Hati Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok Bukan Hanya Merusak Kesehatan, Tapi Juga Lingkungan

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 31 Mei 2025 | 12:07 WIB
Hati Tanpa Tembakau Sedunia: Rokok Bukan Hanya Merusak Kesehatan, Tapi Juga Lingkungan
Hari Tanpa Tembakau Sedunia. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengingatkan dunia akan bahaya laten rokok di Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Bukan hanya dari sisi kesehatan manusia, tetapi juga kerusakan lingkungan yang ditimbulkan dari hulu hingga hilir rantai produksinya.

Dalam laporan yang bertajuk “Tobacco: Poisoning our Planet”, WHO menyoroti betapa dalamnya jejak destruktif tembakau terhadap planet ini—dan mendesak agar dunia mengambil langkah konkret untuk menuntut pertanggungjawaban dari pelaku industrinya.

Setiap tahun, industri tembakau menyebabkan kematian lebih dari 8 juta jiwa di seluruh dunia. Namun korban sebenarnya tidak berhenti pada manusia.

WHO mencatat bahwa produksi tembakau juga menyumbang pada hilangnya sekitar 600 juta pohon, 200 ribu hektare lahan, 22 miliar ton air, dan 84 juta ton emisi karbon dioksida. Ini setara dengan seperlima emisi karbon tahunan yang dihasilkan industri penerbangan komersial—sebuah catatan yang tak bisa dianggap sepele di tengah krisis iklim global.

Mayoritas tembakau ditanam di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana lahan dan air seharusnya dimanfaatkan untuk ketahanan pangan lokal. Namun, alih-alih mendukung kehidupan, lahan-lahan subur justru digunakan untuk menanam tanaman mematikan, sementara deforestasi terus terjadi demi perluasan area perkebunan tembakau.

Limbah Rokok: Ancaman Plastik Sekali Pakai

Dalam ranah polusi lingkungan, produk tembakau—terutama puntung rokok—menjadi limbah paling banyak ditemukan di dunia. Diperkirakan sekitar 4,5 triliun filter rokok dibuang setiap tahun dan mencemari laut, sungai, taman kota, trotoar, hingga pantai. Filter ini mengandung lebih dari 7.000 zat kimia berbahaya dan terbuat dari mikroplastik yang tidak mudah terurai, bahkan bisa bertahan hingga satu dekade di lingkungan.

Meskipun industri tembakau gencar mempromosikan filter rokok sebagai bentuk 'perlindungan', WHO menegaskan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa filter memberikan manfaat kesehatan. Justru sebaliknya, filter memperparah pencemaran plastik global.

Karena itu, WHO menyerukan agar pembuat kebijakan mengklasifikasikan filter rokok sebagai plastik sekali pakai dan mempertimbangkan untuk melarangnya demi melindungi kesehatan publik dan lingkungan.

baca juga
Hari Tanpa Tembakau Sedunia, berhenti merokok sekarang juga. (Shutterstock)
Hari Tanpa Tembakau Sedunia. (Shutterstock)

Beban Biaya Ditanggung Publik, Bukan Industri

Biaya membersihkan sampah tembakau yang tersebar luas ditanggung oleh masyarakat, bukan oleh industri yang menciptakan masalah ini. Di Tiongkok, misalnya, biaya pembersihan mencapai sekitar 2,6 miliar dolar AS per tahun. India menghabiskan sekitar 766 juta dolar AS, sementara Brasil dan Jerman masing-masing menanggung lebih dari 200 juta dolar AS setiap tahunnya.

Namun, beberapa negara dan kota mulai bergerak. Prancis dan Spanyol, serta San Francisco di Amerika Serikat, telah menerapkan regulasi yang mengusung prinsip “polluter pays”—di mana produsen diwajibkan untuk bertanggung jawab atas dampak lingkungan dari produk mereka. Ini menjadi contoh nyata bahwa perubahan kebijakan bisa dilakukan.

Mendorong Solusi: Peralihan, Pajak, dan Dukungan Berhenti Merokok

Untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh, WHO mendorong langkah-langkah konstruktif yang berkelanjutan. Salah satunya adalah memberikan dukungan kepada petani tembakau untuk beralih ke pertanian yang lebih ramah lingkungan dan mendukung ketahanan pangan. WHO juga menyarankan penerapan pajak tembakau yang lebih tinggi—termasuk pajak lingkungan—sebagai upaya menekan konsumsi dan mendanai program kesehatan serta lingkungan.

Di sisi lain, layanan dukungan bagi perokok yang ingin berhenti juga menjadi bagian penting dari solusi. WHO menekankan pentingnya akses mudah terhadap program penghentian merokok, baik melalui edukasi, layanan konseling, maupun bantuan medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Tertinggal di ASEAN Soal Aturan Kemasan Polos Rokok, WHO Ingatkan Dampaknya

Indonesia Tertinggal di ASEAN Soal Aturan Kemasan Polos Rokok, WHO Ingatkan Dampaknya

News | Jum'at, 30 Mei 2025 | 15:04 WIB

Dukung Kawasan Tanpa Rokok di FKIK UNJA, DPM Suarakan Lingkungan yang Sehat

Dukung Kawasan Tanpa Rokok di FKIK UNJA, DPM Suarakan Lingkungan yang Sehat

Your Say | Jum'at, 30 Mei 2025 | 13:48 WIB

Sri Mulyani Dapat Tekanan Banyak Pihak Soal Cukai Rokok

Sri Mulyani Dapat Tekanan Banyak Pihak Soal Cukai Rokok

Bisnis | Kamis, 29 Mei 2025 | 18:40 WIB

Terkini

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

Gibran Playing Victim Soal Posisi Duduk? Analis: Bersihkan Istana dari Pengaruh Jokowi!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:52 WIB

Tumbal Terakhir

Tumbal Terakhir

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:50 WIB

Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI

Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:37 WIB

Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:33 WIB

Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin

Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:26 WIB

Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater

Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:20 WIB

Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo

Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:15 WIB

4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik

4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:05 WIB

Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen

Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen

Surakarta | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:03 WIB

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:02 WIB

×