Studi: Cuaca Ekstrem Memperparah Krisis Kesehatan Reproduksi Remaja

M. Reza Sulaiman

Kamis, 29 Mei 2025 | 09:03 WIB
Studi: Cuaca Ekstrem Memperparah Krisis Kesehatan Reproduksi Remaja
Ilustrasi cuaca ekstrem kekeringaan. (Photo by Mohamed Elshawry/Pexels)

Suara.com - Perubahan iklim semakin diakui sebagai salah satu tantangan terbesar bagi kesehatan manusia di abad ke-21. Dampaknya tidak hanya terbatas pada meningkatnya suhu global, naiknya permukaan laut, dan bencana alam yang lebih sering terjadi, tetapi juga merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan fisik dan mental masyarakat.

Kondisi cuaca ekstrem, seperti kekeringan berkepanjangan atau banjir besar, dapat merusak infrastruktur kesehatan, mengganggu distribusi pangan, serta mempersulit akses terhadap air bersih dan sanitasi.

Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan tidak dirasakan secara merata. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan masyarakat berpenghasilan rendah lebih berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat krisis iklim.

Penyakit yang ditularkan melalui air dan udara, seperti malaria, diare, dan infeksi saluran pernapasan, cenderung meningkat di wilayah-wilayah dengan sanitasi buruk dan layanan kesehatan yang terbatas.

Selain itu, tekanan ekonomi dan lingkungan yang diakibatkan oleh perubahan iklim juga dapat memicu stres kronis serta gangguan kesehatan mental, terutama pada komunitas yang kehilangan sumber penghidupan.

Cuaca Ekstrem dan Kerentanan Sosial

Perubahan iklim kini menghadirkan tantangan baru dalam sektor kesehatan, khususnya bagi remaja muda di Kenya. Cuaca ekstrem seperti kekeringan dan banjir mulai menimbulkan dampak negatif serius terhadap kesehatan reproduksi remaja perempuan, terutama mereka yang berusia antara 10 hingga 14 tahun.

Hal ini terungkap dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di jurnal BMJ Global Health pada awal Mei. Studi ini melibatkan 297 partisipan dari enam wilayah di Kenya yang terdampak langsung oleh perubahan iklim, yakni Mathare, Kisumu, Isiolo, Naivasha, Kilifi, dan Kalobeyei Refugee Settlement.

Penelitian ini merupakan kolaborasi antara akademisi dari University of Toronto dan dua organisasi komunitas lokal, yaitu Centre for the Study of Adolescence dan Elim Trust.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim menciptakan dampak berlapis terhadap kehidupan remaja. Krisis pangan, kekurangan air bersih, dan akses sanitasi yang terbatas menjadi faktor utama yang mendorong remaja perempuan keluar dari sistem pendidikan. Kondisi ini juga memicu peningkatan kasus kekerasan berbasis gender hingga kehamilan usia dini.

Dr. Carmen Logie, peneliti utama studi ini, menekankan bahwa perubahan iklim bukan lagi hanya soal lingkungan, tetapi sudah menjadi krisis kesehatan masyarakat.

“Remaja muda, terutama perempuan, menjadi kelompok yang paling terdampak dalam situasi ini. Kita tidak bisa mengabaikan bagaimana tekanan terhadap lingkungan ikut memperparah ketidaksetaraan dalam akses layanan kesehatan dan pendidikan,” ujarnya, dilansir EurekAlert!

Ketimpangan Akses terhadap Kebutuhan Dasar

Cerita dari para remaja dan komunitas lokal mengungkap kondisi nyata di lapangan. Kekurangan air tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari, tetapi juga menciptakan ruang bagi kekerasan dan eksploitasi. Anak-anak perempuan harus menempuh jarak jauh untuk mengambil air, yang sering kali membuat mereka rentan terhadap pelecehan.

Selain itu, ketiadaan perlengkapan menstruasi menjadi hambatan besar bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan. Dalam banyak kasus, remaja perempuan harus menjual diri untuk mendapatkan produk kebersihan dasar seperti pembalut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Krisis Iklim, Sawah di Demak Berubah Jadi Tambak

Dampak Krisis Iklim, Sawah di Demak Berubah Jadi Tambak

Foto | Kamis, 29 Mei 2025 | 07:44 WIB

Kebijakan Jam Malam Pelajar di Jabar: Solusi atau Sekadar Simbolik?

Kebijakan Jam Malam Pelajar di Jabar: Solusi atau Sekadar Simbolik?

Liks | Rabu, 28 Mei 2025 | 18:23 WIB

Remaja Bali Makin Banyak 'Kecanduan' Rokok Elektrik, Dinkes: Sudah Banyak yang Gunakan

Remaja Bali Makin Banyak 'Kecanduan' Rokok Elektrik, Dinkes: Sudah Banyak yang Gunakan

News | Selasa, 27 Mei 2025 | 15:30 WIB

Terkini

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 15:00 WIB