Jakarta, Antusiasme Fans Indonesia Bikin Sami Hyypia Terkejut

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 22:24 WIB

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

64 Pesawat dan 54.394 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Indonesia

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:45 WIB

×