Revolusi Kesehatan Indonesia: Kedokteran Nuklir Jadi Kunci Diagnostik Akurat dan Terapi Presisi

Dinda Rachmawati

Selasa, 17 Juni 2025 | 07:01 WIB
Revolusi Kesehatan Indonesia: Kedokteran Nuklir Jadi Kunci Diagnostik Akurat dan Terapi Presisi
Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kemenkes dan GEHC (Dok. Istimewa)

Suara.com - Indonesia tengah memasuki fase penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional. Pemerintah, di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, mendorong reformasi melalui enam pilar utama, salah satunya transformasi teknologi kesehatan. 

Pilar ini menargetkan percepatan adopsi teknologi medis modern untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses terhadap diagnostik canggih, serta mendorong efisiensi dalam pengambilan keputusan klinis. 

Salah satu teknologi yang menjadi tulang punggung upaya ini adalah kedokteran nuklir. Kedokteran nuklir menjadi elemen kunci dalam layanan kesehatan modern karena mampu memberikan gambaran rinci struktur dan fungsi organ tubuh hingga tingkat molekuler. 

Teknologi ini memungkinkan pendeteksian dini berbagai penyakit seperti kanker, gangguan jantung, dan penyakit saraf dengan akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. 

Diagnostik yang presisi inilah yang menjadi fondasi bagi pengambilan keputusan klinis yang tepat dan personal bagi setiap pasien. Sebagai bagian dari langkah nyata transformasi ini, Kementerian Kesehatan menginisiasi Program Quick Win 2025 atau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). 

Program ini menekankan integrasi teknologi terkini dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan. Dalam konteks ini, sektor swasta memegang peranan penting, salah satunya melalui kemitraan strategis GE HealthCare Indonesia dan Mandaya Hospital Group.

Kemitraan ini bertujuan menjadikan Mandaya Royal Hospital Antasari sebagai flagship reference site terbesar GE HealthCare di Asia Tenggara untuk teknologi pencitraan diagnostik dan kedokteran nuklir. 

“Transformasi sistem kesehatan Indonesia mengharuskan adanya kolaborasi erat antara sektor publik dan swasta untuk mempercepat adopsi teknologi, memperluas akses, dan meningkatkan kualitas layanan,” ujar Kriswanto Trimoeljo, President Director GE HealthCare Indonesia. 

Ia menambahkan, “Riwayat keberhasilan kerjasama dengan Mandaya Royal Hospital Puri sebagai pusat layanan onkologi dan kedokteran nuklir membuat GEHC semakin yakin untuk menggandeng Mandaya Royal Hospital Antasari sebagai calon pusat unggulan GEHC di kawasan Asia Tenggara.”

baca juga

Langkah ini tak hanya berorientasi pada teknologi semata, tetapi juga pembangunan ekosistem kesehatan yang berkelanjutan. dr. Ben Widaja, President Director Mandaya Hospital Group, menekankan bahwa investasi ini mencakup penguatan SDM dan pembentukan pusat pembelajaran regional. 

“Kami percaya bahwa perawatan yang tepat berawal dari diagnosis yang akurat dan pendekatan yang dibuat secara personal bagi setiap pasien. Kolaborasi ini sejalan dengan visi kami menjadi rumah sakit kelas dunia yang mengedepankan layanan berbasis presisi,” ujarnya.

Mandaya Royal Hospital Antasari dirancang untuk menghadirkan teknologi terbaru seperti Digital PET Scan, teknologi pencitraan diagnostik canggih, serta layanan onkologi berbasis presisi. 

Selain sebagai pusat layanan medis, rumah sakit ini juga akan berperan sebagai immersion training site di bidang kedokteran nuklir.

Ini menjadi upaya nyata membangun kapasitas tenaga kesehatan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara. Dukungan GE HealthCare International terhadap inisiatif ini juga menjadi sinyal penting.

Elie Chaillot, President & CEO GE HealthCare International, menegaskan, “Kemitraan strategis dengan Mandaya Hospital Group mencerminkan misi global kami untuk menghadirkan precision care serta meningkatkan standar layanan kesehatan secara menyeluruh. Indonesia adalah pasar penting bagi GE HealthCare, dan kami bangga teknologi kami turut memperluas akses terhadap diagnostik dan terapi berkualitas tinggi.”

Kedokteran nuklir mumpuni bukan lagi sekadar kebutuhan masa depan, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendesak masa kini. Dengan kemitraan strategis dan dukungan teknologi canggih, Indonesia berpeluang besar menjadi pusat layanan kesehatan presisi di Asia Tenggara. 

Transformasi ini akan memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan berkualitas tinggi, berbasis diagnosis yang akurat, dan terapi yang tepat sasaran. Ini adalah langkah konkret menuju sistem kesehatan nasional yang tangguh dan modern.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Modernisasi Rumah Sakit: Kunci Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Modernisasi Rumah Sakit: Kunci Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Indonesia

Health | Senin, 16 Juni 2025 | 22:38 WIB

Infertilitas Bukan Hanya Urusan Perempuan: Saatnya Kesehatan Reproduksi Pria Diperhatikan

Infertilitas Bukan Hanya Urusan Perempuan: Saatnya Kesehatan Reproduksi Pria Diperhatikan

Health | Senin, 16 Juni 2025 | 20:42 WIB

Survei Ungkap Anak Muda Jarang Olahraga, Padahal 15 Menit Nge-dance Sehari Bisa Bikin Napas Lega

Survei Ungkap Anak Muda Jarang Olahraga, Padahal 15 Menit Nge-dance Sehari Bisa Bikin Napas Lega

Health | Senin, 16 Juni 2025 | 18:22 WIB

Terkini

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Health | Sabtu, 19 September 2026 | 01:44 WIB

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes, Beckham, dan Eliano Dicoret!

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes, Beckham, dan Eliano Dicoret!

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 00:08 WIB

Tuntas di Asia, Timnas Minifootball Indonesia Langsung Bidik Piala Dunia 2027

Tuntas di Asia, Timnas Minifootball Indonesia Langsung Bidik Piala Dunia 2027

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 23:57 WIB

Gedung BPN Cibinong Digeruduk KPK, Koper Dokumen Diangkut Dikawal Polisi Senjata Lengkap

Gedung BPN Cibinong Digeruduk KPK, Koper Dokumen Diangkut Dikawal Polisi Senjata Lengkap

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 23:51 WIB

AQUA Elektronik Resmikan Brand Shop Baru di Cibinong

AQUA Elektronik Resmikan Brand Shop Baru di Cibinong

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 23:25 WIB

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:48 WIB

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:28 WIB

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:20 WIB

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

×