Peneliti Ungkap Konsep Kesehatan Masih Bertentangan dengan Perilaku Masyarakat

Yasinta Rahmawati, Fajar Ramadhan

Jum'at, 30 Mei 2025 | 10:36 WIB
Peneliti Ungkap Konsep Kesehatan Masih Bertentangan dengan Perilaku Masyarakat
Diskusi media dan pemaparan Sehat Setengah Hati, Rabu (28/5/2025). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Suara.com - Tidak bisa dipungkiri saat ini banyak program kesehatan yang digencarkan di masyarakat, mulai dari Cek Kesehatan Gratis, Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), screening PTM (penyakit tidak menular), dan lain-lain.

Meski demikian, aplikasi program serta konsep kesehatan dalam masyarakat masih kurang maksimal. Peneliti sekaligus penulis buku Sehat Setengah Hati, Dr Ray Wagiu Basrowi menjelaskan, dalam penelitiannya sejak 2019, berbagai program serta konsep kesehatan yang ada masih paradoks alias bertentangan dengan keadaan masyarakat sesungguhnya.

“Artinya ini melihat bahwa meskipun konsep kesehatan sudah benar-benar dipahami dan sudah ada di semua strata kehidupan, tapi sebagai manusia berdasarkan penelitian yang kami lakukan sejak 2019 bahwa perilaku orang Indonesia itu masih paradoks atau berlawanan dengan konsep kesehatan yang sebenarnya,” jelas Dr Ray dalam diskusi media dan pemaparan Sehat Setengah Hati, Rabu (28/5/2025).

Hal-hal tersebut yang akhirnya membuat kepercayaan masyarakat dengan program maupun konsep keseharan tidak penuh alias setengah hati. Pasalnya, kepercayaan masyarakat tidak diiringi dengan perilaku yang sesuai.

“Padahal orang Indonesia sudah mempercaya bahwa vaksin bisa mencegah penyakit, kemudian olahraga bisa menurunkan risiko diabetes hipertensi dan juga lain sebagainya tapi konsep health belief model membuktikan bahwa barrier orang Indonesia untuk berperilaku baik itu jauh lebih besar,” sambungnya.

Oleh sebab itu, menurut Dr Ray, sebesar apapun negara investasi di bidang kesehatan akan menjadi sia-sia jika tidak adanya kepercayaan dari masyarakatnya. Apalagi, beberapa masyarakat merasa kondisi tubuhnya masih sehat dan baik-baik saja.

Diskusi media dan pemaparan Sehat Setengah Hati, Rabu (28/5/2025). (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Diskusi media dan pemaparan Sehat Setengah Hati, Rabu (28/5/2025). (Suara.com/Fajar Ramadhan)

“Sebesar apa pun investasi negara dalam bidang kesehatan akan sia-sia bila masyarakat tidak merasa rentan, tidak yakin terhadap manfaatnya, atau terus merasa ‘masih muda, masih sehat, belum perlu periksa,” ungkap Dr Ray.

Untuk itu, konsep kesehatan yang baik ini perlu ada komunikasi yang baik. Hal itu akan membantu membuat program kesehatan yang nantinya diciptakan berimbang dengan kepercayaan masyarakat.

Melihat kondisi tersebut, melalui penelitiannya Dr Ray juga menuangkannya dalam buku terbaru berjudul “Sehat Setengah Hati - Interpretasi Paradoks Health Belief Model” yang diliuncurkan Kamis (28/5) di Jakarta.

baca juga

Melalui buku ini, Dr Ray ingin mengajak Kementerian Kesehatan dan semua pemangku kepentingan untuk mengintegrasikan pendekatan Health Belief Model dalam desain, pelatihan kader, dan strategi komunikasi perubahan perilaku.

Bukan cuma itu, dengan bukunya ini ia juga berharap adanya kesadaran kesehatan yang lebih baik dari masyarakat.

"Kalau kita hanya bergerak karena takut, kesadarannya temporer. Tapi kalau didorong oleh pemahaman dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang sekitar, itu akan tertanam dalam dirinya sendiri,” jelasnya.

Tentang Dr Ray Wagiu Basrowi

Potret Dr Ray Wagiu Basrowi. (Suara.com/Fajar Ramadhan)
Potret Dr Ray Wagiu Basrowi. (Suara.com/Fajar Ramadhan)

Ray Wagiu Basrowi, yang lahir pada 7 Juli 1977 di Manado, adalah seorang peneliti, dokter komunitas, dan pakar nutrisi asal Indonesia. Ia dikenal sebagai pendiri sekaligus ketua dari Health Collaborative Centre (HCC).

Selain itu, Ray juga mengajar di Program Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dan aktif dalam berbagai organisasi ilmiah serta kegiatan sosial.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FoMO dan Kecanduan Media Sosial, Menyelami Perangkap Digital Remaja

FoMO dan Kecanduan Media Sosial, Menyelami Perangkap Digital Remaja

Your Say | Kamis, 29 Mei 2025 | 14:13 WIB

Studi: Cuaca Ekstrem Memperparah Krisis Kesehatan Reproduksi Remaja

Studi: Cuaca Ekstrem Memperparah Krisis Kesehatan Reproduksi Remaja

Health | Kamis, 29 Mei 2025 | 09:03 WIB

Sering Terlupakan, Dampak Krisis Iklim Terhadap Kesehatan Mental Juga Perlu Diperhatikan

Sering Terlupakan, Dampak Krisis Iklim Terhadap Kesehatan Mental Juga Perlu Diperhatikan

Health | Rabu, 28 Mei 2025 | 13:49 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×